Posted in Masjid

Pengamatan Perkembangan Masjid di Denpasar Bali

Pengamatan Perkembangan Masjid di Denpasar Bali Posted on August 28, 2017Leave a comment

Pengamatan Perkembangan Masjid di Denpasar Bali

Pengamatan Perkembangan Masjid di Denpasar Bali

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujua penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai. Dalam penelitian ini menggunakan bentuk wawancara mendalam, yakni wawancara yang dilakukan informal. Biasanya wawancara ini digunakan bersama dengan metode observasi partisipasi. Metode pengumpulan data adalah bagian instrument pengumpulan data yang menentukan berhasil atau tidak suatu penelitian. Kesalahan penggunaan metode pengumpulan data atau metode pengumpulan data tidak digunakan semestinya, berakibat fatal terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan masjid. Pada penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode wawancara ini dipakai karena peneliti ingin menanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan obyek penelitian secara mendalam, dan agar nantinya dapat lebih akrab dengan sumber data dan masyarakat setempat.

Pada intinya metode dokumentasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan penelitian kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari sudut pandang subjek melalui suatu media tertulis dan dokumen lainnya yang ditulis langsung oleh subjek yang bersangkutan masjid. Terdapat dua bentuk dokumen yang dapat dijadikan bahan dalam metode dokumentasi, yakni dokumen pribadi dan dokumen resmi. Dokumen pribadi diantaranya catatan harian, surat pribadi, dan outobiografi. Dokumen resmi yang meliputi dua kategori yaitu dokumen internal seperti memo dan dokumen eksternal seperti surat pernyataan atau buletin. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi. Observasi atau pengamatan adalah metode pengumpulan data masjid yang digunakan untuk menghimpun data penelitian dengan cara pengamatan. Observasi ini dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung dengan menggunakan pedoman observasi. Instrumen penelitian dibuat dalam bentuk cheklist.

Analisis data merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola dan mensistematisnya, mencari dan menentukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Menurut Sanapiah Faisal, Setelah pengumpulan data di masjid tentu saja perlu direduksi (data reduction). Reduksi data ini mencakup kegiatan mengikhtiarkan hasil pengumpulan data selengkap mungkin, dan memilah-milahkannya ke dalam satu konsep tertentu, kategori tertentu, atau tema tertentu. Reduksi data berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Peneliti mengumpulkan semua hasil penelitian yang berupa wawancara, foto-foto, dokumen-dokumen, serta catatan-catatan penting lainnya yang berkaitan dengan pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kognitif siswa. Data yang sudah disederhanakan selanjutnya disajikan dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk paparan data naratif. Dengan demikian didapat kesimpulan sementara yang berupa temuan penelitian yakni indikator-indikator pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kognitif siswa masjid. Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah display data atau menyajikan data sehingga terlihat sosok yang utuh. Dengan menyajikan data atau menyajikan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *