Penyakit Tanaman Hias

Share on TwitterDigg ThisShare via email

Penyakit yang menyerang tanaman hias pada umumnya disebabkan oleh dua penyebab utama yaitu jamur dan bakteri. Serangan jamur lebih sering dijumpai daripada serangan bakteri. Jamur berkembang biak dan memperoleh makanan dari tanaman. Mereka mudah memperbanyak diri dengan miselium dan spora. Pencegahan serangan penyakit bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan tumbuh tanaman, media tanam yang steril dengan PH yang tepat, menjauhkan tanaman yang terserang penyakit dari tanaman yang sehat serta penyemprotan fungisida/bakterisida secara bekala.

Berikut adalah beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman hias :

1. Busuk Akar

Busuk akar disebabkan oleh serangan jamur Phytium.Sp. Busuk akar terjadi karena media tanam terlalu basah dan berkelembaban tinggi. Air yang terlalu lama menggenang menyebabkan media menjadi becek dan dalam waktu singkat menyebabkan akar menjadi busuk, daun menjadi pucat, layu lalu busuk.

Pencegahan yang paling penting adalah dengan menggunakan media tanam yang porous, steril dan menjaga agar media tidak terlalu lembab dan basah berlebihan. Namun apabila serangan sudah terjadi, maka segera bongkar media, buang akar yang terserang, lalu oleskan/spray fungisida seperti Dythane atau Antracol. Lalu tanam kembali kedalam media baru yang porous dan steril.

Pencegahan dan penanganan tanaman yang terserang busuk akar bisa pula dilakukan dengan penyemprotan fungisida sistemik seperti Previcur N dengan dosis 2 ml/Liter.

2. Layu Fusarium

Layu Fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium Oxysporium. Layu Fusarium terjadi karena media tanaman terlalu masam dan basah/lembab berlebihan. Gejala serangan ditandai dengan memucatnya tulang daun sampai berubah menjadi coklat keabu-abuan, kemudian diikuti dengan menunduknya tangkai yang membusuk. Apabila perbatasan antara akar dan batang dipotong, maka akan terlihat cincin cokelat kehitaman diikuti busuk basah pada berkas pembuluh.

Pencegahan yang perlu dilakukan adalah dengan cara mencegah media tanam basah/becek terlalu berlebihan. Namun apabila serangan sudah terjadi, maka gunakan fungisida Derosal 500 SC dosis 2 ml/Liter, atau Delsane dosis 2 Gr/Liter, atau Folicur 25 WP dosis 2 Gr/Liter. Apabila serangan sudah cukup parah, maka sebaiknya terapi fungisida diikuti dengan penggantian media tanam yang steril.

3. Layu Bakteri

Layu bakteri disebabkan oleh bakteri Erwinia Coratovora. Bakteri ganas yang mampu merusak tanaman dalam waktu singkat. Serangan layu bakteri ditandai dengan melunaknya daun dan batang, seperti habis terkena air panas, berwarna cokelat dan mengeluarkan bau yang busuk, karena terjadi kerusakan jaringan tanaman. Bagian tanaman yang terserang akan mengeluarkan lendir putih, kental dan lengket.

Pencegahan yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan tanaman, hindari kelembaban yang terlalu berlebihan dan jangan sampai membiarkan media terlalu basah dalam waktu lama. Apabila serangan telah terjadi, maka hal paling awal yang harus dilakukan adalah membuang bagian tanaman yang terserang lalu dibakar, agar tidak menular kepada tanaman yang sehat. Jauhkan tanaman yang terserang dari tanaman yang sehat. Lalu semprot tanaman dengan bakterisida Agrept dosis 2 gr/Liter pada seluruh bagian tanaman. Untuk lebih memastikan efektifitas treatmen yang kita lakukan, maka sebaiknya segera ganti media tanam dan pot dengan yang baru dan steril.

Untuk serangan yang cukup serius, maka gunakan Agrept dosis 2gr/Liter dicampur dengan fungisida Folicur 250 EC dosis 2ml/Liter. Bahkan beberapa hobiis menggunakan cara mencabut tanaman dari media, dicuci bersih lalu direndam dalam larutan tadi sampai 1 jam.

4. Bercak Daun

Bercak daun disebabkan oleh jamur Botrytis Sp. Cirinya adalah munculnya bercak di daun. Bercak tersebut langsung menyambung dengan warna asli daun yang sehat. Bercak tersebut lama kelamaan akan membusuk.

