Monthly Archives: January 2008

Jangan Pandang Harganya

Harga tanaman hias tak bisa dibandingkan dengan barang apa pun. Kalimat ini meluncur dari mulut kolektor, pedagang, bahkan pemilik tanaman hias di Surabaya. Alasannya, mahal tidaknya satu jenis tanaman hias bergantung dari selera pembeli.

Mungkin tidak masuk akal bibit Anthurium jenmanni yang kini tengah naik pamornya mencapai Rp 500.000. Padahal, usia tanaman tersebut baru tiga bulan dan tingginya sekitar lima sentimeter.

Tanaman hias dari famili Araceae tersebut kini paling mahal. Harga anthurium jenis wave of love (gelombang cinta) sekarang kalah jauh dari jenmanni. Bahkan jenmanni cobra satu lembar daun bisa mencapai Rp 4 juta, bahkan Rp 12 juta.

Kalangan kolektor, menurut Sekretaris Paguyuban Pedagang Tanaman Hias (P2TH) Syamsul Arifin, umumnya memburu anthurium dan aglaonema. Kedua jenis tanaman hias ini harganya spektakuler karena relatif mahal. Seperti aglaonema tara mencapai Rp 1,5 juta – Rp 2 juta per daun dan widuri Rp 2 juta per daun. Bahkan red of sumatra bisa mencapai Rp 5 juta per daun.

Khusus anthurium berbagai spesies yang hanya berupa daun bergelombang serta kekuatan pada warna batang dan daun, harga terus berfluktuasi. Perubahan harga tanaman hias anthurium berbagai jenis seperti pergerakan harga saham di bursa efek, tidak setiap hari, tetapi sudah hitungan jam, kata Bambang Sudoko, pedagang tanaman hias di Margorejo Indah, Surabaya.

Oleh karenanya, tak jarang ketika sudah negoisasi dengan calon pembeli, ketika tanaman di antar harga berubah. Bahkan sesama pedagang tanaman hias pun tidak bisa mematok harga karena permintaan jenis anthurium memang tinggi. Bagi peminat yang bukan kolektor harga tersebut mungkin dinilai tidak masuk akal.

Gelombang cinta fenomenal

Menurut Didik, pedagang tanaman hias di Rungkut Tengah, tanaman jenis anthurium menjadi fenomenal karena daunnya lebar dan bergelombang. Tekstur tulang daun jelas dan tegas.

Pembiakan tanaman hias tersebut juga butuh waktu lama, untuk mendapatkan biji paling tidak 9 bulan.

Ketika biji mulai ditanam, batang dan daun mulai timbul setelah berumur 9 – 18 bulan. Untuk mendapatkan tanaman yang sempurna perlu diperhatikan media, sinar, dan kelembaban tanah.

Harga tanaman hias terutama jenis yang tengah digandrungi memang sering tidak realistis. Apalagi bagi kalangan yang bukan pecinta tanaman, kata Didik. Namun bagi kolektor, nilai tanaman hias berdasarkan perasaan dan naluri.

Tingginya harga tanaman hias membuat pedagang harus ekstra hati- hati terutama saat mengikuti pameran. Pasalnya, tanaman hias terutama yang sudah mencapai jutaan rupiah menjadi incaran pengunjung. Maka tak jarang ada tanaman hilang saat pameran.

Jadi, memang sulit dipatok, ujarnya sembari menambahkan anthurium gelombang cinta memang benar-benar fonomenal karena tidak hanya membuat kolektor kelimpungan, tetapi juga mampu menyihir masyarakat terutama yang gemar menanam berbagai jenis tanaman hias di halaman rumah.

Padahal, jenis tanaman hias yang unggul pada daun yang bergelombang tersebut tidak tahan sengatan matahari. Perlakuan terhadap anthurium dengan eforbia atau adenium sangat menyolok. Sebab, dua tanaman terakhir justru suka sengatan matahari sehingga lebih mudah perawatannya.

