| Pupuk Terbaik Aglaonema |
|
|
| Written by TabloidGallery/Bayu | |||||||||
| Tuesday, 12 August 2008 04:28 | |||||||||
|
Banyak persepsi yang mengatakan kalau aglaonema harus menggunakan unsur
yang netral/seimbang saat pemberian unsur makro, terutama NPK. Namun
sebenarnya, ada dua unsur yang memberikan efek paling berpengaruh pada
tampilan aglaonema dewasa. Fosfor dengan simbol P dan kalium dengan
simbol K, keduannya merupakan kunci mendapatkan aglaonema berkualitas.
Unsur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) memang unsur makro yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan, sehingga hampir semua pupuk akan mengambil unsur ini sebagai poin penting. Hanya yang membedakan adalah jumlah komposisi dan kandungan zat terlarut yang dimasukkan.
Aglaonema memang unik, karena pertumbuhan tanaman diupayakan untuk
menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu mengeluarkan karakter warna.
Di sini, kebutuhan kedua faktor itu bisa dipenuhi dengan mengandalkan
unsur P dan K yang mempunyai komposisi lebih besar. Namun bukan berarti
Nitrogen (N) dilupakan, karena unsur ini tetap dibutuhkan, tapi untuk
usia aglaonema dewasa kebutuhan unsur ini tak terlalu besar. Baik bila terjadi proses yang terjadi di permukaan daun, seperti respirasi dan transfer energi, maka otomatis struktur yang dimiliki juga mengikutinya. Pada daun aglaonema akan membuat daun terlihat lebih mengkilat dan warna lebih keluar. Sebab, P juga mendukung proses fotosintesis sebagai pabrik pengolahan makanan di tanaman. Gejala kekurangan unsur P akan menyebabkan,warna hijau daun lebih gelap dari yang normal. Selain itu, daun di bagian bawah sering berwarna keunguan, terutama diantara tulang-tulang daun. Parahnya, di tahap kritis daun akan terlihat rapuh dan mudah layu, seperti tak mempunyai kekuatan untuk berdiri dan akhirnya menghambat pertumbuhan daun baru aglaonema. Dari paparan itu, jelas penting untuk memenuhi kandungan P dalam pot aglaonema. Sebab, sebagai tanaman yang dipelihara dalam pot sirkulasi unsur hara lebih rendah dibandingkan penanaman dalam tanah, sehingga wajib diberikan unsur tambahan dengan memberikan pupuk NPK. Selain dari kimia, unsur P secara organik bisa ditambahkan dari humus daun bambu, tapi harap dijaga sterilisasinya untuk menghindari bakteri masuk Unsur lain yang juga memegang peranan penting adalah Kalium (K) dalam bentuk ion K+ yang larut dalam air tanah. Kalium akan memberikan bantuan untuk pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, juga memperkuat jarngan tanaman sekaligus membentuk anti-bodi untuk melawan penyakit. Unsur ini juga ikut mengaktifkan enzim, terutama yang terkonsentrasi pada jaringan meristem. Kekurangan unsur ini jelas akan membuat tanaman mudah terserang penyakit dan ini tentu akan merusak keindahan aglaonema. Struktur daun bisa berubah dan berwarna kuning dimulai dari tepi daun menuju ke pusat/tengah dan akhirnya mati. Di bagian akar akan menyebabkan kekerdilan yang berujung berkurangnya kemampuan untuk menyerap makanan, sehingga tanaman akan kekurangan nutrisi. Menghindari hal itu, tentu harus ada asupan lebih unsur K yang
membuat tanaman tahan penyakit dan punya struktur kuat, baik dari
batang, tangkai daun maupun daun.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|