Home » Budidaya Tanaman » Budidaya Anyelir

Budidaya Anyelir

Saturday, September 10th 2011. | Budidaya Tanaman, Panduan dan Tip
Share on TwitterDigg ThisShare via email

Oleh Budi Winarto & Minangsari D

PENDAHULUAN

Dianthus caryophyllus L

Dianthus caryophyllus L

Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) merupakan salah satu jenis tanaman hias komersial, bernilai ekonomi tinggi, kaya variasi warna dan populer dibudidayakan oleh petani dan pengusaha pada lokasi yang berketinggian lebih dari 1000 m diatas permukaan laut. Berdasarkan jenisnya dikenal tipe standar dan spray.

Berdasarkan umurnya dikenal jenis tanaman semusim (6-12 bulan) dan tahunan (2-4 tahun). Tanaman ini digunakan sebagai bahan rangkaian bunga, obat dan kosmetika. Kualitas bunga anyelir dinilai dari batang yang kuat dan lurus dengan daun yang lebar, tangkai bunga kuat dan lurus, bunga berwarna cerah, tidak ada penyimpangan pada petalnya (calyx splitting) dan ketahanan simpan (vase life) yang lama dan bebas dari pengaruh serangan hama dan penyakit.
Dalam budidaya anyelir diperbanyak menggunakan biji, perundukan dan setek. Tetapi untuk tujuan komersial, umumnya tanaman diperbanyak menggunakan stek tunas pucuk dan lateral. Proses budidaya tanaman anyelir perlu memperhatikan syarat tumbuhnya, pemilihan bibit, pengakaran, pengolahan tanah, pemupukan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan bunga. Pemanenan bunga dapat dilakukan secara mingguan maupun bulanan tergantung pada cara pemincingan tanaman yang dilakukan.

SYARAT TUMBUH

Anyelir tumbuh bagus pada tanah pasir berlempung/lempung berpasir, atau dapat juga ditanam dalam pot dengan media campuran pupuk kandang + pasir (1:1, v/v)/ arang sekam + kompos (1:1, v/v) /arang sekam + humus bambu (1:1, v/v)/arang sekam + kompos + humus bambu (1:1:1, v/v/v) dengan pH media berkisar antara 6.0-7.0.Suhu tanah/media 16C, cukup sirkulasi udara. Cukup cahaya matahari, kelembaban yang relatif tinggi, suhu 16-20C dengan panjang hari/fotoperiodisitas kurang dari 8 jam.Suhu tanah/media 16C, cukup sirkulasi udara. Cukup cahaya matahari, kelembaban yang relatif tinggi, suhu 16-20C dengan panjang hari/fotoperiodisitas kurang dari 8 jam.

PEMILIHAN BIBIT

Bibit anyelir yang bagus, diambil dari tanaman induk (mother stock plant) yang berusia muda (4 bulan), yang dirawat secara optimal dan intensif dan tetap dalam kondisi pertumbuhan vegetatif. Tanaman induk yang digunakan adalah tanaman induk yang dihasilkan dari benih penjenis yang benar, murni secara genetik, seragam, bebas hama-penyakit, baik yang dihasilkan secara konvensional maupun inkonvensional. Setek lateral yang vigor, sehat, tidak ada indikasi terserang hama dan penyakit, memiliki 6-7 pasang daun dan berkualitas; dipilih dan 4-5 pasang daun dipotong dari tanaman induk, kemudian diakarkan. Tanaman induk diganti setelah 7-9 kali pemanenan stek lateralnya.

PEMBIBITAN

Setek pucuk dipanen setelah tanaman berumur 3-4 minggu, Atau sesudah daun tanaman berjumlah 8-10 pasang daun. Potong stek pucuk mendatar dibawah ruas kedua/ketiga (panjang 4-5 cm, 3-4 pasang daun), celupkan stek dalam larutan 1-naftalenasetamida (0,067%);2 metil-1 naftalen asetamida (0,13%);2-metil-1 naftalen asetamida (0,13%);2-metil-1 naftalen asetat (0,33%); indol-3 butirat (0,057%);tiram (4%) dosis 10g/50cc), sedalam 0.5 cm, biarkan agak kering,
tanam dalam arang sekam + kompos (2:1v/v) dalam bak pembibitan, letakan pada tempat yang teduh/tutup dengan plastik transparan/koran selama 5-10 hari dan bibit berakar 20- 25 hari tergantung respon kultivar