Memang, diakui Koko, pemilik Grace Nursery Gresik, perubahan tren pada tananam hias begitu cepat. Sekitar tahun 2004, yang booming jenis eforbia dan adenium. Bahkan adenium lokal bisa mencapai Rp 35 juta.

Apalagi permintaan tidak hanya dari wilayah Jawa Timur, tetapi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hampir setiap dua minggu saya mengirim adenimum minimal dua truk ke NTB, ujarnya. Harga terjangkau

Menggilanya harga tanaman hias mendorong Koko untuk mengembangkan tanaman adenimun dan eforbia dengan harga terjangkau masyarakat luas. Misalnya, seharga Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per batang. Alasannya, tidak semua pembeli tanaman hias gila akan jenis yang tengah merajai pasar.

Namun, ada konsumen yang cuma sekadar memiliki sehingga harga harus terjangkau semua kalangan. Kendati demikian, ada juga tanaman hias sejenis dengan harga Rp 2,5 juta per batang seperti jenis eforbia jenis chain of love (jalinan cinta).

Bagi Yoyok Sujatmiko, pedagang tanaman hias di Sukodono, Sidoarjo, sebagai pedagang dan kolektor, dia rajin mengunjungi pameran tanaman hias. Hampir semua jenis tanaman yang sedang ngetrend dimiliki. Saya siap jual jika tawaran sesuai, ujar Yoyok yang kini memburu anthurium jenis gelombang cinta.

Kekurangan bibit jenis tertentu juga salah satu pemicu melambungnya harga tanam hias. Dengan demikian, untuk mendapatkan tanaman hias dengan pertumbuhan yang pesat, secara rutin perlu pemberian fungisida, pestisida tiga kali seminggu, insktisida, dan vitamin B1.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Tri Rismaharini, harga tanaman hias jenis tertentu memang cenderung tidak masuk akal. Cuma biasanya harga mahal untuk jenis tertentu tidak berlangsung lama karena perubahan begitu cepat.

Apalagi, pedagang pun semakin kreatif dengan memunculkan tanaman hias satu batang dengan tiga warna kembang atau beberapa jenis daun. Begitu jenis tanaman hias menjadi tanaman massal, seperti eforbia atau adenium, harganya pun langsung melorot. Minat warga Surabaya untuk mengembangkan tanaman hias di rumah terus meningkat sehingga begitu muncul jenis baru, harga pun langsung melambung, katanya.

Tingginya minat mengembangkan tanaman hias di rumah dan di kantor tercermin dari semakin banyaknya pedagang tanaman hias yang berkeliling di kompleks perumahan. Pedagang tersebut pun tidak ketinggalan membawa tanaman jenis baru yang tengah digandrungi masyarakat.

Para kolektor dan pedagang pun rutin bertemu memperbincangkan tanaman hias yang tengah diminati pasar. Pertemuan sesama kolektor atau pedagang dilakukan secara informal, dan setiap pertemuan muncul harga baru yang cenderung makin fantastis.

Di setiap ajang pameran pun para kolektor tak berhenti ber-buru jenis terbaru. Akibatnya, harga semakin sulit dikendalikan. Sementara pengunjung pameran tanaman hias bukan komunitas kolektor, hanya bisa menghela napas panjang saat memelototi harga yang tercantum pada vas. Wuih harga tanaman kok Rp 2 juta, ungkap Ria (35), seorang ibu rumah tangga saat mengunjungi bursa tanaman hias di UPN Veteran Surabaya.

Membeli tanaman hias memang tak sekadar memandang harga, tetapi proses pembiakan yang lama serta keunikan. Jadi, harga tanaman hias sangat bergantung selera. Membeli tanaman hias, tidak sekadar memandang harga, tetapi proses pembiakan yang lama serta keunikannya.

