Kerapatan Tanaman Dan Pemupukan N Pada Bunga Mawar (Plant Population And Nitrogen Fertilizer On Roses (Rosa hybrida L.)

Share on TwitterDigg ThisShare via email

ABSTRACT.

An experiment was conducted at Cipanas Horticultural Research Station to find out the plant population and N doses effect on growth and yield of rose cultivar Cherry Brandy. Experiment was arranged in Split – split plot design with spacing between row ( 30 and 40 cm ) as main plot, spasing inter row ( 25, 20 and 15 cm ) as sub plot and N doses as sub-sub plot. The result showed that the longest flower stalk and the largest number of flower/plant was obtained by inter and within row spacing of 15 X 40 cm. Relation between within row spacing and number of leaf/plant indicated a minimum value of within row spacing 19,44 cm and a minimum number of leaf 21,86 while relation between within row spacing and flower production/plot showed a minimum within row spacing 21,80 cm and minimum production of rose 32,62 flower stalk.

Volume penjualan bunga potong mawar menurut BCI dan Nehem (1987) menunjukkan jumlah tertinggi dibandingkan dengan bunga potong yang lain, yaitu sebanyak 388.700 tangkai. Proyeksi konsumsi bunga mawar untuk tahun 1992 sebanyak 7.322.600 tangkai (Abidin dan Harahap, 1991).

Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi mawar yaitu dengan cara melaksanakan kultur teknik yang baik antara lain pemupukan dan penentuan populasi tanaman yang tepat dengan mengatur jarak tanam yang sesuai bagi pertumbuhan pertanaman mawar.

Pengaturan jarak tanam pada dasarnya adalah memberikan kemungkinan tanaman untuk tumbuh dengan baik tanpa mengalami banyak persaingan dalam hal pengambilan air, unsur hara dan cahaya matahari. Kerapatan tanaman sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman dan jika jarak tanam melampaui batas optimum kerapatan tanaman hasil panen tidak akan meningkat secara menguntungkan (Soeriatmadja, 1981).

Nitrogen memberikan pengaruh yang paling menyolok dan cepat dibandingkan P dan K, terutama dalam merangsang pertumbuhan di atas tanah. Hampir pada seluruh tanaman nitrogen merupakan pengatur dari penggunaan kalium, fosfor dan penyusunan lainnya (Russell, 1949, Prianishnikov, 1950 dalam Soepardi. 1983).

Percobaan kerapatan tanaman dan pemupukan N pada tanaman mawar dimaksudkan untuk mengetahui jarak antar baris dan dalam baris serta pupuk N yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi bunga mawar varietas Cherry Brandy.

BAHAN DAN METODE

PERCOBAAN I

Percobaan dilakukan di kebun percobaan Cipanas dengan ketinggian 1.100 m dari permukaan laut pada mawar varietas Cherry Brandy. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak-petak terbagi dengan petak utama, jarak antar barisan tanaman (A) dan anak petak adalah jarak dalam barisan (B) serta anak-anak petak dosis pupuk N (N). Jarak antar barisan (A) terdiri atas 2 taraf yaitu A1 = 30 cm dan A2 = 40 cm jarak dalam barisan (B) terdiri atas 3 taraf yaitu B1 = 15 cm, B2 = 20 cm dan B3 = 25 cm sedangkan dosis pupuk N terdiri atas 3 taraf yaitu N0 = 0 kg N/ha, N1 = 69 kg N/ha dan N2 = 138 kg N/ha. Jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 18 buah dengan 3 ulangan. Ukuran petak percobaan 3 X 0,8 m. Pupuk N diberikan dua kali yaitu tiga minggu setelah okulasi dan satu bulan kemudian masing-masing sebanyak 1/2 dosis. Untuk pupuk dasar digunakan TSP dan KCL masing-masing 200 kg/ha serta diberikan pupuk kandang 20 ton/ha.

Parameter yang diamati adalah jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan panjang tangkai bunga.

PERCOBAAN II

Percobaan II ini merupakan kelanjutan dari percobaan I yaitu tanaman pada umur 8 bulan (akhir pengamatan percobaan I) tanaman mawar dipangkas ditinggalkan satu cabang utama dengan tinggi tanaman 15 cm. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk menyeragamkan tanaman.

Pemupukan dilakukan sama seperti pada percobaan I yaitu N0 = 0 kg N/ha, N1 = 69 kg N/ha dan N2 = 138 kg N/ha yang diberikan dua kali yaitu tiga minggu setelah pemangkasan dan satu bulan kemudian masing-masing sebanyak 1/2 dosis.

Peubah yang diamati sama dengan percobaan 1.

HASIL DAN PEMBAHASAN

PERCOBAAN I

Pertumbuhan Vegetatif .

Pengamatan pertumbuhan vegetatif mawar dalam percobaan ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah tunas.

Jumlah tunas pada perlakuan jarak antar baris 30 dan 40 cm serta jarak dalam baris 15, 20 dan 25 cm tidak menunjukkan perbedaan nyata. Demikian juga pada pemberian pupuk N 0,69 maupun 138 kg N/ha.

Tinggi tanaman menunjukkan perbedaan nyata. Perlakuan jarak antar baris 30 cm mencapai tinggi 44,13 cm lebih tinggi dibandingkan dengan jarak antar baris 40 cm yaitu dengan tinggi 41,94 cm. Jarak dalam baris maupun pupuk N tidak menunjukkan perbedaan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman.

Tabel 1. Pengaruh Kerapatan Tanam dan Dosis Pupuk N terhadap Jumlah Tunas, Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun pada Bunga Mawar Kultivar Cherry Brandy (The Effect of Inter and Within Row Spacing and N Doses on the Number of Sprout, Plant Height and Number of Leaf of Rosa hybrida cv. Cherry Brandy)

Perlakuan (Treatment)

Jumlah Tunas (Sprout Number)

Tinggi Tanaman (Plant Height) (cm)

Jumlah Daun

(Leaf Number)

Jarak antar baris

30 cm

3,159 a

44,13 a

21,09 a

40 cm

3,159a

41,94 b

20,27 a

Jarak dalam baris

15 cm

3,128 a

42,30 a

19,95 a

20 cm

3,200 a

43,13 a

20,39 a

25 cm

3,144 a

43,68 a

21,74 a

Dosis Pupuk N

0 Kg/N ha

3,300 a

43,63 a

21,14 a

69 Kg/N ha

3,050 a

42,93 a

20,13 a

138 kg/N ha

3,122 a

42,57 a

20,78 a

Keterangan: Angka rataan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak menunjukkan perbedaan nyata berdasar Uji Beda Nyata Jujur 5 % (Mean of the same column followed by the same letter are not significantly different at 5 % level of HSD)

Jumlah daun pada perlakuan jarak antar baris, jarak dalam baris maupun pupuk N tidak menunjukkan perbedaan nyata. Pengamatan terhadap parameter pertumbuhan menunjukkan bahwa jumlah daun dan jumlah tunas pengaruh perlakuan jarak antar baris, dalam baris maupun pupuk N tidak menunjukkan perbedaan nyata, namun tinggi tanaman pada perlakuan jarak antar baris 30 cm lebih tinggi dibandingkan jarak antar baris 40 cm.

Keadaan ini menunjukkan bahwa pada jarak antar haris 30 cm tanaman mawar cenderung mampu bersaing terhadap pembagian sinar, penyerapan unsur hara, kebutuhan air dan CO2 yang merupakan faktor-faktor pokok dari lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Di samping itu tanaman mawar ini masih dalam awal pertumbuhan, sehingga persaingan terhadap cahaya, unsur hara dan air masih belum intensif. Ruang tumbuh yang ada masih memberikan keleluasaan untuk tanaman tumbuh dengan baik. Weaver dan Clements (1978) mengemukakan bahwa pengaruh kerapatan tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman disebabkan terjadinya kompetisi di antara tanaman dalam memanfaatkan cahaya, air dan unsur-unsur hara.

Jumlah Bunga per Pohon

Rata-rata jumlah bunga per pohon disajikan pada Tabel 2. Berdasarkan hasil analisis statistik, diketahui bahwa antara jarak antar baris dan jarak dalam baris terdapat pengaruh interaksi yang nyata dalam jumlah bunga per pohon.

Tabel 2 Rata-rata Jumlah Bunga per Pohon pada Perlakuan Jarak Antar Baris dan Dalam Baris Pada Tanaman Mawar Cherry Brandy ( Mean Number of Flower/Plant on the Effect of Inter and Within Row Spacing of Rosa hybrida cv, Cherry Brandy)

Jarak dalam Baris (Within row spacing)

Jarak antar baris ( Inter row spacing)

Rata-rata (Mean)

15 cm

7,060 c

8,118 d

20 cm

6,637 bc

5,506 abc

25 cm

5,527 abc

6,699 bc

Rata-rata (mean)

6,741 A

6,408 A

Keterangan:Angka rataan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak menunjukkan perbedaan nyata berdasar Uji Beda Nyata Jujur 5 % (Mean of the same column followed by the same letter are not significantly differently at 5 % level of HSD)

Dari Tabel 2 terlihat bahwa jarak dalam baris secara nyata mempengaruhi jumlah bunga per pohon. Jarak dalam baris 15 cm menghasilkan bunga terbanyak dibandingkan dengan jarak dalam baris 20 cm dan 15 cm.

Kombinasi jarak dalam baris dan antar baris 15 cm x 40 cm menghasilkan jumlah bunga terbanyak yaitu 8.118 buah, dan jumlah paling sedikit dihasilkan oleh kombinasi jarak dalam baris dan antar baris 20 cm x 40 cm yaitu 5,506 buah per tanaman.

Paniang Tangkai Bunga

Rata-rata panjang rangkai bunga disajikan dalam Tabel 3. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa jarak antar baris dan dalam haris terjadi interaksi yang nyata dalam hal panjang tangkai bunga.

Tabel 3. Rata-rata Panjang Tangkai Bunga (Cm) pada Perlakuan Jarak Antar Baris dan Dalam Baris Tanaman Mawar Cherry Brandy (Mean of Flower Stalk Length on the Effect of Inter and Within Row spacing of Rosa hybrida cv. Cherry Brandy)

Jarak dalam Baris (Within row spacing)

Jarak antar baris (Inter row spacing)

Rata-rata (Mean)

30 cm

40 cm

15 cm

69,06 ab

76,05 a

72,56 a

20 cm

72,06 ab

63,66 b

67,86 a

25 cm

69,83 ab

71, 94 ab

70,88 a

Rata-rata (Mean)

70,32 A

70,55 A

Keterangan:Angka rataan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak menunjukkan perbedaan nyata berdasar Uji Beda Nyata Jujur 5 % (Mean of the same column followed by the same letter are not significantly differently at 5 % level of HSD)

Tabel 3 menunjukkan bahwa jarak antar baris dan dalam baris berpengaruh nyata terhadap panjang tangkai bunga. Kombinasi jarak dalam baris dan antar baris 15 X 40 cm, menghasilkan panjang tangkai bunga terpanjang, yaitu 76,05 cm. Sedangkan kombinasi jarak dalam baris dan antar baris 20 X 40 cm menghasilkan tangkai bunga terpendek, yaitu 63,66 cm. Panjang tangkai bunga terpendek dari percobaan ini, yaitu yang dihasilkan oleh kombinasi perlakuan jarak dalam baris dan antar baris 20 X 40 cm, masih termasuk klasifikasi satu dalam standar bunga potong mawar di Indonesia. Panjang tangkai bunga potong mawar adalah kelas 1 dan 2 apabila panjang tangkai bunganya lebih dari 50 cm. Standar kelas 3 dan 4 apabila panjang tangkainya lebih dari 30 cm (Dirjen Bina Produksi Hortikultura. 1991).

PERCOBAAN II

Pertumbuhan Vegetatif

Rata-rata tinggi tanaman dan jumlah tunas disajikan pada Tabel 4. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui, bahwa baik jarak antar baris maupun dalam baris ataupun pupuk N tidak mempengaruhi jumlah tunas maupun tinggi tanaman. Demikian pula antar faktor-faktor yang diteliti tidak terjadi interaksi.

