PT Roda Prima Lancar (RPL) tak perlu menyewa tenaga khusus untuk merawat taman seluas 2.000 m2. Pasalnya, perusahaan manufaktur logam di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, itu menggunakan aneka jenis tanaman yang minim perawatan seperti bromelia sebagai elemen taman. Tanaman kerabat nanas itu berpadu dengan batu red lava yang menutupi permukaan media tanam.
Aglaonema, akalipa mini, dan corembosa mini berbunga putih, turut menyemarakkan taman. Taman karya perancang asal Kotamadya Depok, Provinsi Jawa Barat, Hari Harjanto, itu bertema taman kering. Tanaman seolah-olah tumbuh di bebatuan. Oleh karena itu pada taman kering aneka jenis batu terlihat mendominasi area taman. Batu bahkan menyelimuti hingga seluruh permukaan media tanam.
Jebakan serangga
Hari menerapkan konsep taman kering agar tak perlu perawatan khusus. “Taman kering cocok untuk mereka yang supersibuk atau yang sering bepergian dalam jangka waktu lama tanpa khawatir penampilan taman rusak akibat kurang perawatan,” ujar alumnus Arsitektur Lansekap Institut Pertanian Bogor (IPB) itu. Tanaman yang minim perawatan sangat pas sebagai elemen taman kering.
Bromelia, misalnya, tergolong tanaman bandel sehingga tak perlu perawatan intensif. Sebab, tanaman anggota famili Bromeliaceae itu menghimpun nutrisi melalui 2 cara: menyerap nutrisi dari tanah dan pucuk tanaman. Pada bagian pucuk biasanya terisi air saat hujan atau penyiraman. Air yang tertampung itu berubah menjadi asam. Di “kubangan” itu sering kali terperangkap beberapa jenis serangga seperti lalat dan kumbang. Serangga yang terjebak lama-kelamaan mati dan terurai menjadi sumber nutrisi.
Pemilik taman juga tak perlu repot memangkas bromelia. Menurut ahli taman dan lingkungan di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Ir Didik Hariyono MS, pada beberapa tanaman hias pemangkasan bertujuan untuk meremajakan tanaman, merangsang pembungaan, dan memelihara bentuk tajuk sehingga tetap indah. Pertumbuhan bromelia tergolong lamban.
Meski demikian penampilan taman kering karya Hari tetap terlihat menawan dan mampu menghadirkan suasana semarak bunga. Itu karena Hari memilih jenis tanaman yang tak perlu dipangkas, tapi bertajuk rapi dan tetap indah karena rajin berbunga. Salah satunya adalah corymbosa mini berbunga putih. Tanaman semak itu berbunga tak kenal musim dan adaptif di dataran rendah seperti Jakarta.
Hari tak perlu repot memangkas karena corymbosa tergolong tanaman perdu. Tingginya maksimal hanya setinggi lutut orang dewasa. Pertumbuhan tanaman hanya membuat percabangan dan tajuk menjadi lebih rapat. Tanaman hias lain yang memiliki karakter seperti corymbosa adalah akalipa mini.
Menurut Didik, golongan perdu dapat menjadi pilihan karena pertumbuhannya lamban. “Sebaiknya gunakan tanaman perdu yang memiliki bentuk tajuk berbeda agar lebih indah,” ujarnya. Perbedaan bentuk tajuk juga menunjukkan perbedaan perakaran. Dengan begitu tingkat serapan nutrisi juga berbeda sehingga tidak terjadi kompetisi nutrisi. Jika sampai terjadi kompetisi maka pertumbuhan tanaman menjadi tidak seragam.
Nun di Permata Hijau, Jakarta Selatan, Nonon juga menerapkan konsep taman yang irit perawatan. Hanya saja ia lebih banyak menggunakan beberapa jenis tanaman hias bersosok besar seperti sikas, bukan perdu seperti di PT RPL. Menurut Hari sikas tergolong tanaman yang perawatannya gampang sehingga pemilik tak perlu repot memangkas karena pertumbuhan sikas lamban. Semakin bertambah umur, anggota famili Cycadaceae itu hanya bertambah daun.
Menurut Didik, tajuk sikas juga tidak terlalu rapat sehingga masih bisa meloloskan sinar matahari hingga 30—40%. Oleh karena itu tanaman lain yang berukuran lebih kecil di bawahnya tetap tumbuh subur karena masih mendapat sinar matahari. Tanaman palem-paleman juga dapat menjadi pilihan karena berkarakter mirip sikas: pertumbuhan lamban dan tak perlu pemangkasan.
Hari menuturkan taman tanpa pangkas biasanya lebih indah karena terlihat lebih alami. “Tanpa pemangkasan, tanaman akan tumbuh sesuai karakternya sehingga memperkuat kesan alami,” katanya. Toh, dengan begitu perawatan jadi mudah sehingga tak perlu tenaga khusus untuk merawat taman. (Desi Sayyidati Rahimah)
http://www.trubus-online.co.id/
This article was translated by Google Translator. Thank you Google.