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/10/jatim/72173.htm

Category: Uncategorized

Adenium Oleifolium: Kaya Adenium Ya…

tanaman hiasDari seluruh spesies adenium, adenium oleifolium adalah yang paling jarang terdengar. Orang Indonesia mungkin akan lebih mengenal adenium spesies terbatas pada obesum, arabicum dan somalense.

Dari seluruh spesies adenium, adenium oleifolium adalah yang paling jarang terdengar. Orang Indonesia mungkin akan lebih mengenal adenium spesies terbatas pada obesum, arabicum dan somalense. Sama saja dengan di luar negeri. Adenium ini hanya ditemukan di kolektor sukulen atau breeder adenium. Karena tidak ada bayangan, maka saat menerima paket kiriman berisi adenium oleifolium sempat ragu apakah ini benar-benar adenium oleifolium.

Overall Look: Oh… begini too :D
Adenium tetaplah adenium. Bentuknya ya seperti itu2 saja. Bandingkan dengan spesies Euphorbia yang punya karakteristik yang beda tiap spesiesnya, pun Pachypodium. Tapi adenium ya seperti itulah bentuknya. Tidak heran kalau beberapa ahli tidak menggolongkan adenium kedalam beberapa spesies, hanya satu spesies saja yaitu obesum.

Perbedaan utama dibandingkan dengan adenium umumnya adalah warna daun. Warna daunnya hijau silver. Sudah lebih dari 4 bulan semenjak diterima belum menunjukkan tanda2 berbunga. Tapi menurut referensi gambar di internet bunganya berwarna merah pink dengan corong putih.

Sejarahnya
Adenium ini pertama kali dipublikasikan oleh Otto Stapf pada tahun 1907. Tanaman ini juga punya nama Adenium lugardii, Adenium oleifolium var. angustifolium atau Adenium somalense var. angustifolium. Sebaran adenium ini ada di daerah selatan Botswana, Afrika Selatan dan Timur Namibia. A. Oleifolium yang saya terima ini berasal dari wild collected di Namibia (penuturan penjualnya).

Lamaaaaa…
Kalau memelihara adenium spesies asli apalagi dari comotan alam (wild collected) harus banyak bersabar. Kalau medianya tidak cocok Adenium sering ngambek, kalau salah pengairan bisa2 terjadi hal yang tidak diinginkan dan kalau salah pemupukan bisa berabe yang berakibat hilangnya tanaman. Pertumbuhannyapun cenderung lebih lambat. Saya punya semua jenis spesies Adenium yang berasal dari wild collected dan semuanya tumbuh alon-alon. Kadang ini membuat kesal. Tapi saya ingat anjuran teman saya di Bandung yang sudah cukup lama menekuni sukulen. Katanya biarkan saja tumbuh seperti adanya. Kalau kelihatan lambat jangan coba2 dipercepat dengan memberikan pupuk atau treatment obat2 perangsang tumbuh. Bisa2 ngambek atau mati. Yang penting kesabaran!

Perawatan
Media tidak usah mendekati linkungan asalnya, yang penting poros dan agak subur. Saya sendiri menggunakan takaran media pasir malang : pupuk kandang : sekam bakar = 2 : 1 : 1. Penyiraman cukup 1 hari sekali. Sampai saat ini saya baru berani memberikan pupuk npk berimbang setengah dosis sebulan sekali.

Kalau anda mendapatkannya dari pembelian di luar negeri maka pada saat anda menerimanya dalam keadaan telanjang. Artinya adenium oleifolium anda dikirim tanpa media dan harus segera disegarkan. Langkahnya mudah saja. Segera pindahkan ke pot yang bermedia lalu diamkan 1 hari di tempat teduh. Ada beberapa teman saya menyarankan untuk segera memberikan air pada saat itu juga, tapi ini riskan. Kenapa riskan? Karena kita tanaman belum beradaptasi dengan baik dengan medianya (itu pendapat saya) dan lingkungannya. Setelah lewat 1-2 hari diteduhkan, maka segera beri air plus vitamin B1. Kalau tidak ada halangan maka 1-2 minggu akar sudah kembali berfungsi. Dan dalam waktu 1 bulan daunnya sudah rimbun. Untuk membungakannya, saya sendiri masih belum tahu caranya. Mungkin apabila semua unsur terpenuhi akan berbunga dengan sendirinya.

