Monthly Archives: January 2008

Lantana

Tanaman ini perlu mendapatkan pemangkasan yang teratur agar tetap berbentuk perdu (sekitar 1-2 kaki). Penggantian tanaman dilakukan setelah berumur 2-3 tahun. Lantana juga digunakan sebagai tanaman bedengan

Tipe:
Lantana camara

Tips:
Menyukai kondisi hangat dengan suhu minimal 55 F
Cahaya cukup, toleran sinar matahari langsung
Jaga media tetap lembab
Pengkabutan teratur
Penggantian media bila perlu
Perbanyakan dengan stek batang

Sumber :
Hessayon, D. G. 1993. The House Plant Expert. Expert Books. London. 256p.

http://www.situshijau.co.id
Juwita R./Situshijau.co.id

Category: Uncategorized

PUPUK: Kontroversi Seputar Pupuk & Pemupukan Tanaman

Fungsi dan manfaat pupuk telah diketahui orang. Tak sedikit yang hapal fungsi masing-masing unsur hara penyusun pupuk. Nitrogen (N) bermanfaat untuk daun, phospor (P) untuk pembungaan, dan kalium (K) untuk buah. Banyak buku, majalah, dan brosur pertanian yang menjelaskan hal tersebut. Namun demikian jarang yang menjelaskan perihal mekanisme dan proses penyerapan pupuk oleh tanaman. Hal yang terakhir ini akhirnya menimbulkan beberapa kontroversi dalam hal pemupukan.

Disisi lain, kontroversi seputar pemupukan justru dimanfaatkan oleh beberapa produsen pupuk untuk menambah nilai jual dan sebagai alat persaingan dagang. Berikut diskusi seputar kontroversi pupuk dan pemupukan, dengan batasan hanya untuk tanaman hias di pekarangan dan dalam pot. Dari diskusi ini diharapkan kita jangan mudah termakan mitos dan gugon tuhon di seputar pupuk, dan mau membayar lebih untuk sesuatu yang tidak perlu.

Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik (Pupuk Kimia)

Kelebihan pupuk organik dibanding pupuk kimia mungkin telah banyak diungkapkan dalam banyak tulisan. Pupuk organik lebih mudah diserap tanaman, lebih ramah lingkungan, pupuk organik tidak membahayakan kesehatan, dan lain sebagainya. Mengapa dan benarkah demikian ?

Faktanya, tanaman tidak dapat membedakan dan tidak bisa memilih unsur hara yang diserap berasal dari pupuk organik atau pupuk kimia. Tanaman menyerap unsur hara (N, P, K, dan sebagainya) melalui mekanisme pertukaran ion, dan dalam bentuk ion-ion anorganik. Agar dapat diserap tanaman, pupuk organik harus melalui serangkaian proses perombakan oleh mikroba dalam tanah menjadi ion-ion anorganik/kimia. Jadi yang diserap tanaman pada akhirnya tetap saja berupa ion-ion anorganik / kimia.

Konsentrasi kandungan unsur hara pupuk organik jauh di bawah kandungan pupuk kimia. Sekian ton pupuk organik berbanding sekian puluh gram pupuk kimia, untuk ukuran kandungan hara yang sama. Kelebihan sifat pupuk organik ini (meski lebih tepat bila dikatakan kekurangan), diisukan sebagai ramah lingkungan. Pernyataan tersebut baru benar bila penggunaan pupuk kimia tidak sesuai dosis dan berlebihan. Sesuatu yang wajar kiranya, apapun yang berlebihan tentu tidak baik untuk hal apapun.

Lalu adakah kelebihan pupuk organik dibanding pupuk kimia ? Pupuk organik mempunyai keunggulan dalam hal memperbaiki sifat fisik dan biologi tanah, sesuatu yang tidak dapat dicapai pupuk kimia. Namun dengan catatan, hanya pada pupuk organik yang masih bersifat padat, berupa kompos atau pupuk kandang asli. Pupuk organik dalam bentuk cair, ekstrak, pupuk daun, dan pelet, tidak akan mempunyai kemampuan memperbaiki struktur tanah. Tapi bagaimana dengan tanaman dalam pot ? Di tengah trend pemakaian media yang bersifat soilless, tentunya kelebihan sifat tersebut di atas menjadi tidak berarti lagi. Mengapa dipilih soilless media ? Mungkin akan kita diskusikan lain kali.

Kapan sebaiknya menggunakan pupuk organik atau pupuk kimia ? Sepanjang kita bermaksud memberi nutrisi ke tanaman, pakailah pupuk kimia. Mengapa demikian ? Disamping jauh lebih murah, lebih cepat diserap tanaman, juga lebih terkontrol. Di belahan dunia manapun, yang namanya pupuk urea pasti akan sama, mengandung nitogen (dalam bentuk amonium) sebesar 46 %. Sementara untuk pupuk organik, tergantung bahannya dari apa, jenis ternak dan apa yang dimakan ternak penghasil pupuk kandang, dan lain-lain. Lebih sulit diprediksi. Namun bila tujuan utama adalah memperbaiki struktur tanah, pakailah kompos, atau pupuk kandang asli. Jangan terpengaruh dengan iklan pupuk organik dalam bentuk cair, pupuk daun, atau pupuk kandang pelet. Pupuk-pupuk ini setali tiga uang dengan pupuk kimia, namun jauh lebih mahal. Lebih banyak isunya.

Bila di pasar dijumpai pupuk organik dengan kandungan unsur N,P, dan K masing-masing lebih dari 4 %, yakinlah bahwa pupuk tersebut telah diperkaya dengan pupuk kimia.

Pupuk Daun dan Pupuk Akar

Benarkah pupuk daun lebih efektif dan efisien dibanding pupuk akar ? Benarkah penyerapan pupuk melalui daun 10 kali lebih efektip dan efisien dibanding melaui akar ? Benarkah pemberian pupuk melalui daun berarti memberikan hara langsung ke dapur tanaman ? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas digunakan sebagai salah satu alat dagang dan alat penambah nilai jual pupuk daun. Kenyataanya, belum ada penelitian yang independen dan valid yang dapat menjawab seputar pertanyaan tersebut di atas.

Fakta selama ini yang dapat diterima, selain unsur karbon, hidrogen, dan oksigen, unsur hara seperti N, P, K dan lainnya diperoleh dan diserap tanaman dari dalam tanah melalui akar. Dari sononya akar secara khusus memang dirancang untuk menyerap unsur hara, melalui pertukaran ion.

Bagaimana dengan daun ? Pada awal pemunculan pupuk daun, dikatakan penyerapan unsur hara dilakukan melalui stomata daun. Tapi hal ini kemudian diralat, karena ternyata stomata hanya bisa dilalui gas. Kemudian berkembang isu lain, penyerapan dilakukan melalui permukaan daun (sel epidermis dan kultikula), yang bentuknya seperti tenunan. Faktanya, kebanyakan permukaan daun tanaman diselimuti oleh lapisan minyak, lilin, dan bahkan ditumbuhi bulu-bulu halus. Keadaan yang tentunya akan menjadi faktor penghambat masuknya unsur hara melalui daun.

Memang daun, atau bahkan batang tanaman dapat menyerap unsur hara, namun demikian akar tetap saja lebih efektip dan efisien dalam menyerap unsur hara. Dalam beberapa kasus, memang unsur hara seperti K, dan Ca gampang masuk ke jaringan tanaman malalui daun dan bahkan batang tanaman. Tapi bukan berarti semua unsur hara lebih gampang diserap tanaman melalui bagian tanaman di luar akar.

Kapan pupuk daun dapat digunakan ? Bila penggunaan pupuk akar sulit diaplikasikan, misal pada tanaman epifit, seperti kebanyakan tanaman anggrek. Hal ini menjawab pertanyaan mengapa pupuk daun sangat populer dan banyak digunakan di kalangan pecinta anggrek. Tanaman yang baru saja mengalami pruning akar, pemindahan pot, atau kondisi-kondisi dimana untuk sementara waktu akar sulit berlaku sebagaimana mestinya, pupuk daun akan sangat membantu dan bermanfaat.

Fakta lain, pertanian hidroponik lebih dipilih orang tentunya bukan hanya karena alasan menghemat tempat, tapi juga keyakinan pemberian nutrisi tanaman yang lebih terkontrol, efektip, dan efisien melalui akar. Atau mungkin ada ide sistem tanam dalam pot kecil-kecil tetapi hanya diberikan pupuk melalui daun. Dijamin kerugian yang akan dituai.

Pupuk Slow Release

Jenis pupuk ini juga merupakan ide dagang yang cemerlang dari produsen pupuk. Dikatakan pupuk slow release merupakan pupuk kimia yang sifatnya mirip dengan pupuk organik. Diserap tanaman sesuai dengan kebutuhan, hingga tidak mencemari lingkungan. Hebat. Sekali lagi hebat. Benarkah demikian ?

Faktanya, tanaman tidak bisa merasakan kenyang kemudian berhenti makan. Sepanjang banyak tersedia unsur hara, sepanjang itu pula tanaman akan menyerap sebanyak yang tersedia. Fakta ini kemudian melahirkan istilah luxury consumption. Sepanjang tidak mengganggu kestabilan kimia larutan tanah, tanaman akan menyerap unsur hara yang disediakan tanah. Hasilnya dijadikan cadangan makanan dan untuk memperbanyak diri.

Pupuk slow release dibuat dari pupuk kimia yang dibalut dengan lapisan tertentu yang bersifat permeable. Adanya lapisan tersebut membuat kandungan kimia dilepaskan sedikit demi sedikit sesuai berjalannya waktu. Kalau memang benar pelepasan unsur kimia tersebut sesuai kebutuhan tanaman, tentu dalam label kemasan tidak dicantumkan angka jangka waktu penggunaan 3 bulan atau 6 bulan. Angka-angka tersebut sebenarnya merupakan waktu luruh pupuk. Angka yang menggambarkan jangka waktu pelepasan kandungan pupuk hingga habis kandungan pupuknya.

Kapan kita perlu menggunakan pupuk slow release ? Jika kita termasuk pecinta tanaman yang malas. Malas menyiram, dan malas bereksperimen. Bukantah salah satu kenikmatan bercocok tanam adalah manakala kita menyirami tanaman kesayangan kita. Atau mungkin kita termasuk orang yang lebih cocok bertanam tanaman plastik.

Artikel ini ditulis khusus untuk kebonkembang.com
Oleh Omah Ijo – Jogjakarta
SPECIALIZES IN ADENIUM HAND POLLINATION SEEDS
Owner : Thari Widodo

Category: Uncategorized

Ber-guyub Ria: Perlukah?

Belajar dari pengalaman di daerah lain, tentu bukan sekedar ikut-ikutan. Mungkin sudah saatnya hadir organisasi untuk tempat berkumpulnya para adeniumania. Sebuah pertanyaan terbuka untuk Adeniumania di wilayah Depok & Cibinong – Jawa Barat

Kira-kira sebulan yang lalu, dua orang teman dari Depok rela meluangkan waktu secara khusus sowan ke tempat saya di Cibinong untuk sekedar menyapa sesama pecinta adenium. Setelah saling berkenalan dan mengakrabkan diri, beliau kemudian menyampaikan bahwa maksud kedatangannya adalah untuk mengundang saya dan teman-teman di Cibinong untuk menghadiri pertemuan yang rupanya sudah dijadwalkan dalam rangka pembentukan sebuah wadah agar para penghobi adenium di wilayah Depok-Cibinong dapat -menurut bahasa saya- menyamakan persepsi mengenai adenium dan penyebarannya, atau kalau boleh berterus terang: pemasarannya, baik untuk kalangan sesama pemain ataupun untuk kalangan konsumen.

Kami berempat, yaitu beliau berdua, saya, dan teman dekat yang menjadi tuan rumah, lalu terlibat obrolan hangat seputar tema paguyuban yang saya ambil menjadi judul artikel ini. Dari obrolan tersebut ada beberapa hal yang ingin saya bagi dengan Anda semua pengunjung situs web kebonkembang yang saya hormati. Butuh jeda yang lumayan lama sebelum saya akhirnya memberanikan diri melontarkan ini ke hadapan Anda sekalian.

Berkaca pada Daerah Lain
Sepengamatan saya, kata Pak Haji memulai, di daerah lain, antara lain Yogya, Jawa Tengah dan Jawa Timur misalnya, sudah banyak terbentuk paguyuban adeniumania. Idealismenya bermacam-macam dari sekedar tempat kongkow para pecinta adenium hingga ke hal-hal yang lebih serius dan terarah dengan konsolidasi dan pembinaan yang menurut saya sangat mantap dan mapan. Pengurus dan anggotanya pun diisi oleh tokoh-tokoh yang punya visi sehingga gerak langkah organisasi menjadi seirama dan dinamis. Salut!

