Nama Yang Cantik, Secantik Bunganya… Amaryllis

Share on TwitterDigg ThisShare via email

tanaman hiasSepanjang beberapa tahun ini bunga Amarillis tampak menghiasi halaman rumah-rumah. Kebanyakan berwarna merah dan kadang bercorak garis merah dan putih. Bunga ini tampak cantik sekali karena warnanya dan bentuknya.

Sekali berbunga bisa mencapai 4-6 kuntum. Bentuknya seperti terompet bunga Lili dan besar bunganyapun hampir sama. Mungkin karena kemiripannya ada yang menyebut nama bunga ini Leli.

Amaryllis atau Hippeastrum?
Bunga ini ternyata bukan berasal dari Indonesia. Menurut referensi internet, bunga ini berasal dari daerah Amerika Selatan dan sebagian Afrika. Brasilia dan Argentina menyumbang cukup banyak spesies bunga ini.

Sebenarnya bunga ini dikenal bernama latin Hippeastrum. Sedangkan Amaryllis merupakan nama genusnya (Amarylliceae). Nama hippeastrum lebih dikenal di luar negeri, di Indonesia biasa disebut Amarilis atau Lili.

Hippeastrum punya cukup banyak jenis atau spesies. Contohnya spesies dari Brazil yang terkenal adalah H. Papilio, H. Reticulatum, Worsleya Reyneri, dan lainnya. Tapi saat ini yang terkenal adalah hibrid atau silangannya saja.

Warna dan Corak Bunga Yang Menarik
Warna bunga dari Hippeastrum ini sangat menarik. Ada yang berwarna putih, hijau, merah, merah muda, biru, kuning dan krem. Juga coraknya ada yang bergaris-garis merah muda diatas warna putih, ada juga yang bercorak seperti batik. Selain itu juga ada kelopak bunga ganda (seperti doxon di adenium) yang merupakan hasil silangan.

Karena kecantikannya inilah maka saat ini hasil silangannya sudah banyak bermunculan di dunia dan menjadikan Hippeastrum naik tingkat dari tanaman lanscape menjadi tanaman hias.

Bonggol Mirip Bawang Bombay
Kalau melihat keseluruhan sosok dari Hippeastrum ini seperti kita melihat sosok bawang bombay. Bonggolnya beruas-ruas dan munculnya tunas dari ruas2 tersebut. Karena kemiripannya dengan bawang bombay ini maka untuk memperbanyak Hippeastrum salah satunya adalah dengan mencacah bonggolnya seperti halnya bawang bombay.
Ketahanan bonggolnya saat tidak ditanam juga sebaik bawang bombay. Hippeastrum masih dapat bertahan walau bonggol tidak diletakkan di media selama lebih dari 1 bulan. Hanya saja supaya tidak cepat ‘gembos’ bonggolnya, Hippeastrum harus diletakkan di tempat yang sejuk dan lembab.

Berumur Panjang dan Berbunga Musiman
Siapa sangka ternyata tanaman bunga ini bisa mencapai 50 tahunan? Seorang hobiis dari Amerika melaporkan dan menunjukkan fotonya kalau ia memiliki Hippeastrum yang usianya lebih dari 50 tahun. Selama 50 tahun itu ternyata Hippeastrum rajin berbunga setahun dua kali.
Musim berbunga Hippeastrum dimulai sejak bulan September hingga Maret. Tapi tidak semua Hippeastrum menganut jadwal berbunga seperti ini, bahkan ada yang tidak berbunga setelah berbunga sekali.

Perawatan
Kalau Hippeastrum tidak berbunga pada masanya kemungkinan kurang nutrisi. Pemupukan yang berimbang juga diperlukan untuk tanaman ini, selain juga media yang cocok. Medianya juga tidak rewel dan tidak mahal. Cukup ditanam di tanah biasa saja. Kalau mau masuk pot sebaiknya pakai media yang poros dan kaya nutrisi. Campuran pupuk kandang/kompos dan tanah biasa dapat dipakai sebagai media dalam potnya.
Peletakkan Hippeastrum di tempat yang terkena cahaya penuh dapat membantu menyehatkannya karena tanaman ini menyukai sinar matahari langsung. Tapi diletakkan di dalam rumahpun saat berbunga juga tidak bermasalah, asalkan sirkulasi udara baik.