Hama
Karena daunnya juga berbulu, maka hama spider mite adalah musuh utamanya. Kalau sudah kena hama ini warna daunnya tidak cantik dan memudar. Pencegahannya dengan insektisida. Yang saya gunakan adalah Kelthane, sebab yang lain tidak mempan. Selain itu musuh2 lainnya juga hadir seperti kutu putih dan bahkan lalat. Kok bisa lalat? Kembali ini pengalaman pribadi. Entah kenapa lalat2 senang melekat di daun2 adenium oleifolium. Setelah asik melekat disana pasti ada yang ditinggalkannya berupa bintik2 hitam. Makin lama bintik hitam itu makin banyak dan menyebabkan daunnya bermasalah. Untuk membasminya mudah saja, tinggal letakkan sedotan perangkap lalat di dekat Adenium Oleifolium.

Penjual Oleifolium
Nah kalau bagian ini mungkin bagian yang bikin penasaran. Ada atau tidak penjualnya di Indonesia. Saat ini ada. Tapi pada waktu saya mencarinya 1 tahun yang lalu masih belum ada yang menawarkannya. Saya sendiri baru tahu yang menawarkannya ada di daerah Pamulang. Ada juga kabar di Yogyakarta ada penjualnya. Tapi supaya yakin bahwa yang dibeli itu adalah oleifolium, belilah pada saat sudah berdaun. Jangan beli pada saat gundul daunnya. Kecuali kalau anda membelinya langsung dari Amerika, Afrika Selatan, Belanda atau Jerman. Pasti sesampainya disini sudah gundul.

daniel hendrawan
daniel@dokterniken.com

Category: Uncategorized

Mengenal Bonsai Sentigi

tanaman hiasKeindahan bonsai tak lepas dari syarat dasar tanamannya. Syarat dasar tanaman bonsai adalah memiliki batang yang keras dan berumur panjang untuk proses pembentukan. Bambang Hermanto dari Juanda Bonsai berbagi pengalaman tentang syarat dasar tanaman bonsai yang baik.

Ada beberapa favorit jenis tanaman yang biasa digunakan oleh pebonsai sebagai syarat dasar tanaman bonsai. Diantaranya adalah jeruk kikit, asem jawa, beringin, dan sentigi. Dari beberapa jenis yang digunakan, sentigi mempunyai daya tahan lebih baik untuk proses pembentukan bonsai dibandingkan jenis lainnya. Pasalnya, asal tumbuhan keras ini ada di pesisir pantai dengan kondisi yang ekstrim.

Faktor daya tahan yang dimiliki jenis sentigi inilah, maka sentigi sering jadi pilihan penghobi, kolektor, dan pembibit. Ini dikatakan Bambang Hermanto, pemilik Juanda Bonsai di Surabaya, yang lebih menyukai tanaman sentigi untuk dikerjakan menjadi bonsai. Ia memilih sentigi sejak tahun 1987. Setelah merasa cocok dan berhasil mengembangkan bonsai dari sentigi, ia pun tak bisa ke lain hati. ??Sentigi punya daya tahan yang baik dan gerakan yang bagus. Jadi, cocok dengan karakter saya,? imbuh Bambang.

