Author Archives: admin

About admin

just simple

Tips Memindahkan Pachypodium

tanaman hiasBukan hal mudah memindahkan Pachypodium, terutama untuk yang punya banyak duri seperti P. Geayi atau P. Lamerei. Untuk pemindahan seedling ke ke pot bukan masalah karena durinya belum begitu banyak. Apabila tingginya sudah mencapai 20 cm lebih masalah akan banyak terjadi.

Hati-hati dengan Duri
Disini akan dipaparkan pemindahan Pachypodium Lamerei var romusum dengan tinggi 20 cm dan Pachypodium Lamerei tinggi 50 cm. Pastikan terlebih dahulu bahwa Pachypodiumnya dalam kondisi sehat. Waktu untuk pemindahan biasanya sore hari atau pagi hari.
Perhatikan juga kondisi durinya. P. Lamerei terkenal dengan durinya yang tajam. Untuk yang tingginya 20 cm, durinya tanaman hiassudah mencapai panjang 1.5 cm sedangkan yang tingginya 50 cm durinya sudah mencapai panjang 3 cm. Jarak antar duri2nyapun padat, sehingga sulit mencari celah untuk memegangnya.

Perangkat Perang
Sebelum memulai pemindahan, sediakan terlebih dahulu pot untuk memindahkan, media (pasir & kompos 1:1, plus dolomit kalau mau), batu split sebagai dasar di pot dan perangkat pengaduk seperti sekop kecil. Demi keselamatan tangan boleh pakai sarung tangan yang cukup tebal semisal dari kulit.
Sebagai media bantu pengaman duri bisa disiapkan tissue gulung, streofom, spon, moss atau gedebong pisang. Nah tanaman hiasmedia bantu ini diharapkan tidak merusak duri saat pemindahan. Untuk yang durinya masih pendek cukup digunakan tissue, tapi apabila durinya sudah cukup panjang dan keras penggunaan streofom, spon atau moss (biasa digunakan untuk merangkai bunga).

Satu, Dua, Tiga…
Secara umum ada tiga langkah untuk memindahkan Pachypodium setelah seluruh media disiapkan. Proses ini bisa dilakuakn
Langkah I : (gambar 1 dan 2)
Lilitkan tissue gulung pada batang Pachypodium yang berduri pendek. Untuk yang berduri panjang cukup tempelkan streofom (sepasang) pada sisi batang untuk memegangnya. Kadang walaupun berduri panjang, ada juga yang tidak keras. Untuk yang seperti ini bisa gunakan moss, spon atau gedebong pisang.
Langkah 2 : (gambar 3 dan 4)tanaman hias
Miringkan pot lama yang masih berisi Pachypodium. Tahan batangnya dengan tangan. Kalau medianya poros, maka tanaman akan cepat terangkat dari potnya.
Untuk tanaman yang besar harus lebih bersabar dan berhati2. Pakai bantuan sekop kecil untuk mencongkel keluar. Kalau ada akar yang menempel di pot berhati-hatilah mencabutnya. Jangan sampai akar hidupnya terluka. Kalaupun terluka segera beri fungisida secukupnya.
Langkah 3 : (gambar 5 dan 6)
Angkat dan pindahkan Pachypodiumnya dari pot lama ke pot baru. Tidak usah terburu2. Kalau mau dibersihkan dulu tanaman hiasakarnya boleh2 saja tetapi hati2. Setelah dimasukkan ke dalam pot yang baru masukkan secara hati-hati medianya sampai akarnya terbenam semua. Kalau medianya poros dan tidak padat, kadang Pachypodium yang baru direpot akan doyong apalagi bila ukurannya besar. Untuk itu dapat disangga terlebih dahulu sampai padat medianya atau tidak doyong. Untuk itu bisa gunakan penyangga dari bambu saja.

Segarkan Terlebih Dahulu
Proses terakhir adalah adaptasi akar dan tanaman dengan media baru. Untuk itu dapat diberi vitamin B1 dan pupuk untuk akar sesuai takaran dan ditempatkan di tempat yang teduh selama 2-3 hari. Berikan juga air secukupnya.
Bila sudah lewat masa adaptasi maka Pachypodium dapat segera dipindahkan ke tempat yang terbuka dan disinari matahari langsung. Proses pindah pot ini bisa dilakukan 1 tahun sekali kalau memang ingin dilakukan. Tetapi kalau mau 3-5 tahun sekali juga tanaman hiastidak jadi masalah asalkan media mempunyai unsur hara yang terjaga. Pemberian pupuk organik yang bisa memperbaiki struktur media bisa digunakan untuk menjaga unsur hara media Pachypodium.

Selamat mencoba. Jangan takut tertusuk duri, karena proses pemindahan ini pastinya akan tertusuk juga.

Daniel Hendrawan @ daniel@dokterniken.com

Category: Uncategorized

Langkah Praktis Mencipta Dwarf Arabicum.

tanaman hiasSebelumnya, pastilah masih ada diantara kita yang bingung dengan makna arti kata Arabicum Dwarf, yang mana arti sebenarnya adalah tanaman adenium jenis arabicum yang kuntet, cabang-cabangnya tidak meninggi, sementara caudex (bonggol bawahnya) akan melebar, disertai kerutan-kerutan yang akan menampakkan kesan ketuaan pada si kuntet ini. Hingga dia nampak jadi begitu eksotis. Ada 2 ciri karaktersitik yang perlu untuk diperhatikan dari bentuk Dwarf atau Bonsai Arabicum adalah sebagai berikut :

Pertama, kulit batang kelihatan sangat berkerut (very wrankle) , warna lebih gelap, dan banyak lipatan-lipatan (many joints). Kulit yang berwarna gelap dengan ukuran seperti gambar di atas bertanda pertumbuhan akan berhenti terutama cabang utamanya (melambat) atau tumbuh pelan akan tetapi caudex menjadi semakin bertambah chubby (gemuk).

Kedua, tetap stabil dengan banyak cabang pendek dalam caudex yang gemuk. Sehingga sangat menarik karena kelihatan klasik dan antik.tanaman hias

Dua hal karakter di atas bisa menentukan dan menjadi tolak ukur kualitas dari suatu bentuk Dwarf Arabicum atau Bonsai Arabicum.

Sementara ada tiga jenis arabicum hybrid yang dapat menghasilkan bentuk Dwarf Arabicum dengan kualitas yang baik, yakni Petch Na Wang, Lop Bu Ri dan Sing Bu Ri.

Langkah-Langkah Membuat Dwarf

Ada beberapa langkah dalam membuat Dwarf atau Bonsai di antaranya sebagai berikut :

tanaman hiasLangkah pertama:
Kita memilih hanya dari biji yang
segar dan sehat dari tiga jenis di atas.

Langkah kedua:
kita musti menggunakan media khusus termasuk pengaturan kadar air dan penyiraman, yang dapat menyuburkan pertumbuhan biji agar tumbuh lebih baik dan lebih cepat dan menghasilkan bentuk terbaik.

Langkah ketiga:
Setelah kecambah biji tumbuh dari media khusus antara 2-3 hari, Kita memperhatikan pertumbuhan benih dengan teliti dan mengikuti tahap-tahap pertumbuhan sampai berumur 6 bulan

Langkah keempat:tanaman hias
Bentuk terbaik adalah berbentuk seperti crown (mahkota) dengan caudex yang gemuk don pastikan kulit cabang hijau. Cabang hijau berarti seedling dapat tumbuh besar dan besar. Beberapa mungkin dapat tergoncang saat tumbuh, sebelum benar-benar sehat yang akhirnya dapat kehilangan bentuk bagus.

Setelah 6 bulan bentuk Dwarf akan menjadi semakin stabil. Sekarang tinggal memutuskan apakah akan dijadikan bentuk besar atau bonsai (dwarf) yang akan mempengaruhi langkah pertumbuhannya nanti.

-nja, agrobis, edisi 716, februari 2007

Category: Uncategorized

Aglo Tetap Berkibar di Salma Shofa

Bursa Tanaman Hias di Salma Shofa Samarinda
5-15 Desember: Di tengah marak dan hiruk pikuknya anthurium terutama jenmanii, Salma Shofa, Pusat Tanaman Hias yang juga sarana rekreasi edukatif dan sarana edukasi yang rekreatif di Samarinda kalimantan Timur tetap mengibarkan aglaonema sebagai tanaman hias terkemuka di Indonesia.

Di tengah marak dann hiruk pikuknya anthurium terutama jenmanii, Salma Shofa, Pusat Tanaman Hias yang juga sarana rekreasi edukatif dan sarana edukasi yang rekreatif di Samarinda kalimantan Timur tetap mengibarkan aglaonema sebagai tanaman hias terkemuka di Indonesia.

Sebagai bukti berkibarnya aglaonema sebagai tanaman hias, Salma Shofa yang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang terletak di jalan Mugirejo Km 4,5 kecamatan Samarinda Utara akan menyelenggaran bursa tanaman hias dengan menjadikan aglaonema sebagai pajangan utama. Kegiatan tersebut yang sudah mulai digelar 5 Desember dan berakhir 15 Desember itu dilaksanakan untuk menandai ulang tahun pertama pusat tanaman hias ini.

