Sepot REANITA berdaun 12 itu diserahkan kolektor aglaonema di Pekanbaru, Riau, kepada Songgo Tjahaja, 8 bulan silam. Sebuah pesan terucap dari bibir sang kolektor, ‘Tolong dirawat agar muncul anakan. di tempat saya tak pernah beranak,’ katanya. di tangan Songgo, Reanita yang mogok beranak melahirkan 4 anakan 2 bulan berselang. Itu berkat teknik baru memperbanyak anakan: Sang Ratu dijemur.

Reanita, yang berwarna dominan merah, memang sulit beranak. ‘Jangankan keluar anakan, membuatnya bertahan hidup saja butuh perlakuan ekstra,’ kata Songgo, kolektor di Cengkareng, Jakarta Barat. Itu karena aglaonema yang daunnya dominan merah jumlah klorofilnya sedikit sehingga laju fotosintesis rendah.
Songgo merangsang reanita beranak dengan cara tak lazim. Ia mengangkat pot reanita ke halaman dan membiarkan terpapar sinar matahari langsung selama 4 jam sehari. Penjemuran dilakukan pada pukul 08.00-12.00 WIB. Keruan saja warna merah reanita pudar, tapi 4 anakan muncul 2 bulan berselang. Dengan cara sama Songgo merangsang sexy pink beranak 15. Tiara, 6-8 anak. Gatot Purwoko, kolektor di Ciputat, Tangerang, sukses memunculkan 11 anakan adelia setelah meniru cara Songgo.
Dijemur? Ya, teknik ala Songgo membalikkan anggapan umum aglaonema harus selalu ternaungi untuk bertahan hidup. Itu karena habitat asli aglaonema di lantai hutan yang basah dan terlindung tajuk pohon besar. Menurut Songgo penjemuran berbahaya bila serampangan. Daun bisa gosong karena terbakar sinar matahari. Untuk mengatasinya Songgo menyemprotkan air ke seluruh bagian tanaman di saat daun terasa panas saat diraba.
Fotosintesis meningkat
Menurut Ir Edhi Sandra MS, pakar fisiologi tumbuhan dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, aglaonema yang terpapar sinar matahari langsung mengalami peningkatan laju fotosintesis. ‘Karenanya metabolisme sel juga meningkat. Terutama bila diimbangi air dan hara yang cukup,’ katanya. Semprotan air saat daun terasa panas mengimbangi tanaman agar tidak kehilangan air.
Tanpa penyemprotan maka laju transpirasi (penguapan dari jaringan tanaman, red) lebih tinggi ketimbang jumlah air pada jaringan dan media, sehingga tanaman layu atau terbakar. Daun aglaonema juga bisa terbakar bila ada butiran air di daun yang tidak merata. ‘Terjadi efek (kaca pembesar) pada butiran air. Sinar matahari yang jatuh pada butiran air terkumpul pada 1 titik sehingga membakar daun,’ kata Edhi. Toh, menurutnya cahaya matahari pagi tak membahayakan aglaonema.
Di saat metabolisme meningkat itulah terjadi penumpukan makanan di seluruh bagian tanaman dibanding kondisi biasa. Kecepatan dinding sel untuk mengeras pun lebih cepat karena proses pembentukan lignin meningkat. Di saat terjadi akumulasi makanan, sementara pertumbuhan daun baru lambat, maka energi beralih merangsang tunas anakan. Makanya jumlah anakan bisa berlipat-lipat.
Hati-hati
Namun, hati-hati penjemuran tak bisa diterapkan pada semua jenis aglaonema. Pengalaman Edward Ekajoyo, kolektor di Cengkareng, Jakarta Barat, hanya aglaonema lokal (silangan rotundum dan commutatum tricolor, red) yang sanggup bertahan saat dijemur. Sri rejeki asal Thailand yang dominan turunan cochin dan cawang tidak tahan dijemur.
Menurut Edhi daya tahan aglaonema terhadap paparan sinar matahari dipengaruhi 2 faktor: genetik dan struktur jaringan tanaman. Yang disebut pertama sangat jelas, aglaonema silangan Greg-seperti tiara, adelia, dan sexy pink-jauh lebih tahan karena sang induk, commutatum tricolor bandel dan tahan sengatan matahari. Itu bila dibandingkan aglaonema asal Thailand yang berdarah cochin. Indukan cochin mudah lemas bila terkena sinar matahari.
Edhi menambahkan, struktur jaringan tanaman yang paling berpengaruh pada paparan daya tahan sinar matahari langsung ialah jumlah stomata dan kekuatan jaringan penguat yaitu jaringan kolenkhim dan sklerenkhim. Untuk membuktikan, Trubus memotret jumlah stomata dan jaringan penguat adelia dan turunan cochin dengan kamera mikroskopis pembesaran 50 dan 300 kali.
Terlihat jumlah stomata adelia jauh lebih banyak ketimbang cochin. Pada luasan sama jumlah stomata adelia 2 kali lipat ketimbang turunan cochin. Menurut Edhi jumlah stomata berbanding lurus dengan kekuatan tanaman mendukung laju transpirasi dan respirasi yang cepat akibat sinar matahari.
Jaringan kolenkhim dan sklerenkhim adelia pun lebih tebal dibanding cochin. Jaringan penguat yang letaknya dekat kortek itu mengokohkan tangkai. Semakin tebal jaringan itu, kian kokoh aglaonema. Fakta itu kian meyakinkan Songgo untuk memperbanyak aglaonema dengan dijemur di bawah matahari langsung. (Destika Cahyana/Peliput: Rosy Nur Apriyanti dan Utami Kartika Putri)
http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=1753
This article was translated by Google Translator. Thank you Google.Runway 15 puppies with Sun Rays
Reanita, the dominant red color, it is difficult to bear. 'Far out puppies, kept him alive just need extra treatment, "said Songgo, collectors in Cengkareng, West Jakarta. That's because the leaves are the dominant red aglaonema amount of chlorophyll a little low so that the rate of photosynthesis.
Songgo stimulate reanita begat unusual way. He raised the pot to the page and let reanita exposed to direct sunlight for 4 hours a day. Drying performed at 8:00 to 12:00 pm. Just awful reanita faded red color, but 4 tillers emerged 2 months later. In the same way Songgo stimulate sexy pink bear 15. Tiara, 6-8 children. Gatot Purwoko, collectors in Ciputat, Tangerang, successfully raised 11 chicks adelia after imitate Songgo.
Dried in the sun? Yes, reverse engineering ala Songgo aglaonema general presumption should always be shaded in order to survive. That's because aglaonema native habitat on the forest floor is wet and sheltered canopy of large trees. According to the drying Songgo dangerous if haphazard. The leaves can be burnt because the sun's burning rays. To overcome Songgo spray water to all parts of the plant when the leaves feel hot to the touch.
Photosynthesis increased
According to Ir Edhi Sandra MS, an expert in plant physiology from the Faculty of Forestry, Bogor Agricultural University, aglaonema exposed to direct sunlight to increase the rate of photosynthesis. 'Because cell metabolism is also increased. Especially when balanced water and nutrients are sufficient, "he said. Spray of hot water when the leaves of plants that do not compensate for water loss.
Without spraying the rate of transpiration (evaporation from plant tissue, red) is higher than the amount of water in tissues and media, so the plants withered or burned. Aglaonema leaves can also be burned when there are water droplets on the leaves that are not evenly distributed. 'There was effect (magnifying glass) in water droplets. Sunlight that falls on water droplets collected on a point so that burning leaves, "said Edhi. After all, he did not endanger the morning light aglaonema.
At the time that increased metabolism occurs in all parts of the buildup of food crops than usual conditions. Speed of cell walls to harden even more quickly because the process of formation of lignin increased. In the event of an accumulation of food, while the slow growth of new leaves, then the switching energy to stimulate seedling shoots. Hence the number of seedlings could be multiplied exponentially.
Careful
However, careful drying can not be applied to all types of aglaonema. Edward Ekajoyo experience, collectors in Cengkareng, West Jakarta, only local aglaonema (cruciferous rotundum and commutatum tricolor, red) that can survive when dried. Sri fortune derived from Thailand's dominant Cochin and check mark can not stand dried.
According to Edhi aglaonema endurance against sun exposure affected two factors: genetics and structure of plant tissue. The former is very clear, aglaonema cruciferous Greg-like tiara, adelia, and sexy pink and much more resistant because of the mother, commutatum tricolor stubborn and resistant to sunburn. That's when compared to Thailand's bloody origins aglaonema Cochin. Cochin breeders easily limp when exposed to sunlight.
Edhi added, the structure of plant tissue the most influence on the durability of exposure to direct sunlight is the number of stomata and the power amplifier network and the network kolenkhim sklerenkhim. To prove, the number of stomata and photographing Trubus amplifier network Cochin adelia and derivatives with a microscopic camera 50 and 300 times magnification.
Seen the number of stomata adelia far more than Cochin. In the same area the number of stomata adelia 2-fold rather than a derivative Cochin. According to Edhi number of stomata is directly proportional to the power plant transpiration and respiration rates to support the rapid due to sunlight.
Network kolenkhim and sklerenkhim adelia even thicker than Cochin. Network amplifier that is located near the cortex was cemented stems. The thicker the tissue, the more sturdy aglaonema. The fact that increasingly convinced Songgo to reproduce aglaonema with dried under direct sunlight. (Destika Cahyana / Covering: Rosy Nur Apriyanti and Utami Kartika Putri)
http://www.trubus-online.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=1&artid=1753









