Bogor Flora Expo Potensi Tingkatkan PAD

Share on TwitterDigg ThisShare via email

Potensi budidaya tanaman hias di Kabupaten Bogor cukup bagus, bahkan diprediksikan dapat meningatkan pendapatan asli daerah (PAD), mengingat sebagian besar pasokan tanaman di sejumlah kota besar di Indonesia ada di kabupaten Bogor. Sayangnya usaha tersebut tidak mendapat respon positif dari instansi terkait. Yang ada justru lembaga terkait itu selalu salah pengertian, ungkap, Ketua Umum Asosiasi Tanaman Hias Kabupaten Bogor (Asthika), dalam acara Bogor Flora Expo ke 2, tahun 2009, yang berlansung sejak tanggal 5 sampai 21 Juni nanti, sampai di Cibinong, Jumat (5/6)

Dia mengatakan bahwa organisasinya sangat mendukung salah satu misi pemerintah Kabupaten Bogor yaitu meningatan ekonomi masyarakat dengan menitik beratkan pada revitalisasi pertanian dan pembangunan pedesaan “Kami berharap misi ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan kemasyarakatan dengan terwujudnya kesalehan sosial,”kata Enjam.

Kegiatan Bogor Flora Expo 2009 hasil kerja bareng dengan PWI Perwakilan Kabupaten Bogor itu, menurut Ketua panitia Cecep Yosep, Asthia selama ini telah berperan aktif memperjuangkan pembangunan pertanian khususnya tanaman hias, diantaranya mendorong terciptanya kemitraan melalui kerjasama dengan pihak terkait, pelatihan peningkatan kapasitas pelaku, dan lain-lain.[

Kesemua itu dimaksudkan agar petani di kabupaten Bogor dalam usahanya dapat lebih efisien, berdayaguna dan lebih beruntung sehingga berkelanjutan. “Selain itu, kami ingin dan meminta instansi terkait dapat lebih peduli dengan nasib petani, “ ujarnya.

Sementara itu Wail Ketua DPRD Kabupaten Bogor,Suprianto meminta pemerintah Kabupaten Bogor wajib memperhatikan keluhan nasib para petani, khususnya petani tanaman hias

“Apa yang digagas Asthika wajib didukung oleh pemerintah daerah, karena saya melihat program yang mereka jalankan benar-benar menyentuh kepada masyarat petaninya. Jadi tidak ada alasan buat instansi di pemda Kabupaten Bogor untuk menghambat,” tandasnya.(red)

This article was translated by Google Translator. Thank you Google.

Bogor Flora Expo Potential Increase PAD

Potential ornamental plant cultivation in Bogor Regency is pretty good, even predicted can meningatkan revenue (PAD), given that most crop supplies in some major cities in Indonesia in Bogor regency. Unfortunately these efforts did not receive a positive response from relevant agencies. That there is precisely the relevant institutions were always wrong understanding, said, Chairman of the Association of Ornamental Plants Bogor Regency (Asthika), in Bogor Flora Expo event to two, in 2009, which occurred from 5 to 21 June, arrived at Cibinong, Friday ( 5 / 6)

He said that his organization strongly supports one of the Bogor regency government mission meningatan local economy with emphasis on the revitalization of agriculture and rural development We hope that this mission can be implemented in community life with the realization of social piety, said Enjam.

Flora Expo 2009 Bogor activities work together with PWI Bogor District Representative, according to committee Chairman Joseph Cecep, Asthia had been actively fighting for ornamental plants, especially agricultural development, including promoting the creation of partnerships through collaboration with stakeholders, training, capacity building principals, and others. [

All it meant that farmers in the district of Bogor in his efforts can be more efficient, more efficient and sustainable so lucky. In addition, we wanted to and asked relevant agencies to be more concerned with the fate of farmers, he said.

Meanwhile, Chairman of the Parliament Wail Bogor District, Bogor Regency Suprianto asked the government must pay attention to the fate of the farmers' complaints, particularly ornamental plant growers

What initiated Asthika shall be supported by local government, because I see the programs they run really touched to masyarat farmers. So there's no reason for government agencies to inhibit the Bogor Regency, he said. (Ed)

Leave a Reply