Seperti pada penyakit tanaman lainnya, maka cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga agar media tanam tidak basah secara berlebihan.

Apabila serangan sudah terjadi, maka buang bagian tanaman yang terserang, lalu lakukan penyemprotan fungisida Sistemik macam Folicur 25 WP dosis 2 gr/Liter atau Folicur 250 EC dosis 2 ml/Liter.

5. Antraknosa

Penyebabnya adalah jamur Colletotrichum Gloesporioides yang mula-mula menyerang seludang bunga dengan gejala munculnya bercak kecoklatan. Pada lingkungan dengan kelembaban tinggi, bercak tersebut semakin meluas, tampak seperti berair dan mengalami kerusakan atau nekrosis. Jika dibiarkan, penyakit akan menjadi semakin parah yang pada akhirnya bisa menyebabkan kematian.

Apabila serangan sudah terjadi, maka perlu dilakukan penyemprotan fungisida seperti Dythane 2 Gr/Liter atau Folicur 250 EC dosis 2 ml/Liter.

6. Bercak Kuning

Bercak kuning sering menyerang Anthurium dan telah menjadi momok yang menakutkan bagi pekebun dan hobiis. Anthurium yang terserang penyakit bercak kuning umumnya sulit disembuhkan, karena penyakit ini sangat cepat menyebar ke seluruh tanaman.

Mula-mula muncul noktah kecil berwarna kuning pada daun yang semakin lama semakin lebar, hingga seluruh permukaan daun anthurium tertutup warna kuning. Setelah satu daun terserang, maka daun-daun yang lain tinggal menunggu giliran, sampai semua kuning dan akhirnya tidak bisa diselamatkan.

Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ini. Para hobiis menganggap penyakit ini bersifat multifactor seperti media terlalu lembab, aliran udara tidak lancar, komposisi media kurang tepat dan kelebihan pupuk kandang.

Meski belum pasti disebabkan oleh jamur, tetapi pengendalian dengan menggunakan fungisida patut dicoba. Cara paling ekstrim yang bisa dilakukan adalah menggunduli semua daun tanaman yang terserang, lalu semprot dengan larutan fungisida. Anakan yang muncul nantinya diharapkan akan menjadi tanaman yang sehat.

Demikian beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman hias. Karena umumnya serangan penyakit ini disebabkan oleh lingkungan tanaman yang kurang bersih serta media tanam yang becek dan kurang steril, maka tindakan pencegahan dengan menjaga lingkungan tanaman yang bersih dan sehat, memperhatikan sirkulasi udara disekitar tanaman serta menggunakan media tanam yang porous dan tidak becek berlebihan, selayaknya diperhatikan. Semoga membantu.

Sumber :
1. Trubus Infokit, Aglaonema – Trubus
2. Trubus Infokit, Adenium – Trubus
3. Mengenal dan Merawat Anthurium Daun, Hendra Tanjung & Drs. Agus Andoko – Agromedia Pustaka

http://emirgarden.blogspot.com/2008/08/penyakit-tanaman-hias.html

This article was translated by Google Translator. Thank you Google.

Diseases of Ornamental Plants

Diseases that attack ornamental plants is generally caused by two main causes of fungus and bacteria. Fungi attack more common than bacterial attack. Fungi reproduce and obtain food from plants. They are easy to reproduce themselves with mycelium and spores. Prevention of disease can be done by keeping the environment clean to grow plants, a sterile planting medium with the proper PH, distanced Diseased plants from healthy plants as well as spraying fungicide / bactericide is bekala.

Here are some diseases that commonly attack ornamental plants:

1. Root Rot

Root rot caused by fungal attack Phytium.Sp. Root rot occurs because of growing media is too wet and high humidity. Stagnant water for too long causes the media to be muddy and in a short time causes the roots to rot, the leaves become pale, withered and rotten.

The most important prevention is to use a planting medium that is porous, sterile and keep the media is too moist and excessively wet. However, if the attack had occurred, then immediately unloading media, remove the root is attacked, then apply / spray fungicides such as Dythane or Antracol. Then put it back into the new media are porous and sterile.

Prevention and treatment plants are attacked by root rot can also be done by spraying a systemic fungicide such as Previcur N with a dose of 2 ml / liter.