Semua tanaman hias ada di sini. Mulai sansevieria, anthurium, philodendron, dan tanaman hias lainnya, Salma Shofa tetap mengedepankan aglaonema karena meyakini tanaman hias ini lebih berprospek di masa depan. Mengapa? Karena aglaonema tidak bisa diperbanyak secara massal kecuali melalui kultur jaringan. di Indonesia, cara itu belum biasa. Bahkan oleh Greg Hambali sekalipun.

Buktinya, puluhan tahun sudah Aglo hadir, harganya relatif stabil dan penghobinya semakin berkembang dan meluas ke seluruh pelosok nusantara. Aglo di Salma Shofa terbilang lengkap, mulai aglo dari bangkok seperti lady valentine, heng2, margareta, siam pearl, kaochin, lipstik silver, lipstik putih, tricolor, alexander, legacy silver, legacy green, venus, dut unyamanee, lipstik aurora, prosperity, wak meng, lu lai wan atau big roy, golden lucky, isabella, king of siam hijau, agatha, siam jade. Yang lokal juga ada seperti madame soeroyo, jatayu, camelia, amelia, bima, nina, evita, srikandi, diana, JT 2000, pride dan black
sumatera. dan sebagainya.

Menurut Pernyata, bursa ini dimaksudkan juga untuk mendukung Pemerintah dengan gerakan hijau, bersih dan sehat. Karena itu, bursa tanaman hias ini tidak semata-mata menjual tanaman hias, tapi mengenalkan salma shofa sebagai wadah edukasi yang rekreatif atau wadah rekreasi yang edukatif.

Kalau nggak beli, ya jalan-jalan hirup udara segar alam khas pedesaan kata Amin salah seorang pengelola Salma Shofa.

Mengapa terus diburu?
Menurut Amin, bagi penghobi aglo, demikian aglaonema biasa disebut, bursa kali ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pencinta aglo yang barangkali belum tahu sosok siti nurbaya, siti nurhaliza, chaopraya, golden lucky, isabela, prosperity, dsb.

Seperti diketahui, Salma shofa memang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang memiliki aglo paling lengkap. Aglo tiba-tiba diburu banyak orang. Hampir semua kios bunga yang dulu menjual tanaman hias out door melengkapi koleksinya dengan tanaman hias indoor. Selain dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau rezeki, juga karena tanaman hias ini memunculkan pesona dari keindahan corak daunnya.

Aglaonema juga biasa disebut Chinese Evergreen, karena orang yang pertama kali membudidayakan adalah orang Cina. Di Indonesia lebih dikenal sebagai Sri Rejeki. Thailand yang terkenal di bidang hortikultura berhasil mengembangkannya melalui penyilangan dan menghasilkan variasi warna daunnya dan karena itu di Thailand dikenal sebagai Siamese Rainbow atau pelangi dari Thailand.

Di Indonesia, aglaonema terkenal berkat jasa Gregori Garnadi Hambali yang berhasil dengan silangan lagendarisnya yang diberi nama Pride of Sumatera tahun 1985. Pada waktu itu, Pride dijual dengan harga 350 ribu Rupiah perdaunnya. Pencinta aglaonema pun semakin meluas, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia bahkan di Kaltim, meski harganya sangat mahal, ada yang selembar daunnya mencapai 10 juta Rupiah.

Saat ini terdapat sekitar 350-an aglaonema hibrida. Namanya pun macam-macam seperti lipstick, madame soeroyo, adelia, duut unyamanee, venus, jatayu, ruth, camellia, rorojongrang, dsb.

Aglaonema atau Aglonema – Tanaman yang disebut juga Sri Rejeki dan juga ‘Chinese Evergreen’ merupakan tanaman dari family Araceae. Genus Aglaonema terdiri dari sekitar 30 spesis.

Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, sehingga tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran yang rendah dan kelembaban tinggi.

Sekarang ini berbagai macam aglaonema hybrida telah dikembangkan, sehingga memiliki penampilan tanaman yang sangat menarik. Hybrida dari bermacam warna, bentuk, ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies-spesies alami.

Tanaman aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki corak maupun bentuk daun yang sangat menarik. Selain mudah perawatannya tanaman ini sangat cocok untuk dikoleksi karena tidak memerlukan lahan yang luas.

Saat ini, di Samarinda, penghobi aglaonema berkembang luar biasa. Yang paling banyak laku di pasar seperti Pride of Sumatra, Buterfly, Heng-heng, Lady Valentine, Northern Star.

Pada bursa kali ini, penghobi dapat melihat-lihat koleksi aglo terbaru yang belum pernah dipajang
Salma Shofa dalam pada bursa-bursa sebelumnya. Misalnya, srikandi dan diana, serta aglo lainnya.

‚?ĚKarena itu, datang saja ke bursa. Tidak bayar, kok‚?Ěkata Amin lagi.***

Category: Uncategorized