Tabel 4. Rata-rata Jumlah Tunas dan Tinggi Tanaman pada Perlakuan Jarak Antar dan Dalam Baris serta Pupuk N pada Mawar Kultivar Chery Brandy (Mean Number of Sprout and Plant Height on the Effect of Inter and Within Row Spacing and N Doses of Rosa hybrida cv. Cherry Brandy)

Perlakuan (Treatment)

Jumlah Tunas (Sprout Number)

Tinggi Tanaman (Plant Height) (cm)

Jarak antar baris

30 cm

5,015 a

51,63 a

40 cm

5,333 a

43,42 a

Jarak dalam baris

15 cm

5,378 a

50,49 a

20 cm

4,956 a

48,02 a

25 cm

5,189 a

44,07 a

Dosis Pupuk N

0 kg/N/ha

5,167 a

45,95 a

69 kg/N/ha

5,000 a

46,48 a

138 kg/N/ha

5,356 a

50,14 a

Keterangan:Angka rataan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak menunjukkan perbedaan nyata berdasar Uji Beda Nyata Jujur 5 % (Mean of the same column followed by the same letter are not significantly differently at 5 % level of HSD)

Tidak berpengaruhnya jarak antar baris dan dalam baris terhadap jumlah tunas maupun tinggi tanaman diduga karena dengan jarak antar baris dan dalam haris yang digunakan, tanaman mawar Cherry Brandy masih mampu untuk berkompetisi, sehingga antara individu tanaman tidak mengalami persaingan dalam hal kebutuhan cahaya matahari. Etisiensi penggunaan cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil fotosintesis yang digunakan untuk pertumbuhan dan hasil tanaman (Gardner et al. 1991).

Rata-rata jumlah daun per pohon disajikan dalam Tabel5. Berda­sarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa jarak dalam baris berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per tanaman. Interaksi antara jarak antar baris dan dalam baris nyata berpengaruh terhadap jumlah daun per tanaman. Kombinasi jarak dalam baris dan jarak antar baris 25 X 40 cm menunjukkan jumlah daun terbanyak yaitu 26,13. Sedangkan kombinasi jarak dalam baris dan antar baris 20 X 40 cm menghasilkan jumlah daun paling sedikit. Daun merupakan organ utama untuk menyerap cahaya dan untuk melakukan fotosintesis. Penyerapan cahaya yang efisien terjadi pada luas daun yang cukup dan tersebar merata.

Tabel 5. Rata-rata Jumlah Daun per Tanaman pada Perlakuan Jarak Antar Baris dan Dalam Baris Mawar Kultivar Cherry Brandy (Mean of the Number of Leaf per Plant on the Effect of Inter and Within Row Spacing of Rosa hybrida cv. Cherry Brandy)

Jarak dalam Baris (Within row spacing)

Jarak antar baris (Inter row spacing)

Rata-rata (Mean)

30 cm

40 cm

15 cm

23,00 ab

23,84 ab

23,42 ab

20 cm

22,07 b

21,76 b

21,91 b

25 cm

22,51 b

26,13 a

24,32 a

Rata-rata (mean)

22,53 A

23,91 A

Keterangan:Angka rataan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak menunjukkan perbedaan nyata berdasar Uji Beda Nyata Jujur 5 % (Mean of the same column followed by the same letter are not significantly differently at 5 % level of HSD)

Hubungan antara jarak dalam baris dengan jumlah daun per tanaman bersifat kwadratik nyata dengan persamaan: Y = 51,489 – 3,0478 X + 0,0784 X2. Dari persamaan ini dapat diketahui jarak dalam baris minimum adalah 19,4375 cm dan jumlah daun minimum 21,86 helai.

Produksi Bunga

Dari produksi bunga mawar selama 9 kali panen diketahui bahwa pada panen pertama sampai panen kedua panjang tangkai bunganya kurang dari 50 cm. Mulai panen ketiga dan seterusnya panjang tangkai bunganya mulai lebih besar 50 cm. Hal ini menunjukkan bahwa energi yang dihasilkan pada taraf awal pertumbuhan belum cukup untuk mendorong pemanjangan tangkai bunga. Produksi bunga per plot disajikan dalam Tabel 6.

Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa jarak tanam dalam baris berpengaruh nyata terhadap produksi bunga mawar per plot. Nilai terbesar didapat pada perlakuan jarak dalam baris 15 cm yaitu 51,50 huah, dan yang terkecil dari perlakuan jarak tanam dalam baris 20 cm sebanyak 36,78 buah. Perbedaan produksi bunga per plot pada jarak tanam yang berbeda disebabkan oleh perbedaan populasi tanaman per plotnya. Populasi tanaman pada jarak dalam baris 15 cm adalah 40, dalam jarak baris 20 cm adalah 30 dan dalam baris 25 cm adalah 24 tanaman.

