Home » Profil Tanaman » Haworthia

Haworthia

Wednesday, March 7th 2012. | Profil Tanaman
Share on TwitterDigg ThisShare via email

tanaman hiasRak setinggi 1,5 m di lantai tiga sebuah rumah di salah satu sudut Surabaya, Jawa Timur, itu biasa saja : terbuat dari potongan kayu dan tripleks yang disusun bertingkat tiga. Namun, jangan anggap sepele “penghuninya”. Di rak itu Sugita Wijaya, si empunya rumah, meletakkan sepot Haworthia truncata variegata tricolor berukuran separuh telapak tangan.

Meski sosoknya mungil, penampilan sukulen itu sungguh menawan.  Warna jingga tua kemerahan berpadu kuning menyelimuti hampir seluruh bagian tanaman. Garis hijau tua kehitaman muncul di tepi dan tengah daun. Lazimnya haworthia dengan ujung daun terpotong – makanya mendapat embel-embel truncata dari asal kata truncate yang berarti terpotong – itu berwarna hijau. Pada bagian optikal alias bagian atas yang biasanya bening terdapat guratan hitam.

Wijaya langsung terpikat begitu melihat si variegata tiga warna asal Capetown, Afrika Selatan, itu waktu berselancar di dunia maya. “Semula hanya bisa melihat-lihat saja,” kata arsitek alumnus sebuah universitas di Surakarta itu. Maklum harga yang tertera di layar komputer membuat jantungnya berdegup kencang: jika dikurs ke dalam rupiah setara Rp12-juta. Haworthia idaman akhirnya jatuh ke pangkuan setelah seorang hobiis di Amerika Serikat yang masih kerabat menjual tanaman mutasi itu.

Variegata

Sejak memiliki koleksi pertama itu Wijaya seperti ketagihan. Meski harus merogoh kocek dalam, penggemar kuliner itu tidak kapok mengoleksi haworthia lain, terutama jenis belang alias variegata. “Haworthia variegata unik karena bentuknya tidak pernah sama,” kata Wijaya.

Lihat saja Haworthia viscosa triangular variegata miliknya. Haworthia berbentuk pagoda yang dibeli 2 tahun lalu itu setinggi 10 cm. “Sangat sulit mendapat haworthia viscosa variegata setinggi ini,” ujar Wijaya. Harap mafhum, jenis normal saja pertumbuhannya sangat lambat, hanya ada penambahan dua – tiga daun setiap tahun. Boleh jadi itu karena karakter daunnya yang kecil tapi keras.

Pagoda variegata serupa juga memikat hati hobiis di Tangerang, Provinsi Banten, Edi Sebayang. Haworthia dengan daun menyebar ke tiga arah itu bercorak variegata kuning di bagian bawah daun. Edi menukar tanaman batu setinggi 5 cm itu dengan Rp5-juta dari hobiis lain di Tangerang. “Tanamannya cantik, jarang ada yang punya,” kata Edi yang juga mengoleksi sansevieria variegata.

Koleksi cantik lain di rak tiga susun milik Wijaya adalah Haworthia coarctata variegata dan Haworthia pumila doughnout. Penampilan sukulen setinggi 10 cm yang disebut pertama ibarat kue marbel dengan paduan tiga 3 warna: hijau, kuning, jingga kemerahan. “Warna variegata paling eksklusif putih, kuning, baru kemudian merah,” kata Wijaya yang mendapat si belang dari ajang lelang. Pumila unik dengan daun separuh variegata kuning separuh hijau. Pada permukaan daun yang bentuknya menguncup itu terdapat titik-titik putih menonjol. Bila dilihat lebih dekat, bagian tengah titik putih itu bolong seperti donat.

