Home » Serba-serbi » Fenomena Adenium Bunga Hitam

Fenomena Adenium Bunga Hitam

Sunday, January 6th 2008. | Serba-serbi
Share on TwitterDigg ThisShare via email

tanaman hiasDan sesuai catatan saya, ada beberapa nama varian bunga adenium yang diidentikkan dengan adenium hitam tersebut, seperti Breeders (India), Apolo (Taiwan), dari Indonesia muncul nama-nama seperti Gothic, Red Jardine, Sun Red, dan Ma Baker.

Komentar hobiis dan pakar adenium di tanah air pun beragam menanggapi kemunculan bunga-bunga hitam tersebut. Namun umumnya ada nada kekecewaan tersirat di dalamnya. Kita simak sejenak komentar itu : Sayang, karakter warna hitam tidak stabil. Itu tidak benar-benar hitam, tapi “black red”. Itu turunan “black ruby”. Mutasi yang tidak sempurna, karena warna hitam masih berubah menjadi warna merah. Hati-hati ada pemalsuan bunga hitam, dan sebagainya, dan sebagainya..

Kemarin, ada sahabat dari Medan menanyakan komentar saya menganggapi fenomena adenium hitam di Indonesia. Meski saya tahu bahwa sebenarnya sahabat ini adalah “master” adenium di Indonesia (dan pasti beliau sudah punya jawabannya), saya coba memberanikan diri ikut berkomentar. Dengan harapan ada kritik dan saran dari beliau, dari para pakar adenium di Indonesia, serta rekan-rekan pecinta adenium lainnya. Demi menambah dan memperluas khasanah pengetahuan saya perihal adenium, itu pasti.

Tidak ada bunga berwarna hitam
Sepanjang pengetahuan dan ingatan saya, sampai saat ini tidak ada bunga yang berwarna hitam di dunia ini. Bagaimana dengan si Pandurata anggrek hitam, atau sebangsa bunga krisan berwarna hitam ? Mereka itu tetap bukan bunga berwarna hitam, walau memang ada berkesan hitam. Demikian pula adanya dengan adenium berbunga hitam tersebut di atas, mereka tidak berwarna hitam.
Sekali lagi, tidak ada bunga di dunia ini yang berwarna hitam. Mengapa demikian ? Karena di dalam sel tanaman tidak pernah dikenal adanya pigmen berwarna hitam. Lalu mengapa sampai timbul kesan warna hitam pada bunga ?

Warna dan pigmen bunga
Warna bunga yang teramati mata, ditentukan oleh kombinasi warna pigmen yang terdapat di dalam sel bunga. Baik pigmen yang terdapat pada vacuola (rongga sel berisi air/getah tanaman) maupun pada cairan sel atau plastid sel bunga.
Ada lebih dari 50 macam pigmen dengan masing-masing warna dikenal pada tanaman, yang secara umum kemudian dikelompokan dalam tiga kelompok besar pigmen, yaitu antosianin, karoten, dan kloropil.
Antosianin bertanggung jawab terhadap warna pink sampai dengan violet, dijumpai pada vacuola bunga, larut dalam air atau getah tanaman (“sap”), sensitip terhadap pengaruh keasaman sel bunga. Contoh kelompok pigmen ini, flavonol (warna kuning – pink), pelargonidin (merah), delpinidin (biru), dan cianidin (merah ungu).
Keroten pemberi warna kuning sampai dengan orange, dijumpai pada chromoplas dalam palstid sel, larut dalam lemak, tidak sensitip terhadap keasaman sel.
Kloropil pemberi warna hijau, dijumpai pada kloroplas dalam plastid sel yang fungsi utamanya adalah untuk kepentingan fotosintesa tanaman.
Dari deretan pigmen-pigmen warna tersebut di atas, tidak ada dijumpai pigmen warna hitam pada bunga. Lalu bagaimana dengan kesan warna hitam yang muncul pada adenium? Dari mana datangnya ? Mutasikah ?