Pengganti Bunga Potong
Bagi yang menyukai bunga potong saat acara2 menjamu tamu di rumah dapat menggantikannya dengan Hippeastrum ini. Tidak perlu memotong Hippeastrum untuk meletakkannya sebagai bunga Hias. Hanya tinggal menyediakan pot cantik dan beberapa bunga Hippeastrum yang sedang mekar didalamnya. Bunga dapat bertahan 4-6 hari. Bukankah ini menjadi alternatif yang lebih menarik?

daniel
daniel@dokterniken.com

This article was translated by Google Translator. Thank you Google.

Name The Beautiful, beautiful flowers ... Amaryllis

Throughout these years Amarillis flowers appear adorned courtyard houses. Most red and sometimes red and white patterned lines. These flowers look gorgeous because of its color and shape.

Once flowering can reach 4-6 florets. Shaped like a large trumpet flowers bunganyapun Lili and almost the same. Perhaps because of its resemblance there is mention the name of this flower Leli.

Amaryllis or Hippeastrum?
This flower was not from Indonesia. According to internet references, this flower comes from South America and parts of Africa. Brazil and Argentina contributed quite a lot of species of this flower.

Actually, this flower is known Latin name Hippeastrum. While the Amaryllis is a genus name (Amarylliceae). Hippeastrum name better known overseas, in Indonesia called Amarilis or Lili.

Hippeastrum have pretty much the type or species. For example the well-known species from Brazil is H. Papilio, H. Reticulatum, Worsleya Reyneri, and others. But today is the famous hybrid or silangannya only.

Color and Pattern Flower Interesting
Hippeastrum flower color of this very interesting. There are colored white, green, red, pink, blue, yellow and beige. There is also coraknya striped pink over white, some are patterned like batik. There was also a double petals (as in Adenium doxon) which is a hybrid.

Because here's the current beauty silangannya results already are emerging in the world and make Hippeastrum rising levels of landscape plants into ornamental plants.

Similar bulbs Onions
If you look at the overall figure of Hippeastrum is as we see the figure of onions. Cob jointed and the emergence of shoots from these ruas2. Because of its resemblance to these onions Hippeastrum then to multiply one of them is the cob as well as chopping onions.
Resilience cob is also good when not planted onions. Hippeastrum bulbs can still survive even if not placed in media for over a month. It's just not so fast 'deflated' cob, Hippeastrum should be placed in a cool and moist.

Long-lived and Seasonal Flowers
Who would have thought this was a flowering plant can reach 50 years? A hobbyist of America reported and showed pictures that he has Hippeastrum that he was more than 50 years. For 50 years it was diligent Hippeastrum flower twice a year.
Hippeastrum flowering season starts from September to March. But not all adhere to the schedule Hippeastrum flower like this, there is even no flowering after flowering once.

Treatment
If Hippeastrum not flower in his time probably less nutrition. A balanced fertilization is also required for these plants, as well as a suitable medium. The media are also not fussy and not expensive. Simply planted in ordinary soil. If you want to enter the pot should use a shaft media and rich in nutrients. Mixture of manure / compost and regular land can be used as a medium in the pot.
Hippeastrum laying in places exposed to full light can help menyehatkannya because these plants like direct sunlight. But placed in rumahpun when flowering is also not problematic, provided that good air circulation.

Substitute Cut Flowers
For those who like cut flowers when acara2 entertain guests at home can replace it with this Hippeastrum. No need to put it as a cut flower Hippeastrum Ornamental. Only provides a beautiful and some flower pots that are blooming inside Hippeastrum. Flowers can last 4-6 days. Is not this become a more attractive alternative?

daniel
daniel@dokterniken.com

Leave a Reply