Banyak jenis coleus asal Indonesia dikembangbiakan komersial di Amerika dan Eropa sejak zaman Victoria. Disilangkan antar jenis hingga menghasilkan hibrida, baru kembali ke Indonesia. Demikian diungkapkan Benny Tjia PhD, di nurseri Mj Flora, Bogor. Di kebunnya tengah dibudidayakan sekitar 20 jenis coleus untuk dipasarkan sebagai tanaman lanskap dan pot plant. Coleus dalam taksonomi lebih sering disebut sebagai Solenostemon. Sedangkan nama dagangnya adalah coleus atau miana.
Coleus yang mula-mula diperkenalkan sebagai tanaman hias adalah the flame nettle (S. scutellarioides) yang berasal dari Jawa. Tanaman ini ditemukan oleh Karl Ludwig Blume pada abad-19 masa pendudukan Belanda di Indonesia. Untuk menghormati jasanya, Solenostemon scutellarioides Ini lebih terkenal dengan sebutan Coleus blumei. Darijawo kemudian diperke-nalkan ke Eropa pada pertengahan tahun 1 820 pada era Victoria. Ratu Victoria ini mengubah tren taman yang awalnya tidak tertata menjadi sebuah taman yang indah dengan sistem penataan khusus. Coleus men-jadi tanaman favorit pada masa itu karena siapapun bisa menanamnya. Dalam waktu 3 bulan dan bisa ditanam di dataran rendah hingga tinggi. Tumbuhan ini suka matahari langsung dan bisa hidup di lokasi ternaungi.
LANSKAP FAVORIT
Karena mudah dan indah, setiap clang ingin menanam coleus. Awalnya satu tanaman, kemudian dua, lima dan seterusnya. Jika Anda ingin menambah koleksi coleus dari jenis yang sama, Anda tinggal memotong bagian dari batang coleus (setek). Gardenerdi Amerika menumbuhkon setek coleus pada gelas yang diisi dengan air. Setelah tumbuh akar baru dipindahkan ke kebun. Kalau di Indonesia kebanyakan setek langsung ditanam di penyemaian hingga tumbuh akar. Semaian ditanam pada tanah gembur yang dicampur dengan kompos. Agar kelembapan terjaga, perlu disungkup dengan plastik. Disiram hingga tumbuh akar dan daun baru. Baru kemudian di-tanam di tanah atau di pot.
Selain itu, bisa juga dengan biji yang ditaburkan ke media. Biji coleus dihasilkan oleh bunga yang tangkainya panjang. Pada masing – masing tangkai terdapat kelopak cekung yang menyerupai mahkota bunga. Sedangkan bunganya yang asli menyembul dari dalam kelopak bunga bulat tersebut. Mahkota bunga melengkung berwarna putih dan ungu tergantung jenisnya. Bunga hanya mekar sehari, ukurannya seki-tar setengah sentimeter.
Biji berbentuk serbuk berwarna hitam mengilap seperti biji bayam. Satu tangkai bunga bisa menghasil-kan puluhan hingga ratusan biji. Untuk coleus hibrida bijinya tidak banyak, bahkan terkadang tidak ada. Coleus hibrida terus dihasilkan setiap saat di Eropa maupun Amerika yang menyebabkan kesulitan untuk menelusuri induknya. Penamaan-nyapun tidak sistematis sehingga bisa jadi jenis tanaman yang sama namanya beragam. Bahkan tidak mudah membedakan jenis yang hi-brida dan spesies. Para ahli tanaman menyepakati untuk menyebut silangan coleus sebagai coleus x hibridus. Jadi yang umum Anda temui di nurseri kebanyakan memang coleus hibrida. Untuk beberapa jenis, benihnya impor dari Florida. “Ini tanaman sini – sini saja,” ujarnya menunjukkan coleus spesies yang diperoleh dari sekitar Bogor.
Nah, Anda bisa berbagi setekan coleus yang cantik ini kepada teman Anda. Dijamin, tetangga akan ngiri melihat keindahan hamparan coleus. *
Teks/Foto: Titik Kartitiani Koleksi : Ml Flora, Bogor?
Ragam coleus hibrida
“Orang Amerika menyukainya,” terang Benny. Susunan daunnya melingkar – lingkar nampak unik. Warnanya merah menyala dan hijau muda.
Bentuknya soma, melingkar yang diidentikkan dengan angin ribut. Warnanya domian hijau ditambah sedikit warna kuning.
Bentuknya masih mirip Hurricane, hanya warnanya tidak solid. terdapat warna ungu gelop yang berupa garis – garis tidak teratur. Warna dasar hijau.
Pinggiran daun bergelombang dengan helaian yang panjang. Terdapat blok warna merah tua yang kontas dengan warna dasar daun.
Bentuk daunnya seperti daun paku jfern~, bergelombang di bagian tepi. Tiap helai daunnya seakan pecah membentuk helaian daun yang lebih kecil.
Terdapat blok warna merah ma-run, kuning don ungu kehitaman. Blok – blok warna ini mengingatkan pada seragam tentara. Ada jenis tertentu yang blok warnanya teratur hingga nampak seperti variegate.
sedikit blok kuning mirip dengan green hurricane. Hanya bentuk daun-nya flat don lebar – lebar.
