Kalau anda ingin mengkoleksi tanaman khas Kalimantan tak harus berburu masuk ke hutan rimba. Di pasar bunga Pal 7 Banjarmasin sudah bisa mendapatkan ragam tanaman hias hingga yang berkasiat herbal. Harganya tidak mahal. Merogoh kocek Rp 50 ribu saja sudah bisa berbelanja beberapa jenis tanaman. Anda tertarik untuk mampir?
Pasar bunga tradisional Pal 7 merupakan tempat bursa tanaman hias terbesar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berbagai tanaman hias maupun herbal khas Kalimantan dan tanaman urban dari Jawa dapat ditemui di sini dengan harga sangat terjangkau. Lokasinya berada di jalur kiri sepanjang jalan A. Yani mulai Pal 6,5 ? 7 (Km 6,5 ? 7) arah timur (menuju bandara udara Hasannudin Noor). Dan, aktifitasnya hanya dapat dijumpai setiap hari minggu pagi mulai pukul 05.00 hingga 13.00 waktu setempat.
Akses menuju pasar dadakan yang menjadi ikon Banjarmasin ini tidak sulit. Kalau dari kota Banjarmasin, bisa naik angkutan umum yang menuju terminal Pal 6 ongkosnya Rp 2000. Selanjutnya bisa jalan kaki sembari olah raga pagi, karena 500 meter lagi, keramaian suasana pasar tumpah pun mulai terlihat dengan banyaknya pembeli memilih tanaman yang dicari.
Keberadaan pasar bunga Pal 7 ini oleh sebagian masyarakat dijadikan sebagai tujuan akhir usai olah raga pagi. Hal itu nampak dari beberapa pengunjung masih mengenakan pakaian olah raga atau bersepeda. ? Saya ke sini naik sepeda bersama teman-teman karena rumahnya tidak jauh sekaligus olah raga,? tutur Rini Astuti yang berburu anggrek untuk menambah koleksinya.
Karena jaraknya sekitar 1 ½ km dan jumlah pedagang serta ragam tanaman yang dijual sangat banyak, sebaiknya lihat-lihat dulu tanaman yang akan kita pilih. ? Kalau langsung kita beli khawatir masih ada yang lebih bagus dan harganya lebih murah,? kata Rudi warga Banjarmasin yang sedang berburu alokasia memberi saran.
Saran Rudi masuk akal juga, pasalnya para pedagang tidak mengelompok sesuai jenis yang dijual. Dan tidak ada keseragaman harga untuk suatu tanaman. Sehingga bisa terjadi tanaman yang dijual pedagang yang ada di ujung jalan lebih mahal dan kondisinya kurang bagus dibanding yang ada di bagian tengah.
Menurut Vivi yang menjual beragam tanaman aster dan anggrek hybrid menuturkan kalau keberdaan pasar bunga Pal 7 semakin ramai dikunjungi sejak tren hobi tanaman makin popular. Dua tahun lalu jumlah penjualnya tak lebih 10 pedagang. Sejak tahun 2007 ketika hobi tanaman hias merambah Kalimantan, khususnya Banjarmasin jumlah pedagangnya terus bertambah hingga menempati ruas jalan sepanjang 1 ½ km. Dan pedagangnya tidak hanya berasal masyarakat yang tinggal di sekitar jalan A Yani saja.
? Dari Kandangan Kalteng pun banyak. Termasuk jenis tanaman yang dijual selain hasil hutan di Kalimantan pasokan dari Jawa seperti Malang Jawa Timur dan Semarang Jateng juga mendominasi. Setiap minggu truk dari Jawa yang bongkar tanaman ke pasar Pal 7 jumlahnya cukup banyak,? ujar Vivi.
Dari sekian ragam tanaman yang dijual, paling banyak diminati adalah jenis anggrek dan aglaonema serta alokasia maupun keladi. Khusus anggrek merupakan tanaman yang sudah melekat akrab dengan masyarakat Kalimantan. Mereka menyukai karena bunganya awet dan harganya masih terjangkau khususnya anggrek hutan. Sedangkan aglonema tanaman urban yang sudah dikenal lebih awal karena rembesan dari Medan yang dikenal gudangnya si Ratu daun di Indonesia.
Tanaman urban yang masih dianggap eksklusif adalah anthurium. ?Meski di Jawa sudah popular lebih lama namun masyarakat di sini masih belum banyak mengenalnya. Paling yang mereka kenal gelombang cinta itu pun hanya sebatas mendengar namanya saja tapi bentuknya belum tahu. Kalau anggrek sudah memasyarakat,? ujar Rudi.
Kenyataannya demikian, dari beragam tanaman yang ada di pasar Pal 7, jumlah pedagang yang menjual anthurium bisa dihitung jari. Itupun jenis dan kualitasnya sangat jauh dibanding dengan Jawa. Sedangkan adenium masih lebih baik responnya, karena adenium sempat mencuri hati masyarakat Kalimantan ketika booming adenium.