Tabel 6.Rata-rata Produksi Bunga per Plot dan Diameter Kuncup pada Perlakuan Jarak Antar dan Dalam Baris Serta Pupuk N Mawar Kultivar Cherry Brandy (Mean of Flower Production per Plot and Flower Diameter on the Effect of Inter and Within Row Spacing and N Dosages of Rosa hybrida cv. Cherry Brandy)

Perlakuan (Treatments)

Produksi Bunga per Plot (Tangkai ) (Flower Production per Plot)

Diameter Kuncup (cm) (Flower Diameter)

Jarak antar baris

30 cm

40,67 a

3,470 a

40 cm

40,81 a

3,474 a

Jarak dalam baris

15 cm

51,50 a

5,628 a

20 cm

33,94 b

3,261 a

25 cm

36,78 ab

3,528 a

Dosis Pupuk N

0 kg/N/ha

41,56 a

3,367 a

69 kg/N/ha

43,28 a

3,358 a

138 kg/N/ha

37,39 a

3,467 a

Keterangan:Angka rataan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak menunjukkan perbedaan nyata berdasar Uji Beda Nyata Jujur 5 % (Mean of the same column followed by the same letter are not significantly differently at 5 % level of HSD)

Hal ini sesuai dengan pendapat Haryadi (1988), yang menyatakan umumnya produksi tiap satuan luas yang tinggi tercapai dengan populasi tinggi. Mukhopadhyay et al. (1966) menggunakan jarak tanam 30 x 20 cm, 30 x 30 cm dan 30 x 40 cm pada mawar potong kultivar Montezumma juga mengemukakan bahwa jumlah bunga per tanaman menurun sesuai dengan kerapatannya, namun produksi per hektar meningkat mendekati dua kali pada kerapatan 30 x 20 cm dibandingkan dengan kerapatan 30 x 40 cm. Di samping jumlah populasi, produksi per plot ini juga sesuai dengan jumlah bunga pertanaman. Hasil percobaan pertama menunjukkan bahwa jarak tanam dalam baris 15 cm menunjukkan jumlah bunga per tanaman terbesar jika dibandingkan dengan jarak dalam baris 20 cm dan 25 cm.

Percobaan I menunjukkan pula, bahwa kombinasi jarak tanam dalam baris dan antar baris 15 x 40 cm diperoleh jumlah bunga per pohon terbesar, yaitu sebanyak 8,118 tangkai (Tabel 2.). Keadaan ini menunjukkan bahwa antara individu tanaman mawar Cherry Brandy pada jarak tanam dalam baris 15 cm masih mampu bersaing dalam hal penggunaan sinar, unsur hara dan air.

Hubungan antara jarak dalam baris dan produksi bunga mawar per plot menunjukkan persamaan garis kwadratik nyata dengan persamaan Y = 226,5 – 17,783 X + 0,40778 X2 . Dari persamaan ini dapat diduga bahwa jarak dalam baris minimum 21,80 cm dengan produksi bunga mawar per plot minimum 32,62 tangkai.

Diameter kuncup bunga mawar tidak dipengaruhi oleh jarak antar baris dan dalam baris, maupun oleh pupuk N. Dari data tersebut nampak bahwa diameter kuncup terkecil adalah 3,261 cm namun ini masih termasuk dalam klasitikasi satu dari standar bunga potong mawar. Standar diameter kuncup bunga potong mawar untuk kelas satu adalah lebih dari 2,5 cm. (Dirjen Bina Produksi Hortikultura, 1991).