Dilihat dari asal tanaman ini, memang bisa dipastikan kalau sentigi bisa hidup dalam iklim apapun, baik panas maupun dingin. Apalagi untuk kondisi daerah yang panas, terutama di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Selain mudah dalam perawatan, sentigi juga mempunyai pola gerakan yang bagus, tertutama dari kelenturan batang dan karakter daun yang kecil. Potensi dasar yang sudah dimiliki sangat memudahkan para pebonsai untuk melakukan pengerjaan sesuai dengan keinginan mereka. Dengan mengambil pilihan untuk bonsai sentigi, Bambang mengaku hasil yang didapatkan tidak lagi konvensional. Salah satunya di tunjukkan dari koleksi sentigi bunjin gascado atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai gerakan tarian ke atas dan terjun ke bawah.

Dari koleksi tersebut terlihat bahwa karakter batang, dahan, dan ranting yang memanjang diolah, sehingga terlihat pohon sedang menari. Kemudian di salah satu dahan ada yang mengarah ke bawah dengan gerakan melingkar, sehingga disebut terjun.

Koleksi lainnya yang diperkenalkan adalah bunjin slanting yang berarti tarian yang condong. Nama tersebut cocok, sebab dari karakter tarian yang khas diperkuat dengan munculnya dahan besar yang condong ke luar dari pot dan meliuk ke atas kembali lagi ke pusat. Dari beberapa koleksi yang dimiliki, terlihat bahwa pria yang baru mendapatkan putra keduanya awal Agustus ini menyukai gerakan tarian dalam pengolahan bonsainya. Selain itu juga didukung oleh jenis sentigi yang memperkuat karakter bonsai miliknya.

Menurut Bambang, aliran di dunia bonsai sendiri terdiri dari beberapa karakter, tapi biasanya dipisahkan sebagai konvensional dan non konvensional. Untuk aliran konvensional biasanya menggunakan pohon beringin dengan bentuk mirip payung.

Sedangkan untuk non konvensional akan mengambil beberapa teknik gerakan baru seperti tarian maupun patahan. ??Semua teknik sebenarnya sama saja, asalkan hasil akhirnya proporsional dan bisa menimbulkan perasaan teduh bagi yang melihat,? tandasnya.

Perawatan Mudah

Sentigi berasal dari beberapa daerah kepulauan yang tersebar di hampir seluruh Indonesia dan beberapa kepulauan tropis di dunia, seperti Sulawesi Selatan dan negara Afrika. Dengan habitat awal yang berada di wilayah pesisir, menjadikannya sebagai tanaman yang bisa tumbuh dimana saja, meski dengan perawatan dan perlakuan biasa.

Wajar apabila perawatan yang dilakukan tidak terlalu sulit, asalkan terpenuhi tiga unsur penting, yaitu air, angin, dan panas yang kuat. Ketiga unsur tersebut mutlak dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan yang maksimal. Bahkan, masih kata Bambang, sentigi bisa bertahan dengan siraman air yang mengandung unsur garam lebih.

Itu bisa kita lihat di lokasi nurseri miliknya di kota Surabaya, dimana air tanahnya sedikit asin. Selain itu udara yang ada, banyak mengandung polusi dari banyaknya kendaraan yang melintas di dekat nurserinya. Namun itu menjadikan satu keuntungan tersendiri. ??Sinar matahari dan hembusan angin yang kuat dibutuhkan oleh sentigi,? kata Bambang singkat.

Untuk media tanam yang digunakan cukup sederhana, yaitu dengan komposisi dominasi pasir Malang dan pupuk kandang. Pemilihan pasir memang sengaja diambil, karena dilihat dari habitat asli tanaman ini yang berada di pesisir pantai, sehingga kandungan pasirnya cukup besar.

Secara rutin media tanam harus disiram dan dijaga agar tetap basah. Ini dilakukan untuk menghindari tanaman kekurangan air. Yang perlu diingat adalah sinar matahari mutlak diperlukan, sehingga disarankan untuk meletakkan tanaman ini di luar ruangan.

Penyakit jadi satu hal yang ditakutkan oleh penghobi tanaman hias, termasuk bonsai sentigi. Hama utama yang sering menyerang adalah kutu merah dan ulat yang bisa menghabiskan daun serta menyerang batang. Pada tingkat berat, bonsai yang Anda miliki bisa saja mati.

