. Taman kota itu juga berubah wajah. Semula taman seluas 15 ha itu masih menyisakan hamparan rumput. Namun, pada 9 Juli 2011, ruang kosong di taman itu berubah menjadi hamparan aneka tanaman bunga nan indah seperti krisan.
Suasana semarak bunga itu terjadi setiap Juli. Pada bulan itu Perbadanan Putrajaya menggelar Putrajaya Flower and Garden Festival atau Floria. Even pertama diselenggarakan pada 2007. Perhelatan kali ini mengusung tema Mawar untuk Selamanya. Tema itu sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan, manusia, dan alam. Itulah sebabnya dalam Floria 2011 dipamerkan 60 spesies mawar dalam berbagai rancangan. Para peserta festival juga mesti menggunakan bunga perlambang cinta itu sebagai salah satu elemen taman dan rangkaian.
Berbagai negara
Perhelatan tahunan itu diramaikan oleh pameran desain taman dan rangkaian bunga karya seniman dari berbagai negara seperti Jepang, Selandia Baru, Inggris, Amerika Serikat, Hongkong, Kanada, Korea Selatan, Taiwan, Pakistan, Kenya, Indonesia, dan Thailand. Pada kategori taman, karya Koji Ninomiya (Jepang) salah satu yang paling mencuri perhatian. Ia menggunakan elemen pasir, batu, dan bambu, yang menjadi ciri khas taman jepang. Kombinasi mawar dan tapak dara Catharanthus roseus putih mempercantik taman karya peraih Gold Award Winner dalam Ellerslie Flower Show di Christchurch, Selandia Baru, pada 2010 itu.
Perancang tuan rumah pun tak mau kalah unjuk gigi. Taman kerajaan hasil rancangan 5 institusi negara serta Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia yang bertema Mawar D’ Tropika juga mengundang decak kagum pengunjung. “Kami ingin memperlihatkan mawar-mawar daerah subtropis dapat berpadu-padan dengan tanaman tropis,” ujar M Adli Salihin dari Bagian Florikultura Kementerian Pertanian.
Taman kerajaan juga dihiasi 2 taman vertikal setinggi 8 m. Taman dinding itu memadukan aneka tanaman hias berdaun cantik seperti aglaonema, nephrolepsis, Lantana camara, bromelia, dan amaranthus. Seluruh tanaman disusun pada kerangka kayu yang dilubangi seukuran pot. Sang perancang menambahkan aneka jenis mawar lokal dan hibrida berkuntum besar di sekeliling taman dinding.
Para murid dan mahasiswa pun turut andil memamerkan karya dalam kontes taman antarsekolah dan perguruan tinggi. Yang luar biasa siswa sekolah dasar ternyata mampu menyuguhkan karya yang tak kalah cantik. Salah satunya karya Sekolah Kebangsaan Putrajaya Presint 14. Dalam konsep bertajuk Blossom Garden, mereka menampilkan mawar yang tertata apik di tanah dan dalam pot. Pot gantung berisi beraneka mawar potong menambah semarak taman buatan perancang belia itu. Dengan penampilan itu mereka dinobatkan sebagai juara kategori siswa sekolah dasar.
Janur
Acara akbar yang didukung Kementerian Wilayah Persekutuan dan Kesejateraan Bandar Malasyia itu juga dimeriahkan pameran Floral Pavilion. Pameran itu menyuguhkan karya 12 perancang mancanegara. Mereka menampilkan rangkaian bunga dengan ciri khas negara asal perancang.
Contohnya rangkaian bunga karya Franca Logan asal Selandia Baru. Dalam karyanya itu Logan membuat gumpalan awan putih dari kapas yang ditopang kayu setinggi 1 m. Dari atas kapas muncul rangkaian mawar beragam warna yang senada. Karya itu menyuguhkan imajinasi pulau di atas langit. “Beragam warna mawar menggambarkan keragaman manusia serta panorama bumi,” ujar Logan. Karya Logan itu diilhami aotearoa—sebutan Selandia Baru dalam bahasa Maori, suku asli Selandia Baru—yang berarti Land of The Long White Cloud.
Dari Indonesia, Andy Djati Utomo memamerkan karya berupa rangkaian janur ciri khas adat Jawa dalam sentuhan modern. Sepasang janur berbentuk payung dihiasi rangkaian mawar merah pada bagian bawah. “Rangkaian bunga bertema Embrace of Love itu melambangkan perlindungan, keamanan, serta saling menjaga,” ujar Andy. Mawar merah perlambang cinta dan semangat dipadukan dengan daun kelapa muda yang bermakna cahaya suci.
Gerbang pengantin
Untuk memeriahkan festival, panitia juga menggelar kompetisi rangkaian bunga untuk para perangkai lokal. Salah satu kategori kontes yang menarik minat peserta adalah merancang arbour—gerbang pengantin. Dalam kategori itu rancangan karya Adrian Poon Yew Leong meraih juara, mengalahkan 7 karya perancang lain. “Karya Adrian sangat sesuai dengan tema kategori yaitu garden wedding outdoor,” ujar Andy Djati Utomo, salah satu juri.
Karya perancang dari Wishing Tree Sdn Bhd, Kualalumpur, Malaysia, itu menyuguhkan konsep yang memadukan susunan ranting dan serat berwarna alami dengan mawar dan phalaenopsis putih perlambang suci. Pada alas gerbang terhampar karpet dari ratusan krisan dan mawar putih. Ia juga menambahkan bangku kecil berhias krisan sebagai salah satu elemen. Kehadiran 30 phalaenopsis ungu di bagian kiri rangkaian sehingga membuat gerbang tampak lebih elegan.
Dalam kategori grand entrance Francis Lai sukses meraih peringkat pertama. “Desainnya unik, pemilihan material tepat, komposisi warnanya serasi, kreatif, dan konstruksinya sangat detail,” ujar Andy yang juga Ketua Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI).
Salah satu penampilan spektakuler dalam Floria 2011 itu adalah kehadiran menara bunga setinggi 10 m yang berdiri megah di tengah ruang pameran. Menara itu terbuat dari ratusan mawar yang tergantung dengan susunan warna merah, putih, dan biru, melambangkan bendera negara tuan rumah.
Pada malam harinya, kapal hias dengan dekorasi cahaya lampu berbentuk bunga dan pohon serta pesta kembang api menutup acara. Atraksi itu untuk pertama kalinya digelar di Floria. “Kami berharap acara parade perahu hias dapat kembali digelar tahun depan dan menarik makin banyak pengunjung,” kata Pun Dato’ Sri Dr Ng Yen Yen, Menteri Pariwisata Malaysia, yang turut menyaksikan 1st International Tourism Night Floral Parade 2011 itu. (Tri Istianingsih)
http://www.trubus-online.co.id
tags: Garden Festival, Kualalumpur, Putrajaya Flower, Tanaman Hias