Agenda kerja masing-masing organisasi ini pun amat beragam. Yang paling menarik tentunya semakin maraknya pameran tanaman hias. Harus diakui ini sangatlah strategis untuk mendongkrak popularitas produk sehingga menjadi diminati oleh khalayak. Paling tidak masyarakat menjadi kenal dengan produk yang ada, lalu menyukai dan diharapkan akhirnya membeli.
Kontes juga sudah beberapa kali diadakan di daerah-daerah yang saya sebut di atas, kalau tidak salah belum lama ini di Temanggung, ataupun di kota-kota lainnya baru-baru ini. Dengan adanya kontes ini maka orang berlomba untuk merawat koleksinya secara baik dan benar agar pada saatnya dapat maju berlaga dan menang tentunya. Bolehlah saya katakan tak ada kompetisi yang lebih sehat dari ini! Dengan ketekunan, kesabaran, penuh kecintaan terhadap adeniumnya, merawat sepenuh hati dari mulai penyiraman, pemupukan, sampai pengaturan sinar matahari (bayangkan!) dilakukan secara teratur demi sang adenium tampil dengan bunga cantik dan bonggol bahenol di pentas juara.
Dengan adanya agenda-agenda seperti ini, jelas popularitas produk akan terangkat ke permukaan dan masyarakat dapat mengenal, mengakrabi bahkan menyukainya. Dan saya sangat percaya bahwa ada di antara khalayak yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dari segi bisnis tentu ini menjadi peluang yang sangat menjanjikan. Karena dari orang-orang yang jatuh cinta ini maka kita bisa beriklan gratis untuk produk beserta variannya, mulai dari biji, seedling, bonggol besar, grafting dengan bunga keluaran (release) baru dan lama, belum lagi ditambah adenium species lain, species baru, lokal atau impor, asli atau Thai. Alangkah sangat variatif dan seru dunia adenium ini!

Bagaimana di Depok, Cibinong dan sekitarnya?
Saya tinggal di Sukahati, Cibinong sejak tahun 2001 dan baru terjun di bidang adenium ini hanya setahun lalu, Februari 2005. Tapi itu pun baru tahap belajar, dan akhirnya memutuskan untuk investasi yaitu sejak November 2005. Yah cukuplah untuk tambah-tambah beli audi –eh… untuk asap dapur maksud saya.

Sampai hari ini, saya belum sempat mendengar -atau mungkin luput dari perhatian saya- ada acara pameran tanaman hias digelar di wilayah Depok ataupun Cibinong. Saya sendiri sebetulnya ingin sekali mencoba menggelar pameran adenium di Cibinong. Tidak muluk-muluk, di seputar PEMDA saja menurut saya cukup untuk mempromosikan produk adenium.

Saya teringat dulu pertama kali saya memajang beberapa pot adenium dan tanaman lain di bursa di sepanjang Jalan Tegar Beriman PEMDA Bogor setiap hari Minggu. Sekali, dua kali, ternyata sambutan dan antusiasmenya sangat membesarkan hati. Hanya tiga kali saja saya dan teman hadir di pekan. Selebihnya teman-teman mulai datang ke rumah baik untuk sekedar tukar pengalaman atau pun membeli atau keduanya. Dan saya boleh berbangga bahwa owner kebonkembang sendiri, Bpk. ADK., yang paling pertama kali berkunjung ke tempat saya (waktu itu cuma ada dua rak dan dengan terbata-bata saya bicara bahasa adenium dengan beliau). Sampai akhirnya Sukahati seperti menjadi tempat kumpul mingguan dengan teman-teman lain dari Bojong Gede, Citayam, Cikaret, Bogor. Termasuk Pak Haji dari Depok yang mengetuk saya dengan ide paguyubannya.

Paling tidak, dengan pemetaan a la amatir, di benak saya sudah tergambar lokasi kantong-kantong adenium mulai dari Pasar Minggu, Depok, hingga Cibinong dan sekitarnya. Hemat saya, untuk dua wilayah terakhir saya kira lebih dari cukup dan memadai untuk menginisiasi acara pameran tanaman hias skala menengah yang bisa dijadikan ajang promosi sekaligus sarana berkumpulnya adeniumania.