Langkah awal yang dilakukan bila bonsai Anda terkena hama antara lain memisahkan bonsai dengan koleksi lainnya. Ini dilakukan untuk menghindari penularan. Bila hanya satu atau dua tanaman yang terserang sebaiknya dilakukan pembersihan tanpa bahan kimia. Caranya, tentu Anda harus melihat satu persatu bagian bonsai dan membuang kutu dan ulat.

Namun bila serangan hama sudah parah dan menyebar pada koleksi bonsai lainnya, cara terakhir tentu dengan menggunkan pestisida. Jangan lupa untuk menggunakannya sesuai dosis, sebab bila berlebih bisa menyebabkan hama tersebut kebal dan lebih sulit untuk dibasmi.

Biarkan Tumbuh Liar untuk Hasil Maksimal

Untuk pembentukan bonsai sentigi, Bambang menggunakan cara meliarkan dulu tanamannya, supaya mempermudah proses pembentukan. Dari bahan mentah bonsai yang didapat, sebaiknya dibiarkan dulu tumbuh liar untuk melihat gerakannya. Langkah ini diambil menyesuaikan karakter tanaman yang mempunyai dahan memanjang.

Setelah terlihat arah dan pembentukan bahan, selanjutnya dilakukan wiring dan purning (pemangkasan) beberapa dahan yang tidak diperlukan. Setelah pengkawatan pertama, tumbuhan diliarkan kembali supaya ketepatan proses pemotongan dan pengkawatannya terlihat.

??Kalau kita salah memotong cabang, akibatnya bisa fatal dan pengerjaannya akan lebih sulit,? ujar Bambang. ??Bahkan dari beberapa bahan yang dikerjakan ada beberapa yang dijual dengan harga murah, akibat salah potong dahan. Kesalahan tersebut dilakukan saat mulai belajar, tapi sekarang sudah bisa diantisipasi,? tambahnya.

Setelah tumbuh liar dari wiring pertama, maka dilakukan purning kedua untuk dahan yang tidak dipakai. Dari proses wiring kedua, maka bonsai sudah memperlihatkan karakter dan selanjutnya perlakuan dilakukan menyesuaikan dengan pertumbuhan pohon. [wo2k]

Pasar Andalkan Komunitas

Pasar bonsai andalkan komunitasnya, sehingga ia masih laku terjual di pasar. Komunitas bonsai sendiri makin menunjukkan loyalitasnya dengan membuat wadah Perkumpulan Penggamar Bonsai Indonesia (PPBI). Kebetulan Bambang, pemilik Juanda Bonsai, ini menjabat sebagai wakil ketua PPBI Sidoarjo.

Salah satu agenda yang sedang digarap adalah merekrut sebanyak mungkin penggemar bonsai, khususnya untuk kelas pemula. Selain itu juga dilakukan pertemuan rutin sebagai ajang tukar ide dan pendidikan bagi pemula. Dengan makin banyak penggemar bonsai, otomatis pasar bursa akan mengikutinya.

Di beberapa wilayah yang dinilai memiliki sedikit penggemar bonsai, diusahakan untuk menggelar dan mengikuti pameran tanaman hias. Tujuannya untuk menunjukkan eksistensi bahwa bonsai, penggemar loyal, dan pasarnya masih ada.

??Usaha bonsai saat ini memang agak berat, sebab meski pasar ada, tapi tidak besar,? tandas Bambang.
Dilihat dari kondisi saat ini, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan oleh pengusaha bonsai, yaitu dengan menggarap semua segmen bonsai atau melengkapi koleksinya dengan tanaman hias yang jadi tren. Misalnya anthurium jenmanii atau adenium.

