Info Tanaman Hias Indonesia

KEBONKEMBANG.COM

Andrianto Hermawan: Terpikat Indahnya Warna Daun Aglonema Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 19 January 2008 03:50
Addthis

JAKARTA. Aglonema atau yang lebih akrab disebut Sri Rezeki ternyata masih menjadi primadona bagi kolektor tanaman hias. tanaman hias indoor ini selain menjadi koleksi karena keindahannya, bisa juga membawa rezeki yang tak kalah indahnya.

Andrianto Hermawan atau lebih akrab dipanggil Andri adalah salah satu kolektor tanaman hias ini. Andri mulai mengenal aglonema sejak kecil. Sebab, orangtuanya kerap menaruh tanaman ini di ruangan untuk mempercantik suasana. Orangtua suka karena pertumbuhannya cepat dan cantik untuk ditaruh di dalam rumah, katanya tentang perkenalannya pertama kali dengan aglonema.

Kata Andri, selain cocok diletakkan di dalam ruangan, tanaman ini juga pas sebagai penghias teras, diletakkan di atas meja atau diletakkan di lahan yang teduh. Kalau jenis tanaman hiaslainnya lebih dikenal karenakeindahan bunganya, aglonema terkenal karena keindahan dan jumlah daunnya.

Berharap bisa menyilangkan

Tetapi saat itu, Andri belum tertarik untuk mengoleksi. Baru kemudian, ketika Andri pulang ke kampung halamannya di Kudus, Jawa Tengah beberapa tahun lalu, dia mulai tertarik untuk mengoleksi. Saat itu Pakde saya mengelap hybrid aglonema baru yang berwarna hijau kekuningan dan merah dengan susu agar lebih mengkilap, kata Andri.

Belakangan ia tahu, hybrid baru tersebut bernama Sithiporn, yaitu hasil silangan aglonema pria bernama Sithiporn Donovan dari Thailand dan Donna Carmen yang merupakan hasil silangan lokal Greg Hambali yang disebut-sebut sebagai orang yang berhasil menyilangkan aglonema pertama kali di Indonesia.

Andri baru sadar, aglonema bukan berwarna hijau saja, tapi bisa juga disilangkan dengan jenis lain untuk mendapatkan warna yang lebih cantik. Corak aneka warna yang dihasilkan dari penyilangan menarik hati Andri.

Selain karena kecantikannya, Andri gemar dengan aglonema karena daya tahannya berada di ruangan tertutup. Sampai dua minggu di ruangan pun masih segar bugar. Berbeda dengan tanaman lain yang bisa kekurangan sinar langsung ngedrop atau pun layu, kata Adri.

Pria berusia 32 tahun ini lantas memboyong Sithiporn dan Donna Carmen ke rumahnya di Jakarta. Dari dua pot ini, Andri lalu memisahkannya ke beberapa pot lagi untuk dikembangbiakkan.

Di rumahnya di kawasan Pamulang, Andri sudah mempunyai lebih dari 50 jenis dan hybrid aglonema. Di antaranya adalah pride of Sumatra, butterfly, king of siam, ruby greg compacta, dan golden lipstick.

Menanam aglonema sebenarnya tidak sulit, banyak cara yang bisa kita gunakan. Ada cara vegetatif seperti setek batang, pemisahan rumpun atau anakan. Ada pula cara generatif seperti penyemaian biji. Setek batang merupakan cara yang paling mudah. Setelah satu bulan, biasanya batang sudah berakar dan daun mulai muncul.

Selain mengoleksi tanaman cantik ini, Andri juga gemar menyilangkan tanaman aglonema yang sudah ada untuk menciptakan warna baru yang lebih bervariasi. Tapi sayang, sampai saat ini saya belum berhasil menciptakan warna tanaman aglonema baru, ujarnya.

