Posted in Masjid

Penelitian di Masjid Denpasar Bali

Penelitian di Masjid Denpasar Bali Posted on August 28, 2017Leave a comment

Penelitian di Masjid Denpasar Bali

Penelitian di Masjid Denpasar Bali

Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental jenis Nonequivalent Control Group Design. Terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dimaksudkan untuk membandingkan kemampuan kognitif. Untuk mengetahui kondisi awal kedua kelompok, dilakukan observasi awal pada kedua kelompok. Setelah itu, kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa kegiatan bermain balok atribut sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Kemudian dilakukan observasi akhir untuk mengetahui kemampuan kognitif sesudah diberikan perlakuan. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti di masjid untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Kehadiran peneliti di lokasi penelitian adalah untuk mengumpulkan data melalui pengumpulan Sampel yang diteliti masjid. Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil, yang dianggap mewakili seluruh populasi dan diambil dengan menggunakan teknik tertentu.

Sampling dari penelitian ini harus sampling purposive. Sampling ini merupakan pendekatan kualitatif yang tidak menggunakan sampling acak, tidak menggunakan sampling dan populasi yang banyak. Sample dipilih dengan jumlah yang tidak ditentukan, melainkan dipilih dari representasinya dengan tujuan penelitian. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari masjid dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan demikian diharapkan dapat mrngetahui pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kognitif siswa RA AR-Romaliyah di Dusun Slumbung Desa Padas Kecamatan Padas . Di RA Ar-Romaliyah mendapat fasilitas bermain yang dapat menstimulus kemampuan anak untuk berfikir kreatif, mandiri, serta islamiyah. Data yang digunakan adalah data kualitatif, data yang diungkapkan dalam bentuk kalimat serta uraian-uraian. Data kualitatif amat bersifat subjektif, karena peneliti yang menggunakan data kualitatif, sesungguhnya harus berusaha sedapat mungkin untuk menghindari sikap subjektif yang dapat mengaburkan objektivitas data penelitian.

Dalam penelitian ini sumber data didapatkan Sumber data primer adalah sumber pertama dimana sebuah data dihasilkan. Sumber data primer berasal dari siswa melalui pengamatan secara langsung dan pengambilan foto. Jadi sumber data ini penggabungan dari kegiatan melihat, mendengar dan bertanya peneliti. Sumber data sekunder adalah sumber data kedua sesudah sumber data primer. Karena sesuatu dan lain hal, peneliti atau sukar memperoleh data dari sumber data primer di masjid, dan mungkin juga karena menyangkut hal-hal yang sangat pribadi sehingga sukar data itu di dapat langsung dari sumber data primer. Oleh karena itu, sumber data sekunder diharapkan dapat berperan membantu mengungkap data yang di harapkan. Begitu pada keadaan semestinya yaitu sumber data primer dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan masjid, sumber data sekunder dapat membantu memberi keterangan, atau data pelengkap sebagai bahan pembanding. Adapun sumber sekunder terdiri dari buku-buku, kamus-kamus, rapot siswa, internet atau karya tulis lainnya yang berkaitan dengan tema dalam tulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *