Kecantikan tanaman ini terletak pada bentuk dan warna daunnya. Ada yang totol-totol mirip army look, berminyak, atau seperti jaring laba-laba. Warna merah menjadi incaran banyak orang dibanding warna hijau.
Berbeda dengan keladi tikus yang bisa dijadikan obat kanker, keladi hias (Caladium) tidak dikonsumsi. tanaman ini lebih cocok jadi hiasan. Sekarang, keladi hias sedang banyak digemari.
Kenapa keladi hias digandrungi banyak orang? Bentuk daunnya yang bagus, tak hanya berwarna hijau tapi ada juga yang merah, membuat keladi hias menjadi orang jatuh cinta. Jenisnya pun sangat banyak. Di Tanire’s Flora, misalnya, ada sekitar 80 jenis keladi hias. Sebut saja, Red Star (Caladium bicolor), Barret, Little Syifa, atau Kantong Semar (Xantrosoma atrovirens monstrosum).
Menurut Ino Tomasouw pemilik Tanire’s Flora, masing-masing punya kelebihan. Tanaman Kantong Semar, misalnya, terletak di ujung daun yang membentuk kantong dengan ekor sebesar jarum. Kadang daunnya menggulung atau keriput yang justru menambah keunikan, jelas Ino.
Keladi hias termasuk tanaman yang mudah ditanam dan senang cahaya. Cukup disiram sekali dalam sehari. Penyiraman harus ke medianya, jangan ke daun. Dengan media yang basah, keladi pun akan tumbuh cantik, lebar, dan warnanya keluar, tutur ibu empat anak ini.
Pemilihan media agak beragam. Kebanyakan memakai sekam atau cocopeat. Bahkan, di daerah Ciapus, Jawa Barat, keladi hias banyak ditanam di atas media daun bambu.
Musuh keladi hias hanya dua, yaitu belalang dan ulat. Jika masih dalam skala kecil, hama cukup dimatikan dengan tangan. Dalam skala besar bisa menggunakan insektisida. Penggunaan insektisida harus ekstra hati-hati agar tak merusak daunnya.
Cara perkembangbiakan dengan dua cara, vegetatif (umbi) dan generatif (biji). Dengan umbi lebih cepat, sedangkan dengan biji memakan waktu lebih lama, tambah Ino.
CEGAH MASA DORMAN
1. Jangan gunakan tanah sebagai media untuk menanam keladi, karena akarnya akan sulit menembus.
2. Masa dorman (tidur panjang) menjadi kelemahan keladi hias.Untuk mencegahnya media tanaman harus basah.
3. Ada sebagian orang yang merendam bagian dasar pot tanaman. Menurut Ino, air tergenang yang ditimbulkannya sedikit menimbulkan rasa was-was, karena bisa dijadikan tempat bertelur nyamuk penyebab demam berdarah. Umbinya juga jadi basah dan tidak cepat beranak. Karena itu, Ino menghindari cara ini.
4. Jika keladi hias berbunga sebaiknya langsung dipetik saja. Energi untuk menghidupkan bunga lebih besar dibanding membuat satu tangkai daun.
Noverita K. Waldan
FOTO-FOTO: Daniel Supriyono
AH, BEAUTIFUL DECORATIVE taro ...
Unlike the rodent tuber that can be used as a cure for cancer, ornamental taro (caladium) are not consumed. This plant is more suited to be decoration. Now, being much-loved ornamental taro.
Why do many people loved ornamental taro? Leaves a nice shape, not just green but some are red, making ornamental taro being in love. Kind is also very much. In Tanire's Flora, for example, there are approximately 80 species of ornamental taro. Call it, Red Star (caladium bicolor), Barrett, Little Shifa, or bags Semar (Xantrosoma atrovirens monstrosum).
According to Ino Tomasouw Tanire owner's Flora, each has advantages. Plant Pockets Semar, for example, located at the tip of the leaf that form a pocket with the tail of the needle. Sometimes the leaves are curled or wrinkled that actually adds to the uniqueness, it is clear Ino.
Ornamental plants, including taro plant that is easy and fun light. Sufficiently watered once a day. Watering should be to the medium, not the leaves. With wet media, taro will grow beautiful, wide, and the color came out, said the mother of four children.
Media selection is rather diverse. Most use the husks or cocopeat. In fact, in the area Ciapus, West Java, many ornamental taro planted on media bamboo leaves.
Ornamental taro enemy only two, namely grasshoppers and caterpillars. If it is still small in scale, simply turned off pests by hand. In a large scale could use insecticides. The use of insecticides should be extra careful so as not to damage the leaves.
Way of breeding in two ways, vegetative (tubers) and generative (seeds). With roots more quickly, while the seeds take longer, Ino added.
PREVENT FUTURE dormant
1. Do not use soil as a medium for growing taro, because the roots will be difficult to penetrate.
2. The period of dormancy (hibernation) to prevent the media hias.Untuk weakness taro plants should be wet.
3. There are some people who soak the bottom of potted plants. According to Ino, who caused a bit stagnant water creates a feeling of anxiety, because it can be a breeding ground of mosquitoes causing dengue fever. Tubers too wet and not so fast son. Therefore, Ino avoiding in this way.
4. If a flowering ornamental taro should immediately picked it. Energy to revive interest is greater than making a leaf stalk.
Noverita K. Waldan
PHOTOS: Daniel Supriyono