Sebuah Paguyuban – Perlukah?
Mungkin tepatnya ini adalah pertanyaan untuk refleksi diri saya sendiri, atau Pak Haji untuk diri beliau sendiri. Namun ijinkanlah saya untuk melontarkan refleksi ini kepada Anda juga khususnya di Depok atau Cibinong. Saya bukan bermaksud menebarkan kerisauan akan hadirnya organisasi adeniumania. Tapi barangkali Pak Haji ada benarnya melontarkan ide ini. Mungkin kehadiran organisasi ada manfaatnya. Saya serahkan ke opini Anda masing-masing mengenai perlu-tidaknya.
Toh kita bisa belajar dari teman-teman di Yogya atau Jateng atau Jatim tentang arti penting sebuah organisasi yang guyub. Setidaknya -tanpa bermaksud menandingi para senior- mungkin akan tercipta sentra tanaman hias khususnya adenium dengan spesialisasi masing-masing di dekat kita. Mungkin ada di antara Anda yang ingin memegang spesialisasi, biji-kah, bonggol-kah, grafting, dan seterusnya. Dengan demikian mungkin perlu ada kesepakatan di kalangan para spesialis tanaman hias khususnya adenium sehingga produk dapat terdistribusi dengan baik ke khalayak ramai dalam jumlah yang memadai, kualitas yang baik, dan harga yang kompetitif dan dalam atmosfir fairplay.
Saya juga teringat pada saat pameran di TMII Desember 2005, seorang teman dari Pondok Gede -kalau tak salah- dan kebetulan beliau pun membuka forum di yahoogroups, mengundang saya untuk hadir di arena pameran dalam rangka pembentukan kepengurusan forum di yahoogroups tersebut (mohon maaf saya tidak bisa hadir waktu itu, pak…). Akhirnya beliau berbaik hati menyempatkan diri mampir ke Sukahati juga. Dan ada pertanyaan menarik dari beliau -dan sudah saya jawab waktu itu. Kini ijinkan saya lontarkan ke Anda semua: sampai kapan trend adenium ini sebenarnya? Apakah di Indonesia tidak kebanjiran adenium lalu harga jadi jatuh? Mudah-mudahan pertanyaan ini masih aktual.

Akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Haji yang setia dengan ide organisasinya, serta teman-teman dan para ahli yang sudah urun rembuk tentang hal ini. Pada akhirnya saya serahkan kepada Anda semua tak terkecuali yang berada di luar wilayah Depok dan Cibinong untuk sekedar menenangkan kerisauan teman kita akan hadirnya sebuah organisasi adeniumania sebagai wadah untuk maju bersama di bidang tanaman hias di Indonesia. Terima kasih atas perhatian Anda dan mohon maaf bila penyampaian saya kurang berkenan.

Oleh: Asep Sugandi http://www.indonursery.com

Category: Uncategorized

Taman: Taman Tropis Tetap Molek

Salah satu keuntungan memiliki taman tropis ialah perawatan yang minimalis. Maklum, kesan agak liar dan berantakan memang diinginkan. Namun, bukan berarti taman tidak dipelihara sama sekali. Inilah 4 kunci merawat taman topis.

Pemupukan. Gunakan pupuk lambat urai, seperti Decastar dan Osmocot. Dosis dan frekuensi pemakaian sesuaikan dengan yang tertera pada kemasan. Pada tanaman yang lambat tumbuh atau perlu dirangsang agar berbunga, berikan pupuk tambahan, seperti Growmore dan Hyponex. Cara aplikasi dengan disemprot. Bila disiram gunakan setengah dosis anjuran.

Pemangkasan. Tujuannya untuk menjaga bentuk taman seperti ide awal desain. Lakukan pemangkasan-pada tanaman berkayu-dan penjarangan-untuk tanaman yang beranak sekali sebulan.

Penggemburan tanah. Ini perlu dilakukan karena tanah makin lama makin keras akibat pemupukan. Caranya cungkil ringan tanah seperti saat membajak sawah, lalu isi dengan campuran pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Ketebalan sekitar 2 cm. Lakukan 3 bulan sekali atau paling lambat 1 tahun sekali.

Pengendalian HPT. Hama yang paling banyak menyerang ialah ulat, kutu, bekicot, dan nematoda. Penyakit terutama cendawan dan busuk fusarium. Bila tingkat serangan rendah, atasi dengan cara mekanis-dibuang satu per satu. Serangan parah, gunakan pestisida, seperti Curacron, Decis, dan Metaphar. Untuk pencegahan taburkan Furadan. ***

Trubus 432 – November 2005/XXXVI

Category: Uncategorized

PGR itu apa sih?

PGR singkatan dari Plant Growth Regulators atau Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Ada pula yang menyebut sebagai Plant Hormone. Fungsi PGR adalah memprakasai (berujud pesan-pesan kimiawi) aktivitas sel tanaman

Category: Uncategorized