PENGOLAH TANAH

Tanah diolah dengan baik dengan kedalaman 40 cm, kemudian diberi pupuk kandang atau kompos 3-4 m3 per 100 m2, 6.7 kg TSP, 15 kg K2SO4 ,13 kg KCL dan 5 kg MgSO4 pada satuan luas yang sama. Pupuk dasar tersebut kemudian diaduk rata dengan tanah. Jika pH tanah rendah tambahkan kaptan/dolomit hingga pH mendekati pH 6-7. Setelah itu dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30-40 cm, lebar antar bedengan 50 cm, dan panjang disesuaikan kondisi lapangan, (Gambar 1). Setelah petak tanaman dibuat, dilakukan sterilisasi tanah menggunakan Basamid (40 g/m2) dengan cara menaburkan rata ke permukaan petakan, siram dengan air secukupnya, tutup dengan plastik selama 1 minggu, biarkan terbuka selama 1.5-2.0 minggu, aduk lagi tanah seperlunya. Pasang net (ukuran 12.5 x 12.5 cm) sesuai jarak tanam diatas bedengan. Tanam stek berakar sesuai ukuran net dengan kepadatan populasi 32/m2. Pemberian paranet 55% pada awal penanaman (1 minggu) disarankan jika cuaca terlalu panas.

PERAWATAN & PEMELIHARAAN TANAMAN

1. Penyiraman
Penyiraman tanaman dilakukan sesuai kondisi keersediaan air pada media tanam, minimal sehari sekali, untuk menjaga tanaman agar tidak kekurangan air.
2. Pemupukan susulan
Pemupukan dilakukan menggunakan campuran 26.76 g NPK (15:15:15), 25.6 g KCl, 10.12 g Urea, 5.6 g MgSO4, 6 g Ca(NO)3 per meter persegi untuk musim kemarau (April- September) dan 40 g NPK (15:15:15), 54.5 g KCl, 8.8 g Urea, 5.6 g MgSO4, 6 g Ca(NO)3 per meter persegi untuk musim hujan (Oktober-Maret). Pupuk dilarutkan dalam air dan diberikan setiap 2 minggu sekali.
Aplikasi pupuk mikro sesuai anjuran juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman.
3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama-penyakit dilakukan apabila ada tanda/gejala serangannya, Penggunaan pestisida seminimal mungkin diikuti dengan rotasi jenis pestisida sangat disarankan.
Pengendalian hama, tungau merah dan mite menggunakan propargit: 570 g/l (1 cc/l), abamektin
18,4 g/l (0.5 cc/l). Ulat dikendalikan dengan lamda sihalotrin: 6 g/l (0.5 cc/l), betasiflutrin: 25 g/l (0.5 cc/l). Serangan karat daun dikendalikan dengan zineb: 80% (2 g/l), karbendazim: 500 g/l (1 cc/l), bitertanol: 300 g/l (0.5 cc/l). Busuk pangkal batang dan fusarium dengan ropamokarb hidroklorida: 722 g/l (1.5 cc/l), iprodion: 50% (2 g/l).

PEMINCHINGAN DAN PEMANENAN

Setelah tanaman tumbuh dan memiliki 8-10 pasang daun, potong dan sisakan 4-5 pasang daun, sebagian tunas aksiler yang tumbuh dan berdaun 5-6 pasang daun selanjutnya dipotong dan disisakan 2-3 pasang daun untuk dapatkan produksi mingguan dan semua tunas dipotong untuk dapatkan produksi bulanan. Bunga dipanen setelah petal mulai mekar satu (� 4 bulan tergantung respon kultivar).

 

BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS
Jl. Raya Ciherang Segunung  Pacet Cianjur 43253
PO. Box 8 Sindanglaya
Telp. 0263-512607/ Fax. 0263-514138
E-mai:segunung@indoway.net

Foto http://en.wikipedia.org/wiki/Dianthus_caryophyllus

 

tags:

Related For Budidaya Anyelir

Comment For Budidaya Anyelir

Dapatkan inspirasi berkebun serta info dan tip tanaman hias dari kami. Masukan email anda disini:

Friend me on FacebookFollow me on TwitterAdd me to your circlesRSS Feed

Tanaman Hias Indonesia

  • Partner links

  • Kebonkembang.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Melalui Blog ini saya tidak menjual produk Tanaman Hias apapun, tapi penyaji info tanaman hias indonesia yang seluruh kontennya berasal dari berbagai sumber terpercaya seperti media internet (penyedia feed dalam format RSS, blog, portal dlsb), media cetak serta kontribusi dari para penulis. Hak cipta atas informasi dalam website kebonkembang.com sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya.

    Review www.kebonkembang.com on alexa.com

    Resources TopOfBlogs Add to Technorati Favorites Gardening Blogs - BlogCatalog Blog Directory tanaman hias newsfeed