Variatif

Menurut Ir Ari Wijayani Purwanto MP, dosen Fisiologi Tmbuhan di Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta, variegata dapat muncul apabila terjadi mutasi pada gen klorofil atau zat warna daun. Akibatnya ekspresi gen berupa penampakan warna pada daun berbeda daripada biasanya. Kejadian itu termasuk langka karena tidak semua tanaman bisa mengalami perubahan gen. Pun letak mutasi gen tidak bisa diprediksi, bisa jadi di tengah, pinggir daun, atau tidak beraturan. Corak variegata di tengah daun, marginata. Jika variegata di pinggir daun disebut mediopicta dan variegata abstrak untuk corak variegata yang tak beraturan.

Mutasi warna diekpresikan oleh gen warna kuning, putih, atau merah. “Semua warna itu bisa saja muncul, tergantung pigmen warna apa yang dominan,” tutur Ari. Sugita memiliki Haworthia truncata var tenuis bercorak merah dan truncata var nishiki bersemburat kuning di daunnya yang berbentuk kipas dengan ujung seperti terpotong.

 

 

Keadaan yang ekstrem seperti perubahan cuaca mendadak atau media masam bisa merusak gugus DNA di titik tumbuh dan gen warna daun sehingga menyebabkan mutasi. “Keadaan lebih langka lagi bila terjadi mutasi warna sekaligus bentuk,” ujar Ari. Sebut saja Haworthia limifolia koleksi Andy Chandra di Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengalami mutasi warna dan bentuk sekaligus.  Bentuknya yang khas roset menjadi melintir dengan warna kuning mendominasi tubuh haworhia itu. Melihat sosok atraktif itu tak salah jika para hobiis terpikat haworthia. (Pranawita Karina)

Jaga Lembap

Bagi Sugita Wijaya haworthia bukan sekadar elok tapi juga bandel. “Dengan perawatan minim saja tanaman tumbuh baik asal kondisi lingkungannya cocok,” kata pria berkacamata yang sering melakukan perjalanan bisnis ke luar kota hingga berminggu-minggu itu.

Wijaya menggunakan media tanam berupa campuran kadama soil, perlite, pasir malang, dan kompos. Ia mengimpor kadama soil berbentuk granular dari Jepang. “Tanah itu memiliki daya serap tinggir,” kata Wijaya. Dengan begitu media tanam haworthia selalu dalam keadaan lembap, kondisi yang menurut pengalaman Wijaya disukai tanaman yang meminjam nama botanis Adrian Hardy Haworth itu.

Sementara Edi Sebayang mencampur perlite, pasir malang, dan kompos dengan perbandingan 1: 1: 1. Sebagai sumber hara Edi memberikan setengah sendok makan pupuk lambat urai setiap 2 bulan. Penyiraman dilakukan setiap hari bila tidak hujan.

Letakkan tanaman di tempat ternaungi sehingga tidak terpapar sinar matahari dan guyuran hujan langsung. Supaya sirkulasi udara berjalan baik Wijaya dan Andy Chandra menyalakan kipas angin 24 jam. Dengan begitu penguapan tidak terlalu cepat terjadi tapi media tanam juga tidak terlalu basah. Itu semua demi kenyamanan haworthia kesayangan. (Pranawita Karina)

Related For Haworthia

Comment For Haworthia

Dapatkan inspirasi berkebun serta info dan tip tanaman hias dari kami. Masukan email anda disini:

Friend me on FacebookFollow me on TwitterAdd me to your circlesRSS Feed

Tanaman Hias Indonesia

  • Partner links

  • Kebonkembang.com adalah blog personal yang tidak berafiliasi dengan institusi manapun. Melalui Blog ini saya tidak menjual produk Tanaman Hias apapun, tapi penyaji info tanaman hias indonesia yang seluruh kontennya berasal dari berbagai sumber terpercaya seperti media internet (penyedia feed dalam format RSS, blog, portal dlsb), media cetak serta kontribusi dari para penulis. Hak cipta atas informasi dalam website kebonkembang.com sepenuhnya milik masing-masing penulis/penerbitnya.

    Review www.kebonkembang.com on alexa.com

    Resources TopOfBlogs Add to Technorati Favorites Gardening Blogs - BlogCatalog Blog Directory tanaman hias newsfeed