| ADRIAN YUSUF WARTONO: Diabadikan Sebagai Nama Nepenthes |
|
|
| Written by Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Saturday, 19 January 2008 01:07 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Ketertarikannya pada Nepenthes membawanya naik turun gunung, menjelajah daerah-daerah terpencil. Bukan untuk mengambil, tetapi cukup melihat keindahan si kantong semar. Bagi mahasiswa Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang ini, menyaksikan Nepenthes di habitat aslinya merupakan kenikmatan tersendiri. Bunga balon dikira Nepenthes Saya tahu Nepenthes darl buku. waktu masih kecil, kenang Adrian. lelaki 23 tahun ini. Kala itu, Adrian kecil penasaran melihat gambar tanaman yang makan serangga. Pencarian pun dimulai. Pada awalnya, ia menemukan tanaman berkantung, dan dikiranya Nepenthes. Dia amati lama. tapi kok tidak menangkap serangga. Ternyata tanaman bunga balon (Asclepias physocarpa). Pencarian dilanjutkan. Dari rekomendasi tetangganya, Adrian pun mendapatkan biji tanaman yang namanya menggunakan semar juga. Dengan telaten, ia semai biji itu hingga tumbuh dewasa. Bunganya kuning cerah seperti terompet. Namun. hingga berbuah pun tidak muncul kantong. apalagi menangkap serangga. Bentuknya seperti scrotum pada alat kelamin laki-laki Makanya dinamai alat kelamin semar hehehehe. kenangnya sambil tertawa. Tanaman itu tak lain adalah bunga ginje (Thevetla peruviana). Semakin sering kecele. semakin penasaran dengan yang namanya kantong semar. Suatu ketika Adrian menemukan tanaman dikerumuni lalat. Baunya pun dahsyat. Dengan semangat ia mendekati tanaman itu. Tetapi mengapa lalatnya tidak dimangsa. Ternyata saya menemukan Amorpophalus.' kata Adrian. Tanaman yang juga disebut bunga bangkai itu memang menarik lalat lantaran baunya. SelanJutnya Adrian nyaris terkecoh dengan anggrek kantong semar atau anggrek kantong (Paphlopedilum). Ia mengiranya Nepenthes. Bentuknya memang mirip kantong semar. Ada kantong muncul di ujung tangkai bunga. Tetapi setelah ditunggui berhari-hari kok tidak menangkap serangga. Setelah sering kecewa, pada tahun 1997. Adrian menemukan tanaman idamannya di rumah neneknya di Wonosobo, Jawa Tengah. Hari itu takkan saya lupakan seumur hidup, kenangnya bersemangat la menemukan tanaman berkantong persis seperti gambar dalam bukunya. Kantong dilongok. Isinya ditumpahkan. Ada banyak sisa-sisa bangkai organ serangga terkumpul di sana. Cinta tak harus memiliki Cinta pandangan pertama. Begitulah kirakira yang dialami Adrian begitu menemukan sosok Nepenthes. la lantas berburu ke hutan dan gunung, dan berharap bisa membawa pulang dan memelihara Nepenthes yang unik itu. Ternyata setiap kali membawa Nepenthes dari habitat aslinya, selalu layu. kenang lantas mati. Kejadian itu berulang. Ia pun sedih melihat Nepenthes peliharaannya sekarat. Ia mengakui, saat itu belum tahu cara budidayanya. Belum banyak literatur yang membahas budidaya Nephentes. Padahal di peta Nepenthes dunia, Indonesia (Kalimantan) merupakan kerajaan Nepenthes terkaya di dunia. Mengingat kenyataan itu, Adrian bersama penggemar tanaman Nepenthes dl Ma',ang. mendirikan kelompok bernama Divisi Nephentes Indonesia. Terdiri sekumpulan anak-anak muda yang pengin tahu tentang Nepenthes dan mempelajarinya di alam. Meski semakin tergila-gila Nepenthes, Adrian tidak lantas mengoleksinya di rumah. la justru lebih suka mengunjungi Nepenthes di habitat aslinya Ini, ada yang lebih fotogenik, katanya sembari menunjuk serumpun Nepenthes gymnamphora. Tanaman berkantong merah itu tumbuh di lantai/hutan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. kepuasan tersendiri saat mengunjungi Nepenthes di habitat aslinya. Setlap kali menemukan Nepenthes, ia akan mencatat koordinat lokasi dan kondisi tanaman itu. Suatu saat ia akan memantau pertumbuhan tanaman itu. Menemukan Nepenthes baru Hobi itu membawa Adrian menelusuri hutan di kawasan Pulau Jawa, Sumatera hingga Kalimantan. Dari perjalanan itu. ia menyumbangkan spesimen Nepenthes ta/angense dari bukit Talang, Sumatera, yang kini dikoleksi Museum Bogoriense, Bogor. Spesimen itu sangat langka. Selain itu, Adrian juga menemukan Nepenthes jenis baru di sebuah gunung di Jawa Tengah. Nepenthes itu dinamai Nepenthes adrianii. Kini, Nepenthes itu masih dalam proses pengakuan secara internasional. Nah, siapa berminat mengikuti jejak petualangan Adrian? TEKS/FOTO: TITIK KARTITIANI Flona MEi 2006 INFO: Nepenthes Adrianii Awalnya saya tidak tahu kalau itu jenis baru. terang Adrian. Mirip Nepenthes gymnampora. Jenis ini epifit. tumbuh di dataran tingl. Daun seperti sendak. Kantangnya berlekuk di tengah, seperti punya pinggang. Kantang bawah (lower pitcher) seperti silinder. Jika dilihat dari samping, mirip perahu. Bentuk tutup pitcher seperti Nepenthes spatulata, sehingga diperkirakan lebih dekat ke Nepenthes spatulata ketimbang Nepenthes gymnamphora. TIPS: Mengawali Hobi Nepenthes 1. Kenali dulu spesies, cara hidup dan budidayanya. Cari info sebanyak-banyaknya, Jangan buru-buru mengambil dari alam. Karena akan sia-sia. Di alam habis, di rumah pun mati. 2.Jika terpaksa mengambil dari alam, ambilah bijinya. Jika mengambil bijinya, tak akan banyak memakan korban. Tanaman yang tumbuh dari hasil semaian akan lebih mudah dan lebih bagus daripada tanaman yang diambil dari alam. 3.Akan lebih mudah merawat Nepenthes hasil budidaya. Karena hasil budidaya sudah mengalami prases adaptasi.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||