Intensitas pigmen dan kesan hitam
Pernahkan kita mengamati warna permen coklat yang berwarna cooookkkkklllllaaaatttt ……. sekali ? Karena terlalu coklat, permen coklat tersebut sampai di mata kita menjadi seperti berkesan berwarna hitam. Atau ada beberapa benda lain yang berwarna merah-ungu yang uuuuunnngggguuuuu …. sekalii. Warna biru yang biiiiiirrrruuu … sekali. Karena terlalu dan terlalu ungu, terlalu biru ………. memberi kanampakan hitam bagi mata kita. Ini terjadi karena mata kita memang sangat lemah dalam hal separasi warna.
Mengapa ada coklat yang cooookkkkklllllaaaatttt ……. sekali ? Intensitas, jawabnya. Jadi intinya, intensitas warna mempengaruhi hasil akhir kenampakan warna benda, ditambah lagi dengan kelemahan mata kita terhadap separasi warna.
Berbicara tentang intensitas, berarti berbicara tentang perbandingan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Misal, jumlah pigmen antosianin (dalam micro gram) dibanding volume vacuola dimana pigmen berada, akan menentukan besaran intensitas pigmen. Semakin banyak kehadiran pigmen atau semakin kecil volume vacuole, membuat semakin intens pigmen di tempat tersebut (intensitas pigmen = jumlah pigmen / volume vacuole).
Demikian pula adenium hitam dan bunga hitam lainnya di dunia. Demikian intensnya pigmen warna antosianin (berwarna merah –ungu) dan co pigmen pada petal bunga, maka bunga akan nampak berwarna kehitaman, atau berkesan hitam.
Berdasarkan hasil penelitian Markham et al pada bunga Lisianthius nigrescens yang berwarna kehitaman, hal tersebut ternyata disebabkan oleh tingginya intensitas pigmen antosianin pada vacuola sel bunga. Pigmen antosianin mencapai 24 % dari total berat kering petal bunga (Kenneth R. Markham et al, 2004, Black Flower Coloration in Wild Lisianthius nigrescens : Its Chemistry and Ecological Consequences, New Zealand Institute for Industrial Research and Development).
Contoh lain ada pada daun tanaman. Kloropil memberi warna hijau pada daun, proses pembentukannya dipengaruhi sinar matahari. Semakin banyak sinar matahari diterima, semakin banyak kloropil terbentuk. Artinya semakin besar pula intensitas kloropil, dan semakin hijau pula warna daun tersebut. Bandingan dengan warna daun hijau pucat pada tanaman yang jarang terkena sinar matahari.

Vacuola sel dan pudarnya warna bunga
Besar kecil volume vacuola sel, dipengaruhi oleh tekanan turgor (matahari termasuk faktor yang mempengaruhi tekanan turgor). Volume vacuole juga ditentukan oleh pertumbuhan dan perkembangan sel petal bunga. Dengan semakin membesarnya vacuola, berarti menurunkan intensitas antosianin di tempat tersebut. Belum lagi sifat pembesaran vacuola terjadi karena masuknya air/getah ke dalamnya. Sementara itu antosianin dikenal larut dalam air/getah, hingga kejadian tersebut tentu akan membuat intensitas pigmen menurun. Dan bungapun nampak memudar.
Kejadian di atas menjelaskan mengapa umumnya warna bunga nampak tajam pada awal mekarnya, demikian pula kesan warna hitam pada adenium hitam juga nampak jelas pada awal mekar bunga. Namun sejalan dengan dengan umur bunga dan setelah sekian lama terkena sinar matahari, warna bunga akan memucat atau memudar. Demikian pula adanya dengan adenium hitam.

