Di tengah marak dann hiruk pikuknya anthurium terutama jenmanii, Salma Shofa, Pusat Tanaman Hias yang juga sarana rekreasi edukatif dan sarana edukasi yang rekreatif di Samarinda kalimantan Timur tetap mengibarkan aglaonema sebagai tanaman hias terkemuka di Indonesia.
Sebagai bukti berkibarnya aglaonema sebagai tanaman hias, Salma Shofa yang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang terletak di jalan Mugirejo Km 4,5 kecamatan Samarinda Utara akan menyelenggaran bursa tanaman hias dengan menjadikan aglaonema sebagai pajangan utama. Kegiatan tersebut yang sudah mulai digelar 5 Desember dan berakhir 15 Desember itu dilaksanakan untuk menandai ulang tahun pertama pusat tanaman hias ini.
Semua tanaman hias ada di sini. Mulai sansevieria, anthurium, philodendron, dan tanaman hias lainnya, Salma Shofa tetap mengedepankan aglaonema karena meyakini tanaman hias ini lebih berprospek di masa depan. Mengapa? Karena aglaonema tidak bisa diperbanyak secara massal kecuali melalui kultur jaringan. di Indonesia, cara itu belum biasa. Bahkan oleh Greg Hambali sekalipun.
Buktinya, puluhan tahun sudah Aglo hadir, harganya relatif stabil dan penghobinya semakin berkembang dan meluas ke seluruh pelosok nusantara. Aglo di Salma Shofa terbilang lengkap, mulai aglo dari bangkok seperti lady valentine, heng2, margareta, siam pearl, kaochin, lipstik silver, lipstik putih, tricolor, alexander, legacy silver, legacy green, venus, dut unyamanee, lipstik aurora, prosperity, wak meng, lu lai wan atau big roy, golden lucky, isabella, king of siam hijau, agatha, siam jade. Yang lokal juga ada seperti madame soeroyo, jatayu, camelia, amelia, bima, nina, evita, srikandi, diana, JT 2000, pride dan black
sumatera. dan sebagainya.
Menurut Pernyata, bursa ini dimaksudkan juga untuk mendukung Pemerintah dengan gerakan hijau, bersih dan sehat. Karena itu, bursa tanaman hias ini tidak semata-mata menjual tanaman hias, tapi mengenalkan salma shofa sebagai wadah edukasi yang rekreatif atau wadah rekreasi yang edukatif.
Kalau nggak beli, ya jalan-jalan hirup udara segar alam khas pedesaan kata Amin salah seorang pengelola Salma Shofa.
Mengapa terus diburu?
Menurut Amin, bagi penghobi aglo, demikian aglaonema biasa disebut, bursa kali ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pencinta aglo yang barangkali belum tahu sosok siti nurbaya, siti nurhaliza, chaopraya, golden lucky, isabela, prosperity, dsb.
Seperti diketahui, Salma shofa memang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang memiliki aglo paling lengkap. Aglo tiba-tiba diburu banyak orang. Hampir semua kios bunga yang dulu menjual tanaman hias out door melengkapi koleksinya dengan tanaman hias indoor. Selain dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau rezeki, juga karena tanaman hias ini memunculkan pesona dari keindahan corak daunnya.
Aglaonema juga biasa disebut Chinese Evergreen, karena orang yang pertama kali membudidayakan adalah orang Cina. Di Indonesia lebih dikenal sebagai Sri Rejeki. Thailand yang terkenal di bidang hortikultura berhasil mengembangkannya melalui penyilangan dan menghasilkan variasi warna daunnya dan karena itu di Thailand dikenal sebagai Siamese Rainbow atau pelangi dari Thailand.
Di Indonesia, aglaonema terkenal berkat jasa Gregori Garnadi Hambali yang berhasil dengan silangan lagendarisnya yang diberi nama Pride of Sumatera tahun 1985. Pada waktu itu, Pride dijual dengan harga 350 ribu Rupiah perdaunnya. Pencinta aglaonema pun semakin meluas, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia bahkan di Kaltim, meski harganya sangat mahal, ada yang selembar daunnya mencapai 10 juta Rupiah.
Saat ini terdapat sekitar 350-an aglaonema hibrida. Namanya pun macam-macam seperti lipstick, madame soeroyo, adelia, duut unyamanee, venus, jatayu, ruth, camellia, rorojongrang, dsb.
Aglaonema atau Aglonema – Tanaman yang disebut juga Sri Rejeki dan juga ‘Chinese Evergreen’ merupakan tanaman dari family Araceae. Genus Aglaonema terdiri dari sekitar 30 spesis.
Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, sehingga tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran yang rendah dan kelembaban tinggi.
Sekarang ini berbagai macam aglaonema hybrida telah dikembangkan, sehingga memiliki penampilan tanaman yang sangat menarik. Hybrida dari bermacam warna, bentuk, ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies-spesies alami.
Tanaman aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki corak maupun bentuk daun yang sangat menarik. Selain mudah perawatannya tanaman ini sangat cocok untuk dikoleksi karena tidak memerlukan lahan yang luas.
Saat ini, di Samarinda, penghobi aglaonema berkembang luar biasa. Yang paling banyak laku di pasar seperti Pride of Sumatra, Buterfly, Heng-heng, Lady Valentine, Northern Star.
Pada bursa kali ini, penghobi dapat melihat-lihat koleksi aglo terbaru yang belum pernah dipajang
Salma Shofa dalam pada bursa-bursa sebelumnya. Misalnya, srikandi dan diana, serta aglo lainnya.
”Karena itu, datang saja ke bursa. Tidak bayar, kok”kata Amin lagi.***
This article was translated by Google Translator. Thank you Google.Stock Salma Shofa Ornamental Plants in Samarinda
As evidence waving aglaonema as ornamental plants, Salma Shofa known as the center of an ornamental plant which is located at Km 4.5 road Mugirejo North Samarinda district will menyelenggaran stock of ornamental plants by making aglaonema as the main display. These activities which have sprung December 5 and ends December 15 was held to mark the first anniversary of the center of this ornamental plant.
All the plants here. Start Sansevieria, anthurium, philodendron, and other ornamental plants, Salma Shofa aglaonema fixed forward for believing in ornamental plants is more prospective in the future. Why? Because aglaonema may not be reproduced in bulk except through tissue culture. in Indonesia, it is not unusual ways. Even though by Greg Hambali.
The proof, Aglo decades already present, the price is relatively stable and penghobinya growing and expanding to all corners of the archipelago. Salma Shofa Aglo in fairly comprehensive, ranging from bangkok aglo like lady valentine, heng2, Margareta, Siamese Pearl, kaochin, silver lipstick, white lipstick, tricolor, alexander, silver legacy, legacy green, venus, dut unyamanee, lipstick aurora, prosperity, time to, lu lai wan or big roy, golden lucky, isabella, king of siam green, Agatha, siam jade. There are also local ones like madame soeroyo, Jatayu, camellias, amelia, bima, nina, Evita, heroine, Diana, JT 2000, pride and black
Sumatran. and so on.
According to the statement, the exchange is intended also to support the Government with the green movement, clean and healthy. Therefore, the stock of ornamental plants is not solely selling ornamental plants, but introduce salma shofa as a recreational vessel or container educational recreational educative.
If you do not buy, so the streets of fresh air typical of the rural nature Amin said one manager of Salma Shofa.
Why continue to be hunted?
According to Amin, for the hobbyist aglo, aglaonema so called, this time the stock is expected to increase knowledge aglo lover who might not know the figure Nurbaya siti, siti nurhaliza, chaopraya, golden lucky, isabela, prosperity, etc..
As is known, Salma shofa is known as a center for ornamental plants that have the most complete aglo. Aglo suddenly hunted a lot of people. Almost all of the first flower stalls selling ornamental plants outdoor collection complete with an indoor ornamental plants. Besides regarded as good luck or fortune, as well as ornamental plants has raised the charm of beauty leaves complexion.
Aglaonema Chinese Evergreen is also commonly called, because the person who first cultivated is the Chinese people. In Indonesia, more commonly known as Sri Rejeki. Thailand is renowned in the field of horticulture successfully developed through the crossing and produces a variety of leaf color and is therefore in Thailand known as Siamese Rainbow or rainbows from Thailand.
In Indonesia, thanks to the famous aglaonema Garnadi Gregori Hambali who managed to cross lagendarisnya-named Pride of Sumatra in 1985. At that time, Pride sold for 350 thousand Euro perdaunnya. Aglaonema lovers are increasingly widespread, all over the world, including in Indonesia and even in East Kalimantan, although very expensive, there is a sheet of leaves reached 10 million Euro.
Currently there are about 350-an aglaonema hybrid. His name was all kinds such as lipsticks, madame soeroyo, adelia, duut unyamanee, venus, Jatayu, Ruth, camellia, rorojongrang, etc..
Aglaonema or Aglonema - Plants also called Sri fortune and also 'Chinese Evergreen' is a plant of the family Araceae. Aglaonema genus consists of about 30 species.
The original habitat of this plant is under a tropical rain forest, so it grows well in areas with low intensity radiation and high humidity.
Today aglaonema various hybrid has been developed, so has the appearance of a very attractive plant. Hybrid of various colors, shapes, size of leaves so much different from a natural species.
Aglaonema plants is one of the ornamental plants that have the style or shape of the leaves are very attractive. In addition to easy maintenance plant is suitable for their collection because it does not require a large area.
Currently, in Samarinda, hobbyist aglaonema enormously expanded. The most widely sold in markets such as the Pride of Sumatra, Buterfly, Heng-heng, Lady Valentine, Northern Star.
At this time the stock exchange, hobbyist can browse the latest collections aglo never displayed
Salma Shofa in the previous exchanges. For example, the heroine and Diana, as well as other aglo.
Because of that, just come to market. No pay, kokkata Amin again .***