Untuk menyasar semua segmen bonsai, mulai dari bakalan, setengah jadi, bonsai jadi, dan bonsai kolektor masih bisa dilakukan demi kelangsungan usaha. Namun bila menyasar segmen yang luas, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak serta jaringan yang luas.

Pasalnya, untuk bakalan bonsai jenis sentigi saat ini banyak diburu, karena menjanjikan hasil yang baik. Bahan di beberapa lokasi yang biasa digunakan oleh pemburu bakalan bonsai sudah banyak berkurang, seperti di Madura, Jember, Sulawesi, dan Sumatera. Sedangkan untuk segmen kolektor, biasanya harus mendapatkan bonsai yang sempurna, yang tidak semua orang bisa melakukannya. [wo2k]

http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/09/18/66/#more-66

Category: Uncategorized

P O T

3 huruf. Jadi penting karena meningkatkan nilai estetis dari tanaman. Dengan pot, tanaman punya kelas. Pot juga menunjukkan kecintaan anda pada tanaman. Kadang harga pot lebih tinggi dari harga tanamannya tapi nilai pot tidak pernah melebihi nilai tanamannya. Nah peran pot menjadi penting karena dengannya karakter tanaman menjadi lebih kuat dan menonjol.

Tapi walau hanya sebuah pot jangan juga kita menganggap enteng. Kesalahan pilih pot baik dimensi ataupun bahannya akan menjadikan tanaman merana.

Pot=Kebutuhan/Prestise?
Ini pertanyaan yang harus dijawab dulu. Kalau anda beli pot utamanya untuk apa? Kalau untuk kebutuhan pasti anda akan melihat banyak aspek, seperti jenis tanaman yang akan ditanam, umur tanaman, dimensi tanaman dan jenis medianya serta terakhir keindahan potnya. Kalau hanya untuk prestise yang utama adalah keindahan pot tersebut, fungsi lain tidak penting.

Pot Yang Baik

Apa kriteria pot yang baik?

1. Yang pertama harus dilihat dulu jenis/lingkungan tanaman itu berasal. Kalau tanaman air, maka pilih pot yang tidak berpori dan dapat menahan air. Tapi kalau bukan tanaman air pilihlah pot yang berpori.

2. Yang kedua dimensi. Tanaman berdimensi kecil harus diletakkan di pot yang dimensinya juga kecil. Tidak masalah sih diletakkan di pot yang besar tapi mungkin tidak ekonomis dan tidak proporsional. Berapa besar perbandingan antara pohon dan potnya? Tidak ada hitungan yang pasti. Saya sendiri pakai patokan besarnya diameter pot = 6 (enam) x (kali) diameter batang tertanam. Sedangkan tinggi (kedalaman) pot berpatokan pada tinggi tanaman. Formula saya adalah tinggi pot maksimal = 1/4 x tinggi tanaman. Lebih rendah dari itu tidak masalah, asal dapat menunjang tanaman. Tiap pot ada nomornya. Nomor itu menunjukkan diameternya (biasanya dalam cm kalau di indonesia, kalau di luar negeri inchi). Misal pot no 15, berarti diameternya 15 cm.

3. Ketiga, bahan/materi pembuatnya. Kalau medianya padat dan tanamannya besar pakailah pot yang berbahan padat dan kuat seperti dari bekas tong atau pot dari cor2-an semen. Tapi kalau hanya untuk seedling pakai saja polybag.

4. Ini yang terakhir. Karena pot adalah tempat hidup buatan (artificial) usahakanlah pot punya fungsi yang sama seperti pada aslinya. Untuk pot non tanaman air, pilihlah yang punya pori2 yang mencukupi agar air dapat bebas bergerak turun.