Untuk merawat dan menyilangkan tanaman ini memerlukan tenaga ekstra. Tiap-tiap jenis varietas, baik spesies maupun hybrid mempunyai karakter dan perlakuan yang berbeda-beda, kata pria yang sehari-harinya bekerja sebagai system network engineer ini.

Selain berupaya menyilangkan sendiri, Andri juga tak segan berguru kepada ahli penyilangan seperti Greg Hambali, Nurdi Basuki dan Sukasdi.

Untuk menghasilkan hybrid baru berwarna merah seperti Donna Carmen dan Pride of Sumatera, Andri menggunakan indukan pejantan Rotundum dan indukan Commutatum tiga warna. Pejantan Rotundum sebaiknya yang berasal dari Aceh karena lebih subur. Tapi jenis ini memang lebih rewel perawatannya, sehingga hasil persilangan saya sering gagal, ujarnya.

Sedangkan untuk menghasilkan hybrid baru berwarna silver atau abu-abu, Andri menggunakan pejantan yang bernuansa silver seperti Nitidium fantasy, Nitidium Curtisi dan Commutatum illuminum. Ada juga jenis Tiara yang merupakan hasil persilangan Comatatum dengan Rotundum.

Ciri-cirinya, memiliki daun yang besar, bagian atas daun berwarna kehitaman, tulang daun berwarna merah menyala dengan dihiasi bintik-bintik kuning. Lalu ada Widuri yang memiliki bias warna oranye dan memiliki daun yang tebal. Sedangkan jenis JT 2000 memiliki bintik-bintik merah jambu yang cantik.

Selain mengoleksi, Andri juga menjual aglonema. Terutama yang masih anakan. Harganya sampai ratusan ribu rupiah. Apalagi, tanaman ini dihargai per daunnya. Dari koleksinya, Andri pernah menjual Pride of Indonesia Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per daun, aglonema butterfly 15 daun Rp 350 ribu per pot, aglonema King of Siam 25 daun Rp 400 ribu per pot, aglonema ruby greg compacta Rp 300 ribu per daun, dan aglonema golden lipstick Rp 250 ribu per pot. Andri juga mengikuti wadah kolektor aglonema untuk barter atau melelang koleksinya. Koleksi sudah banyak tapi saya belum bisa menyilangkan , ujarnya.

Menikmati Indahnya Daun Sekaligus Memetik Hasilnya

AGLONEMA atau dikenal juga dengan Sri Rejeki mulai naik pamornya sekitar tahun 2000. Saat itu pengusaha bunga asal Bogor bernama Greg Hambali berhasil menyilangkan aglonema luar asal Filipina yang bernama Comatatum dengan Rotundum asal Aceh. Hasil persilangan ini diberi nama Pride of Sumatera dengan corak daun berwarna merah. Dari situlah orang baru sadar, bahwa aglonema bisa disilangkan untuk menghasilkan warna yang variatif.

Sejak itu, aglonema banyak disilangkan dan diperjualbelikan. Ada variasi warna kuning, merah jambu, bintik abu-abu, bahkan warna oranye. Penjualannya bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah sampai jutaan rupiah. Bahkan ada yang dijual per daun. Semuanya tergantung dari kualitas dan jumlah daunnya, kata Andrianto Hermawan, seorang kolektor aglonema.

Selain menjadi seorang kolektor, biasanya mereka juga menjual hasil anakan yang mereka kembangkan. Dari hasil berjualan, banyak kolektor menambah koleksinya dengan membeli jenis yang lebih mahal. Tak hanya puas menikmati indahnya daun, aglonema juga bisa menambah menambah kantong rezeki bagi penggilanya.


Terpikat Indahnya Warna Daun Aglonema
Magdalena Sihite
Kontan: 2 Mei 2007

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
You are here  :

Resources TopOfBlogs Add to Technorati Favorites Gardening Blogs - BlogCatalog Blog Directory tanaman hias newsfeed

Astaga.com lifestyle on the net