Analisis statistik hasil percobaan I dan II menunjukkan bahwa pupuk N tidak nyata berpengaruh pada semua parameter pertumbuhan yang diamati. Hal ini diduga bahwa pemberian pupuk melalui tanah kurang bermanfaat karena selama percobaan sering turun hujan, sehingga pupuk N yang telah diberikan terurai atau terfiksasi oleh tanah sebelum dapat digunakan tanaman sehingga menjadi tidak tersedia bagi tanaman (Sarief, 1984). Namun dapat juga disebabkan oleh dosis pupuk yang digunakan masih rendah, sehingga tanaman mawar belum menunjukkan tanggapan terhadap pemberian pupuk. Analisis tanah percobaan menunjukkan bahwa pH tanah 5,5 (masam) kandungan bahan organik C = 3,8 (tinggi), N = 0,40 (sedang) P2O5 = 7,6 (rendah) sedangkan K = 1,47 (tinggi), sehingga tanggapan terhadap dosis N belum terlihat. Young et al. (1975) mengemukakan bahwa produksi bunga paling banyak dihasilkan oleh pupuk N yakni 2300 lb N/acre (+ 425 kg N/ha) untuk kultivar Christian Dior dan 2100 lb N/acre (+ 385\kgN/ha) untuk kultivar Happines, sedangkan menurut Amitabha et al. (1990) pemberian pupuk N sampai dengan 700 kg N/ha tidak mempengaruhi jumlah bunga per tanaman.

KESIMPULAN

1. Kombinasi jarak dalam baris dan antar baris 15 X 40 cm menghasilkan tangkai bunga terpanjang, yaitu 76,05 cm dan jumlah bunga per pohon terbanyak yaitu 8,118 buah.

2. Hubungan antara jarak tanam dalam baris dengan jumlah daun per tanaman menunjukkan persamaan garis kwadratik nyata Y = 51,489 ­- 3,0478 X + 0,0784 X2.

3. Hubungan antar jarak dalam baris dengan produksi bunga per plot 2,4 ­m2 menunjukkan persamaan garis kwadratik nyata, Y = 226,5 – 17,783 X + 0,40778 X2

4. Pupuk N sampai dengan 138 kg/ha tidak menunjukkan pengaruh nyata pada semua paramater yang diamati.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin. I.S. dan R.A. Harahap, 1991. Prospek pengembangan industri bunga Indonesia. Prosiding Seminar Tanaman Hias. Cipanas 29 Agustus 1991. Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. 15-23.

Amitabha, M., K. Sujatha., K.P. Sing. 1990. Nutritional studies on rose cv Happines. Ornamental Hort. Abs. 16(4) : 1293.

BCI and NEHEM. 1987. Sector investment study of the Indonesia flowers and ornamental plant sector. BCI Jakarta. 197 p.

Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 1991. Kriteria kwalitas bunga roses dan carnation. Floricultura Indonesia. Jakarta. 25 Juli – 4 Agustus 1991.

Gardner,F.P., R.B. Pearce and R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Penerjemah : H. Susilo. Jakarta. Universitas Indonesia. 428 hal.

Haryadi, S.S. 1988. Pengantar Agronomi. P.T. Gramedia. Jakarta.

Mukhopadhyay, T.P., P. Roy, L.P. Yadav. 1988. A note on the effect of plant density on growth and flower production in rose. Ornamental Hort. Abs. 16(4) : 1291

Sarief, S. 1984.Kesuburan dan pemupukan tanah pertanian. Pustaka Buana Bandung. 182 hal.

Soeriatmadja, R.E. 1981. Ilmu lingkungan. ITB Bandung

Supardi, G. 1983. sifat dan ciri tanah. IPB. Bogor.591 hal.

Weaver, J.E. and F.E. Clements. 1978. Plant ecology. Second edition. Mc Graw Hill Book Co. Inc. New York and London. 601 p

SUMBER : Wuryaningsih,S., T. Sutater dan A. Supriyadi. 1994. Kerapatan Tanaman Dan Pemupukan N Pada Bunga Mawar (Plant Population And Nitrogen Fertilizer On Roses (Rosa hybrida L.).Bulletin Penelitian Tanaman Hias. Vol.II no. 1 :91 – 101.

http://wuryan.wordpress.com/2008/12/31/kerapatan-tanaman-dan-pemupukan-n-pada-bunga-mawar-plant-population-and-nitrogen-fertilizer-on-roses-rosa-hybrida-l/

This article was translated by Google Translator. Thank you Google.

Plant Density And Fertilization In the N Roses (Nitrogen Fertilizer Plant On Population And Roses (Rosa hybrida L.)

Leave a Reply