2. Fusarium wilt

Fusarium wilt caused by Fusarium fungi Oxysporium. Fusarium wilt occurs because the medium is too acidic plants and wet / damp excessive. Symptoms of attack is characterized by bone memucatnya leaf until it changes to grayish brown, then followed with a menunduknya stalk rot. If the border between the roots and stems cut, it will show the ring followed by blackish brown wet rot in the file vessels.

Prevention needs to be done is to prevent the planting medium wet / muddy too excessive. However, if the attack had occurred, then use Derosal 500 SC fungicide dose of 2 ml / liter, or Delsane dose of 2 Gr / Liter, or Folicur 25 WP dose of 2 Gr / Liter. If the attack is severe enough, then the fungicide treatment should be followed by replacement of a sterile planting medium.

3. Bacterial Wilt

Bacterial wilt caused by the bacterium Erwinia Coratovora. Bacteria capable of destroying malignant plants in a short time. The attack is characterized by softening of bacterial wilt of leaves and stems, like it had been exposed to hot water, brown and remove the foul smell, because the plant tissue damage. Parts of the plant is attacked will issue a white mucus, thick and sticky.

Prevention should be done is to keep the environment clean plants, avoid excessive humidity and not to let the media is too wet for a long time. If an attack has occurred, then the very first thing to do is to remove the plant is attacked and burned, so as not to spread to healthy plants. Keep the infected plants from healthy plants. Then spray the plant with a bactericide Agrept dose of 2 g / liter in all parts of the plant. To further ensure the effectiveness of Treatment that we do, then you should immediately replace the pots with planting medium and a new and sterile.

Serious enough to attack, then use Agrept 2gr/Liter dose mixed with the fungicide Folicur 250 EC 2ml/Liter dose. Even some hobbyists use pulling the plants from the media, washed and soaked in the solution was to 1 hour.

4. Leaf spots

Leaf spot is caused by the fungus Botrytis Sp. Characteristic is the appearance of spots on the leaves. Patches directly connect with the original color of a healthy leaf. The spots will decay over time.

As in other plant diseases, the prevention methods that can be done is to keep the environment clean and keep the planting medium is not excessively wet.

If an attack has occurred, then dispose of the plant is attacked, then do the spraying fungicide Folicur 25 WP Systemic range dose of 2 g / liter or Folicur EC 250 dose of 2 ml / liter.

5. Antraknosa

The cause is a fungus Colletotrichum Gloesporioides which initially attacks the sheath of interest with the emergence of symptoms of brownish spotting. In environments with high humidity, stains are increasingly widespread, looks like a watery and suffered damage or necrosis. If left unchecked, will become increasingly severe disease that can eventually cause death.

If an attack has occurred, it is necessary to spray fungicides such as Dythane 2 Gr / Liter or Folicur EC 250 dose of 2 ml / liter.

6. Yellow spots

Anthurium yellow spots are often attacked and has become a frightening specter for the gardeners and hobbyists. Anthurium a yellow spot disease is generally difficult to cure, because the disease is rapidly spread throughout the plant.

At first the little yellow dots appear on the leaves of an increasingly wide, until the entire surface covered with yellow leaves of anthurium. Once a leaf fell ill, then it leaves the others waiting their turn, until all the yellow and eventually could not be saved.

Until now still not known with certainty the cause of this disease. The hobbyists consider this disease is multifactor like the media is too moist, the air flow is not smooth, less precise composition of the media and the excess manure.

Although not definitely caused by the fungus, but control using fungicides is worth a try. The most extreme thing to do is strip all the leaves of the plant is attacked, then spray with a fungicide solution. Tillers that emerge later are expected to be a healthy plant.

Similarly, some diseases that often attack ornamental plants. Because this disease is generally caused by a less environmentally clean plants and growing media are muddy and less sterile, then the precaution of keeping the environment clean and healthy plants, pay attention to the circulation of air around the plant and using a porous planting medium and not excessively muddy, should note. Hope it helps.

Sources:
1. Poster Infokit, Aglaonema - Poster
2. Poster Infokit, Adenium - Poster
3. Recognizing and Treating Anthurium Leaf, Hendra Tanjung & Drs. Agus Andoko Agromedia Library

http://emirgarden.blogspot.com/2008/08/penyakit-tanaman-hias.html

Leave a Reply