Harap mafhum, taman dinding itu disusun pada sepuluh rangka besi beroda masing-masing terdiri dari empat pipa berbentuk balok berongga. Dengan bentuk balok berongga lili paris, pangkas kuning, puring, bromelia, kucai, dan tanaman lain bisa ditanam di dua sisi terbuka pipa alias di bagian depan dan belakang. Empat buah roda di kaki kerangka membuat taman dinding gampang dipindah-pindah.
Media ringan
“Ruang terbuka hijau di Jakarta hanya 6%, idealnya 30%,” kata Ir Rudi Wahyudi MM, pencinta lingkungan di Jakarta. Padahal lahan untuk bercocok tanam di ibukota sudah sangat terbatas. Taman dinding menjadi solusi untuk menambah luas ruang hijau secara vertikal.
Rudi membuat wadah tanam berbahan baku limbah plastik dan ban bekas. Pria yang berjanji untuk melakukan hal berguna demi kelestarian lingkungan setelah lolos dari penyakit kanker empedu pada tiga tahun silam itu lalu memroses ulang kedua limbah menjadi bijih plastik bahan cetakan eco recycling mesh pipe alias pipa berongga itu.
Saat membuat taman vertikal, pipa bisa langsung ditempel ke dinding atau disusun dalam rangka besi seperti di rumah kantor di atas. Lalu masukkan media tanam berupa tanah dan sekam ke dalam rongga pipa. “Media taman dinding yang ideal adalah media yang ringan dan tahan lama serta mudah dirawat,” tutur Slamet Budiarto dari nurseri Godong Ijo yang juga mengembangkan sistem taman vertikal. Pemakaian media tanam ringan membuat media tidak mudah merosot ke dasar pipa.
Dr Ir Nurhayati HS Arifin MSc, dosen Arsitektur Lansekap di Departemen Arsitektur Lansekap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, mengatakan dalam membuat taman vertikal sebaiknya pilih tanaman herba, berkayu lunak, dan memiliki perakaran yang kuat memegang media. “Jenis tanaman yang menjuntai seperti lili paris dapat dipakai untuk menutup permukaan yang kosong,” katanya.
Tanaman dipangkas rutin supaya pertumbuhannya sesuai dengan desain taman. “Untuk penyiraman dan pemupukan bisa dilakukan secara manual atau dengan menambah pipa irigasi tetes di dalam rongga,” kata Rudi.
Taman modern
Menurut Iwan Irawan, perancang taman di Bandung, Jawa Barat, penggunaan pipa berongga hasil pabrikasi cocok untuk membuat taman modern. “Selain karena hasil pabrikasi yang rapi pas untuk desain taman modern, wadahnya punya nilai tambah karena berasal dari barang yang didaur ulang sehingga ramah lingkungan,” kata aktivis penghijauan lingkungan itu. Harap mafhum sampah plastik sulit terurai.
Dengan keandalan itu perumahan Sentul City, Body Shop, restoran Hema Holland, dan Sekolah Highscope Indonesia tertarik membangun taman dinding ramah lingkungan itu. Gina Ardiany Karsana, presiden direktur Highscope Indonesia mengatakan vertikal garden merupakan cara tepat untuk memulai penghijauan. “Untuk itu dimulai dengan menanam di halaman sekolah,” ujar anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) itu.
Selain menjadi wadah tanam pada taman vertikal pipa berongga itu pun pantas dibuat menjadi semacam bingkai 3 dimensi dan pot gantung. Pada pot gantung semua sisi wadah bisa ditanami. Maka membuat hijau bisa dilakukan di atas wadah limbah. (Pranawita Karina/Peliput: Susirani Kusumaputri)
http://www.trubus-online.co.id




