Euphorbia Francoisii, Wow!

Share on TwitterDigg ThisShare via email

tanaman hiasPulau Madagaskar memang mempunyai keanekaragaman hayati yang membuat kita kagum. Bukan hanya Pachypodium tetapi juga beragam jenis Euphorbia. Bila kita mengenal hanya Euphorbia Milii, maka di Madagaskar punya beragam jenis Euphorbia yang indah. Salah satunya adalah Euphorbia Francoisii.

Asal Muasal
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, Euphorbia ini berasal dari pulau Madagascar. Seragam dengan euphorbia ini adalah E. Cylindrifolia, E. Ambovombensis, E. Decaryi dan E. Cap-Saintemariensis yang mempunyai form yang hampir sama dan berasal dari wilayah yang sama. Ditemukan dan dilaporkan pertama kali oleh Jacques Désiré Leandri pada tahun 1946. Mungkin karena si penemu ini berbangsa Perancis, maka dinamakan E. Francoisii.

Daun Ungu Tua, Berbonggol dan Bunga Hijau
Morfologinya unik dan membuat berdecak kagum. Daun menjuntai panjang dan berwarna ungu tua atau coklat. Mempunyai bonggol yang cukup menarik. Bila berbunga maka berwarna hijau dan berbentuk seperti bunga euphorbia pada umumnya. Batang tidak berduri seperti pada banyak jenis euphorbia, hanya berbulu. Tingginya paling banter 30-50 cm dan bersifat menggerombol. Usia dapat mencapai puluhan tahun seperti pada umumnya tanaman sukulen.

Karena kecantikannya ini maka euphorbia ini cukup kondang di negara Eropa dan Amerika. Mungkin di Indonesia tidak begitu karena tidak pernah ditawarkan secara umum. Disini orang lebih tahu dan senang melihat bunga dari euphorbia milii.

Lingkungan Tinggal
Di tempat asalnya euphorbia ini tinggal di tanah berbatu dan kering. Iklimnya adalah sub tropis. Jadi bisa dikatakan bahwa lingkungannya cukup ekstrim. Sinar matahari mutlak dibutuhkan, walaupun di tempat asalnya tinggal diantara batu-batuan.

Merawat
Bukan hal yang sulit untuk merawat euphorbia ini. Pastikan saja medianya poros. Media yang sudah diujikan adalah pasir malang kasar : kompos kering : sekam bakar = 2:1:1. Bisa juga digunakan batu perlite/batu apung sebagai pengganti pasir malang. Dalam masa pertumbuhan dapat diberikan pupuk sebulan sekali dengan dosis 1/4.

Pemberian air juga mutlak diperhatikan. Kalau media poros sekali, dapat diberikan 3 hari sekali. Apabila cukup padat bisa diberikan air 1 minggu sekali. Bila musim hujan dapat diberikan air 1 minggu sekali plus diberikan fungicida agar tidak terkena jamur.

Hama tanaman ini hampir sama dengan adenium. Tapi menurut pengalaman hampir tidak ada hama selama ini. Supaya aman, bisa berikan antihama setahun 2x.

Dimana Mendapatkannya?
Sulit dijawab, tapi mungkin dapat dipesan atau dicari di tempat penjual kaktus atau sukulen. Saya sendiri mendapatkannya dengan langsung membeli dari nursery di Jerman. Tapi kalau anda benar2x berniat mungkin bisa titip pesan dengan importir yang biasa menjual kaktus dan sukulen di Indonesia yang tersebar di kota Bogor, Malang dan Bandung.

Daniel Hendrawan
daniel @ daniel@dokterniken.com

This article was translated by Google Translator. Thank you Google.

Euphorbia Francoisii, Wow!

The island of Madagascar's biodiversity has made us wonder. Not only Pachypodium but also various types of euphorbia. If we know only Euphorbia milii, then in Madagascar have a wonderful variety of euphorbia. One of them is Euphorbia Francoisii.

Origin
As has been described previously, this euphorbia comes from the island Madagascar. Euphorbia is uniform with E. Cylindrifolia, E. Ambovombensis, E. Decaryi and E. Cap-Saintemariensis that have a form that is almost the same and come from the same area. Discovered and first reported by Jacques Désiré Leandri in 1946. Perhaps because the French inventor of this nation, then named E. Francoisii.

Purple Leaf Old, gnarled and Green Flowers
Morphology is unique and makes amazed. Dangling leaf length and dark purple or brown. Has a hump that is interesting. When flowering is colored green and shaped like a flower Euphorbia in general. Rod is not barbed as in many types of Euphorbia, just hairy. 30-50 cm tall at best and are gather. Age can reach tens of years as succulent plants in general.

Because beauty is the Euphorbia is quite famous in Europe and America. Maybe in Indonesia is not so because it was never offered in general. Here people know better and happy to see the flowers of Euphorbia milii.

Living Environment
In the place of origin of this Euphorbia live in rocky and dry soil. The climate is sub tropical. So to say that the environment is quite extreme. Sunlight is absolutely necessary, although in its original place to live among the rocks.

Treat
Not a difficult thing to take care of this Euphorbia. Just make sure the medium axis. Media that has been tested is unfortunate coarse sand: compost dry: husk fuel = 2:1:1. Can also be used rock perlite / pumice as a substitute for poor sand. In the growth period can be given a dose of fertilizer once a month with 1 / 4.

Provision of water is also considered absolute. If the media once the shaft, can be given 3 days. If the water dense enough to be given once a week. When the rainy season can be given water once a week plus fungicida given so as not exposed to the fungus.

Plant pest is almost the same as Adenium. But according to the experience of almost non-existent during this pest. To be safe, could give antihama 2x a year.

Where to Get it?
Difficult to answer, but may be ordered or searched in place of the seller cactus or succulent. I myself get it by buying direct from the nursery in Germany. But if you intend benar2x may leave a message with regular importers who sell the cactus and succulent in Indonesia who are spread in the city of Bogor, Malang and Bandung.

Daniel Hendrawan
daniel @ daniel@dokterniken.com

Leave a Reply