Home » Jalan-jalan » Resto Bale Tineung: Resto Taman di Tengah Sawah

Resto Bale Tineung: Resto Taman di Tengah Sawah

Monday, August 15th 2011. | Jalan-jalan
Share on TwitterDigg ThisShare via email
kebonkembang.com : resto-bale-tineung-1

Resto Bale Tineung

Resto Bale Tineung

– Sajian utamanya bukan sekadar makanan khas Sunda. Hamparan taman, kolam dan saung di tengah sawah menjadi “hidangan” yang tak boleh dilewatkan. Rumah makan ini sering juga disebut sebagai RM Nasi Liwet Asep Stroberi. Terletak di salah satu ruas Bandung-Tasikmalaya, di kawasan Nagrek. Konsep taman yang menghampar di setiap sudut rumah makan ini berpadu serasi dengan sawah berundak atau terasering di sekeliling rumah makan. Terasering tersebut nampak menurun mengikuti kontur tanah hingga ke bibir sungai. Menyuguhkan pemandangan alam dan taman yang alami.

Yang menarik, rumah makan ini disamping tata letaknya yang ‘tak biasa’, juga menyediakan wisata sawah.Terdapat fasititas outbound. Sambil menunggu menu disajikan, Anda bisa mencoba flying fox. Perlintasan flying fox cukup panjang. Membentang sejauh 50 meter hingga mencapai sungai. Selain itu Anda bisa membuat kerajinan gerabah di dalam rumah keramik. Dimulai dari proses pembentukan hingga pembakaran.

Masih banyak pondok atau saung lain yang bisa dikunjung di rumah makan itu. Tiap saung memiliki model yang bermacam-macam. Misalnya saung di tengah kebun, saung berkursi, dan saung besar untuk rombongan yang menghadap ke hamparan sawah dan sungai sepanjang mata memandang. Kesan pedesaan sangat kental. Dengan bahan serta ornamen yang mayoritas terbuat dari bambu, termasuk pancuran airnya serta saung beratap ijuk dan jerami. Konsep pembangunan resto yang tak pernah sepi ini menyatu dengan alam di sekitarnya.

Resto Bale Tineung

Resto Bale Tineung

Berbagai pohon peneduh yang sudah ada sebelumnya tetap dipertahankan. Rumpun pohon bambu bisa ditemukan di banyak sudut. Berbagai jenis tanaman peneduh memang sengaja didatangkan dari luar daerah. Misalnya plumeria dan jeruk bali. Setiap saung berdiri di bawah tanaman peneduh. Sehingga suasana di dalamnya terasa sejuk.

Dari saung ke saung

Sebagai akses yang menghubungkan antara saung satu dengan saung yang lainnya, dibikin paving yang terbuat dari semen dan batu koral. Jalur tersebut dipermanis dengan pager dengan hiasan Lampu taman yang terbuat dari kayu. Pagar itu dibikin dari semen yang ditempel dengan batu koral. Di setiap sudut dan persimpangan ditanam tanaman air.

Juga dipajang guci dan tempayan gerabah. Fungsinya sebagai focal point. Sesekali jalan setapak melintas di atas parit den sungai. Untuk Sarana penyeberangan tersebut dibangun jembatan terbuat dari bambu. Di setiap ujung jembatan dihiasi dengan tanaman. Di salah satu sudut areal rumah makan juga dibangun rumah tempat membuat keramik. Di tempat tersebut pengunjung bisa mencoba dan belajar membuat tembikar gerabah. Saung tempat membuat gerabah tersebut dibangun dengan bambu dan beratap jerami. Sebagai aksen, di depan saung dipajang dua buah perahu kayu.

Tepat di depan tempat pembuatan gerabah itu terdapat sebuah sungai. Tebingnya tidak dibiarkan kosong melompong. Berbagai jenis tanaman sengaja ditanam di sela-sela tanaman liar. Diantaranya yaitu serai, helikonia, dan alokasia. Kumpulan tanaman tersebut membentuk sosok taman yang alami. Kolam dibangun di setiap saung. Berbagai jenis tanaman air melengkapi taman berkolam itu. Diantaranya papyrus, tipha, iris, dan lotus. Berbagai tanaman khas pedesaan juga ditanam. Misalnya keladi atau talas, dan pakis atau paku-pakuan. Tanaman-tanaman itu ditata mengelilingi saung. Berdampingan dengan pagar pada setiap saung. Keberadaan tanaman itu juga membuat saung bisa lebih terlihat menyatu dengan suasana alam di sekelilingnya.

Sementara itu, beberapa kolam dihiasi dengan pancuran yang terbuat dari bambu. Serta ornamen yang terbuat dari gerabah. Untuk melunakkan serta memberikan keseimbangan ditanam tanaman air mengapung di kolam. Misalnya yaitu kayu apu, dan eceng gondok. Kesan dinamis juga tercipta berkat hilir-mudik beragam ikan yang berada di dalamnya. Sudut lain menyuguhkan taman bermain dan outbond. Di lokasi ini tersedia beraneka sarana bermain. Misalnya ayunan dan papan luncur. Berbagai mainan tersebut terbuat dari bambu. Sehingga tetap serasi dengan arsitektur bangunan di sekelilingnya. Agar pengunjung bisa bermain tanpa harus kotor terkena Lumpur, taman bermain ditutup dengan ground cover berupa batu koral.

Resto Bale Tineung: Resto Taman di Tengah Sawah
Garden Juni 2010 Teks: Teguh Foto: Teguh/Yan

tags: , , , ,

Related For Resto Bale Tineung: Resto Taman di Tengah Sawah

Comment For Resto Bale Tineung: Resto Taman di Tengah Sawah

Dapatkan inspirasi berkebun serta info dan tip tanaman hias dari kami. Masukan email anda disini:

Friend me on FacebookFollow me on TwitterAdd me to your circlesRSS Feed

Tanaman Hias Indonesia

  • Partner links