| WANI KASIM:Cattleya Berbunga Spanjang Masa |
|
|
| Written by Flona | |||||||||
| Saturday, 06 December 2008 05:06 | |||||||||
|
Gara-gara Cattleya yang dibeli selalu mati, ia semakin semangat mencari tahu cara merawatnya. Pada akhirnya ia jatuh cinta pada Cattleya. KECINTAANNYA PADA ANGGREK, TERUTAMA CATTLEYA, TIDAK DATANG TIBA-TIBA. "Sejak SMA saya sudah mengagumi Cattleya," kenang Wanda, panggilan akrab Wani Kasim. ![]() PUNYA PERASAAN
Dengan perawatan ini, tak hanya Cattleya yang tumbuh bagus. Phalaenopsis, Vanda, dan Dendrobium juga rajin berbunga di rumahnya. Selain perawatan umum yang diterapkan untuk tanaman, Wanda memperlakukan Cattleya sebagaimana teman atau anaknya sendiri. Ketika pulang dari bepergian, yang pertama kali ditanyakan adalah bunga-bunganya, barn anggota keluarga yang lain. Juga setiap bangun tidur pada pagi hari, Wanda menuju ke kebun dan ngobrol dengan tanamannya. "Tanaman itu seperti ngerti dengan apa yang kita omongkan," ujarnya yakin. Misalnya saja ketika ada tanaman yang tak kunjung berbunga, Wanda memintanya untuk memunculkan bunganya. Tak berapa lama, bunga pun muncul. Tentu saja, tak hanya cukup diajak ngobrol namun juga dirawat secara benar. MEMAJUKAN PAI MEDAN
"Ibu JK (Jusuf Kalla) pun tertarik ketika mengunjungi Stan saya," kata Wanda berbangga hati. Diakui Wanda, PAI Medan memang belum begitu aktif. la mengharapkan, ada banyak kegiatan
Demi kemajuan PAI Medan, tak jarang Wanda berkorban material dan waktu untuk mengikuti pameran atas nama PAI Medan. "Saya harus banyak belajar dari pameran. Hasilnya akan saya ceritakan pada teman-teman di PAI Medan agar mereka lebih bersemangat," katanya mantap. Jika banyak belajar, penganggrek di Medan bisa menyaksikan semua anggreknya berbunga sepanjang masa. *
TIPS: LIMBAH DAPUR BIKIN SUBUR Wanda memanfaatkan limbah dan bumbu dapur untuk menyuburkan tanaman. Semisal air bekas cucian beras. Air beras itu disaring lantas disemprotkan pada anggrek sehari sekali. Anggrek pun tumbuh subur karena air cucian beras mengandung C dan N dari karbohidrat beras yang terlarut.
TEKS:TITIK /FOTO: ARMIN/DOK.PRIBADI
Discan/OCR oleh Sabina dari majalah Flona Edisi 67/V September 2008
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|