Warna closer hijau dengan corak merah marun di permukaan daun-nya. Permukaan daunnya tidak rata dengan pinggiran daun bergelom-bang teratur. Tangkai daun nampak kekar.
Helaian daun lebar – lebar, di-dominasi warna merah keunguan. Bagian pinggir daunnya bergerigi dengan warna yang soma.
Warna dominan hijau muda dan soma dengan Magnificant hanya tterdapat lis berwarna putih. Meng-ikuti pinggiran daun yang bergerigi, warna putihnya pun bergelombang.
Warna cerah, hijau muda don merah marun. Ukuran daunnya kecil – kecil don susunan daunnya rapat. Mirip dengan spesies C. blumei.
Bentuknya hampir segitiga dengan pinggiran daun bergerigi. Warna dominan hijau dan ada blok kuning.
Sesuai namanya, daunnya di-dominasi warna burgundi alias merah anggur. Bagian pinggirnya moron lebih muda.
Naskah ini discan oleh Sabina untuk kebonkembang.com dari majalah Garden 17/11/2008
This article was translated by Google Translator. Thank you Google.Hybrid Coleus: Victorian Era Since Idol
Coleus was originally introduced as ornamental plants is the flame nettle (S. scutellarioides) derived from Java. This plant was discovered by Karl Ludwig Blume-19th century during the Dutch occupation in Indonesia. In honor of his services, Solenostemon scutellarioides This is more known as Coleus blumei. Darijawo then diperke-introducing to Europe in mid-year 1820 in the Victorian era. Queen Victoria is to change the trend that was not originally landscaped park into a beautiful park system with a special arrangement. Coleus plant became a favorite at that time because anyone can put it out. Within 3 months and can be planted in the lowlands to high. These plants prefer direct sunlight and can live in shaded locations.
FAVORITE LANDSCAPE
Because of easy and beautiful, every clang want to plant Coleus. Initially the plant, then two, five and so on. If you want to add a collection of Coleus of the same type, you just cut the section of Coleus stem (cuttings). American Gardenerdi menumbuhkon Coleus cuttings in a glass filled with water. After growing new roots moved to the garden. If in Indonesia mostly cuttings planted directly in the seeding to grow roots. Seedlings planted in loose soil mixed with compost. To damp awake, need disungkup with plastic. Watered to grow new roots and leaves. Only later planted in the ground or in pots.
In addition, it could be a seed that was sown into the media. Coleus seeds produced by the flower stalk length. In each - each stalk are concave petals that resemble petals. While the original flowers peeking out from inside the rounded petals. Curved petals are white and violet depending on the species. Flower blooms only one day, its size seki-tar half a centimeter.
Seeds shiny black powder like spinach seeds. The flower stalk can produce tens to hundreds of seeds. To Coleus hybrid seeds are not a lot, sometimes not even exist. Coleus hybrids continue generated at any time in Europe or America that causes trouble to trace the mother. Naming-nyapun not systematically so that it can be kind of the same plant variety name. It is not even easy to distinguish the type of hi-Brida and species. The experts agreed to refer cruciferous plants as Coleus Coleus x hibridus. So that you encounter in general most do Coleus hybrid nursery. For some species, seeds were imported from Florida. "This plant here - here," he said showed Coleus species obtained from around Bogor.
Well, you can share this beautiful Coleus setekan to your friends. Guaranteed, neighbors will see the beautiful expanse ngiri Coleus. *
Text / Photo: Point Kartitiani Collection: Flora Ml, Bogor?
Variety Coleus hybrid
RED HURRICANE,
"Americans love it," said Benny. Circular arrangement of leaves - the circumference of a unique look. The color is light red and light green.
GREEN HURRICANE
Shape soma, which is identified with a circular storm. Domian plus a little green color yellow.
BLACK NIGHT
The shape is still like a Hurricane, only the color is not solid. There are a gelop purple line - the line is not irregular. Basic green color.
BUTTERFLY
Wavy leaf edges with a long strand. There is a deep red color blocks that kontas the basic color of leaves.
KIWI FERN
Leaves such as leaf shape nails jfern ~, wavy at the edges. Each of its leaves as if broken to form a smaller leaf blade.
Barret
There are blocks of red ma-run, don yellow purple-black. Block - blocks of color is reminiscent of the uniforms of soldiers. There are certain types of irregular blocks of color to look like a variegate.
Flamenco
little yellow block similar to the green hurricane. Only the shape of the leaves flat dons its width - the width.
Havoc
Closer color green with a maroon pattern on the surface of its leaves. The surface is not flat leaves with wavy leaf edges bang regularly. Petiole stout look.
MAGNIFlCANT
Leaf blade width - the width, in a purplish-red color dominance. Leaves with serrated edges soma color.
SIN
Dominant color of light green and soma with magnificant tterdapat only white trim. To follow the leaf edges are jagged, white color too bumpy.
KONG MIX
Bright colors, light green don maroon. Small leaf size - small don arrangement leaves the meeting. Similar to the species C. blumei.
HYBRID GREEN
The shape is almost triangular with serrated leaf edges. Dominant colors are green and yellow blocks.
As the name implies, the leaves was dominated aka red burgundy wine. The edges moron younger.
This text scanned by Sabina to kebonkembang.com of Garden magazine 17/11/2008






