Pot Yang Proporsional dan Indah
Proporsional disini bukan masalah dimensi tapi estetis. Kalau dimensi sudah dibahas di sebelumnya. Ini berkaitan dengan karakter dari tanamannya. Kalau tanamannya Anthurium yang dewasa carilah pot yang kekar dan menunjukkan kegagahan. Warna macho seperti hitam atau coklat dengan sedikit aksen merah dapat menjadi warna pilihan pot. Diameter pot sebaiknya juga tidak melebihi lebar rerimbunan daunnya, supaya potnya tidak lebih menonjol dari tanamannya.
Kesimpulannya adalah pilihlah pot sesuai karakter dari tanaman. Tapi jangan sampai karakter pot lebih kuat dari tanaman sehingga karakter tanaman tidak menonjol dan berakibat berkurangnya nilai estetis dari tanaman tersebut.

Repotting

Repotting atau pemindahan pot diperlukan apabila terjadi hal berikut:

1. Media sudah usang. Tujuannya adalah penggantian media berkala tanpa mengganti atau mengganti pot. Ada yang rela setiap tahun bersusah2 repotting dengan berasumsi bahwa medianya sudah usang sehingga tanaman akan merana apabila tidak direpotting dan diganti medianya. Entah teori ini benar atau tidak.

2. Tidak proporsional secara dimensi. Kalau diameter batang tertanamnya sudah besar, maka ada baiknya diganti ke pot yang lebih lebar. Pun apabila tinggi pohon sudah tidak proporsional dengan pot yang lama.

3. Akar sudah penuh. Sebenarnya selain repotting bisa saja dengan pemangkasan akar. Tapi supaya safe bisa dengan repotting pot yang lebih besar dimensinya.

4. Mau ikut kontes. Kalau anda ingin ikut kontes dan kebetulan pot tanaman anda yang akan dikonteskan masih biasa2 saja maka biasanya diganti dengan pot yang lebih bagus. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan sebelum kontes. Lebih safe adalah 1 tahun sebelum kontes.

5. Kecelakaan. Kalau tiba2 anak anda memecahkan pot atau tiba2 anda tidak sengaja menyenggol pot cantik anda maka haruslah anda segera repotting. Ini perkara yang mudah, hanya pikirkan kondisi tanamannya terlebih dahulu.

Anggaran Pot

Pot punya beragam harga. Ada yang berharga murah ada yang mahal sekali. Tapi kalau pot cantik tidak selamanya mahal, bahkan kalau anda kreatif barang apapun juga asal mirip pot dapat dijadikan pot.

Kalau tanaman anda banyak, pilihlah beberapa tanaman yang patut diberi pot yang mahal dan indah. Tapi kalau anda boros, yah silahkan saja membeli pot yang bagus dan mahal untuk semua tanaman anda. Hanya ingat saja proporsional terhadap nilai estetisnya.

Pot yang indah2 di kelas bawah dapat dibeli seharga 5.000-20.000. Bahannya dari plastik, keramik atau semen. Untuk kelas menengah bisa didapat kisaran 50.000 sampai 200.000. Diatas harga itu bagi saya sudah masuk kelas tinggi yang mungkin tidak akan saya beli. Bagaimana dengan spare pot? Yah itu sih terserah anda. Kalau anda mampu silahkan stok pot sesukanya. Kalau dana anda pas2an silahkan sediakan secukupnya. Saya sendiri spare potnya adalah 1:5 artinya setiap beli 1-5 pot, saya pasti beli 1 sparenya. Kalau beli 6-10 pot saya beli 2 spare pot. Ini berlaku untuk kelipatannya.

Pot Sesuai Kebutuhan
Sudahkah anda jawab pertanyaan saya sebelumnya? Beli pot untuk prestise atau kebutuhan? Kalau anda sudah membelinya dan membandingkannya dengan tulisan ini saya berharap bukan hanya prestise diri anda saja yang anda tonjolkan. Tapi prestise dari tanaman yang anda tonjolkan. Kadang tanpa pot yang baguspun kalau pohonnya bagus akan tetap bagus.
Jadi sesuaikanlah pot sesuai kebutuhan anda.

Oleh: Daniel Hendrawan

Category: Uncategorized