?Kalau kita berasal dari Jawa mending cari tanaman khas Kalimantan tapi masih jarang dijumpai di Jawa. Di pasar Pal 7 itu kita bisa mendapatkan jenis-jenis langkah dan masih segar karena baru diambil dari hutan. Misalnya bunga bangkai yang harga tertinggi Rp 50 ribu itupun ukurannya yang paling besar,? ujar Yudi yang kerap mendatangkan alokasia dari hutan lalu dijual maksimal Rp 20 ribu.
Keberadaan pasar bunga Pal 7 yang menempati ruas jalan A Yani nampaknya masih mendapat respon positif dari pemerintah setempat. Asal pedagang bisa tertib dan tidak mengganggu lalu lintas pasar bunga Pal 7 bisa menjadi ikon Banjarmasin. ? Mungkin pasar bunga di Pal 7 merupakan satu-satunya pasar bunga tradisional terbesar di Kalimantan, hal ini tidak menutup kemungkinan sebagai asset pariwisata,? ujar Sekda Prov Kalsel H. Muchlis Gafuri di sela acara pembukaan pameran tanaman hias Banjarmasin Lautan Bunga 2007. (Majalah Kembang Edisi 6/ 2008)
http://ogiex69press.wordpress.com/2008/05/17/pal-7-banjarmasin-bursa-tanaman-hias-terbesar-di-kalsel/
This article was translated by Google Translator. Thank you Google.Pal 7 Banjarmasin, Stock Largest Ornamental Plants in South Kalimantan
Pal traditional flower market where 7 is the largest ornamental plant market in Banjarmasin, South Kalimantan. Various ornamental plants and herbs typical of urban plants of Borneo and Java can be found here at very affordable prices. Located in the left lane all the way A. Yani began Pal 6.5? 7 (6.5 Km? 7) head east (toward airport Hasannudin Noor). And, its activity can only be found every Sunday morning starting at 05:00 until 13:00 local time.
Access to market the iconic Banjarmasin impromptu is not difficult. If the city of Banjarmasin, can ride public transportation to the terminal Pal 6 cost Rp 2000. Next could walk while sporting morning, because 500 yards away, the crowd spilled market atmosphere was beginning to look with many buyers choosing plants that look.
The existence of market interest Pal 7 is used by most people as an end after the morning exercise. It was apparent from some visitors still wearing sports clothing or cycling. ? I came here to ride a bike with friends because her house was not far as well as sports,? said Rini Astuti who hunt orchids to add to his collection.
Because the distance is about 1 km and the number of traders as well as plant varieties that are sold very much, you should look around the plant which will we choose. ? If we buy directly concerned there is still a better and cheaper,? Rudi said residents who are hunting alokasia Banjarmasin give advice.
Rudi suggestion makes sense too, the article of the traders are not clustered according to the type sold. And there is no uniformity of prices for a crop. So that it can happen that the merchant plants that are sold there at the end of the road is more expensive and less good condition than in the middle.
According to Vivi, who sells a variety of aster plants and hybrid orchids flower market said that if keberdaan Pal 7 more crowded since the trend of increasingly popular hobby crop. Two years ago the number of the seller not more than 10 merchants. Since 2007 when the hobby of ornamental plants penetrated Kalimantan, Banjarmasin especially the growing number of merchants to occupy the streets along the 1 km. And merchants are not only derived communities living around the road A Yani only.
? From Kandangan Kalteng that much. Including types of plants that are sold in addition to the supply of forest in Borneo from Java such as Semarang, Malang, East Java and Central Java also dominate. Each week a truck from the loading Java crops to market Pal 7 is quite a lot,? Vivi said.
Of all the varieties of plants are sold, are the most popular types of orchids and aglaonema and alokasia and taro. Special orchid is a plant that has been attached to familiar with the people of Borneo. They liked the durable and the price is because the interest rates are still affordable especially forest orchids. While urban Aglonema plants that have been known earlier because of seepage from the field known the Queen leaves warehouse in Indonesia.
Urban plants are still considered to be exclusive is anthurium. ? Although Java has been popular longer but people here are still not many knew him. At least they know the wave of love that was limited only to hear the name alone but its shape did not know. If orchids are popular in the community,? Rudi said.
In fact so, from a variety of plants that exist in the market Pal 7, the number of traders who sell anthurium can be counted on fingers. And that's the type and quality is very much compared with Java. Adenium while still better response, because it could steal people's hearts Adenium Kalimantan during booming Adenium.
? If we came from Java, Borneo mending distinctive looking plant but it is still rarely found in Java. In the market Pal 7 it we can get the kinds of steps and still fresh from taken from the forest. For example corpse flower is the highest price of Rp 50 thousand and even then most large size,? Yudi said that often bring alokasia of the forest and then sell a maximum of USD 20 thousand.
Pal flower market presence that occupies 7 A Yani street still seems to get a positive response from local government. Origin traders can not interfere with the orderly and flower market traffic could become an icon Pal 7 Banjarmasin. ? Perhaps the flower market in Pal 7 is the only one of the largest traditional flower market in Borneo, this does not rule out the possibility as tourism assets,? said Secretary South Kalimantan Prov H. Muchlis Gafuri on the sidelines of the opening exhibition of ornamental plants flower sea Banjarmasin, 2007. (Flower Magazine Issue 6 / 2008)