Syarat adenium hitam
Agar bunga dapat mempunyai kesan warna hitam, bunga harus mempunyai kelompok pigmen antosianin berwarna merah keunguan. Tingkat keasaman (ph) sel bunga berpengaruh terhadap antosianin. Semakin asam, biosintesa antosianin menghasilkan warna merah terang, sedang semakin alkaline akan dihasilkan antosianin berwarna merah gelap (merah ungu sampai violet). Apabila antosianin ini dijumpai dalam intensitas yang besar pada vacuola sel bunga adenium, kesan warna hitampun akan dengan mudah diperoleh

Intensitas pigmen dan genetika bunga
Dilihat dari kacamata genetika, penambahan intensitas pigmen warna ditentukan oleh aksi gen aditip. Intensitas warna akan ditentukan oleh jumlah kehadiran alela penambah warna pada genotip yang kemudian akan terekpresikan pada fenotip. Mekanisme pewarisan penambahan warna berlangsung baik di dalam lokus maupun diantara lokus-lokus, selain pengaruh faktor dominansi alela pada setiap lokus . …… maaf jadi sedikit rumit. Tapi kadang kehidupan ini tidak mudah kok, sedikit rumit dan harus dibiasakan dengan kondisi itu.
Singkat kata, misal kehadiran atau intensitas antosianin dikendalikan oleh tiga lokus, R1, R2, R3 , boleh jadi bunga merah mempunyai genotipe R1r1, r2r2,r3r3, bunga merah keunguan (merah gelap) mempunyai genotip R1r1, R2r2, r3r2, dan bunga kesan hitam mempunyai genotipe R1R1, R2r2, r3
r3. Apa yang akan terjadi bila genotipe bunga adalah R1R2, R2R2, R3R3 ……..wow, kita tunggu itu terjadi ? Mungkin diantara rekan-rekan ada yang segera mendapatkannya.

Mana yang paling hitam
Dari sekian varian adenium yang diidentikan dengan adenium hitam, hemat saya adenium yang diberi nama Gothic (dari Botanica Garden, Jogjakarta) menempati urutan pertama. Baik dilihat dari prosentase kesan hitamnya, dan dari ketahanan warna hitamnya. Mengapa demikian ? Gothic mempunyai intensitas pigmen antosianin yang luar biasa dibanding varian adenium hitam lainnya. Dan memiliki ph atau tingkat keasaman sel bunga yang paling sesuai untuk mendapat kesan warna hitam.
Mengingat intensitas warna ditentukan oleh aksi gen aditip, hemat saya Gothic pun menjadi pilihan indukan terbaik dalam upaya menghadirkan adenium hitam, dibanding bunga yang lain. Pencapaian genotipe bunga R1R1, R2R2, R3R3 akan lebih cepat, hanya sayang harga graftingnya masih mahal ……..

Kesimpulan
- Tidak ada pigmen warna hitam pada sel bunga, karena itu tidak ada bunga warna hitam di alam ini. Yang ada adalah bunga dengan kesan berwarna hitam
- Kesan warna hitam muncul akibat dari tingginya intensitas pigmen antosianin dan pengaruh keasaman sel bunga.
- Intensitas pigmen ditentukan oleh volume vacuola sel bunga dimana pigmen berada. Sementara itu volume vacuola sel bunga dipengaruhi oleh tekanan turgor dan fase pertumbuhan serta perkembangan sel bunga tersebut.
- Mekanisme pewarisan penambahan intensitas pigmen warna bunga dipengaruhi oleh aksi gen aditip, disamping pengaruh dominansi alela pada tiap lokus.
- Gothic (produk Botanica Garden, Jogjakarta) merupakan varian bunga adenium hitam yang paling berkesan hitam dibanding yang lain, seperti Breeder, Apolo, Sun Red, Red Jardine, atau Ma Baker.
- Hemat saya Gothic merupakan indukan yang paling mendekati untuk dapat memperoleh adenium yang lebih hitam lagi (mendapatkan genotipe adenium R1R1, R2R2, R3R3 yang menjadi cita-cita).

Demikian pendapat saya atas fenomena adenium hitam, semoga bermanfaat. Mohon kritik dan saran dari rekan, senior, dan para pakar adenium.

Tharie Wie
Omahijo.com

Related For Fenomena Adenium Bunga Hitam

Comment For Fenomena Adenium Bunga Hitam

Dapatkan inspirasi berkebun serta info dan tip tanaman hias dari kami. Masukan email anda disini:

Friend me on FacebookFollow me on TwitterAdd me to your circlesRSS Feed

Tanaman Hias Indonesia

  • Partner links