Alocasia

Share on TwitterDigg ThisShare via email

tanaman hiasOleh: Abdul Kadir (www.jvflora.com): Alocasia (alokasia) adalah kerabat caladium (keladi), yang sama-sama bernaung dalam keluarga Araceae. Secara awam, genus ini sering tercampur-aduk dengan istilah keladi.

Sebut saja keladi badak (alocasia melo), keladi menjangan (jenis alocasia lowii), dan keladi tokek (alocasia tigrina dan tigrina ‘Superba’). Ketiga tanaman tersebut sesungguhnya masuk kategori alocasia; bukan caladium.

Perbedaan yang mencolok antara keladi dan alokasia terletak pada umbi dantanaman hias anakan. Anakan pada keladi muncul pada umbi utama, sedangkan anakan pada alokasia muncul pada umbi kecil yang terpisah dengan umbi utama, dengan perantaraan suatu jenis akar.

Ada beberapa jenis alokasi yang menjadi incaran para kolektor. Guttata ‘Imperialis’, reginula (‘Black velvet’), tigrina ‘Superba’, reversa ‘Hannah’, reginae, dan Silvery Dwarf merupakan sekian contoh alokasia yang memikat untuk dipajang sebagai tanaman indoor.

tanaman hiasPemeliharaan terhadap alokasia gampang-gampang susah. Sebenarnya, yang terpenting adalah harus diupayakan agar media bersifat poros dan media tidak boleh sampai terlalu kering. Namun, tanaman ini juga memiliki kekurangan. Perubahan suhu kadangkala membuat daun rusak dan bahkan kemudian layu. Selain itu, pertumbuhan daun relatif memakan waktu.

Media untuk alokasia dapat dibuat dengan menggunakan campuran cacahan pakis, pupuk kambing yang telah disterilkan, dan sekam bakar (kira-kira 2:1:1). Namun, secara prinsip. komposisi dengan memakai bahan yang lain dimungkinkan, sepanjang media mempunyai sifat poros.

Alokasia diperbanyak dengan memisahkan umbi kecil terhadap umbi utama.tanaman hias Kemudian tanamlah umbi kecil ini. Setelah 2 minggu hingga 2 bulan, akan muncul daun muda. Beberapa jenis lain (misalnya alokasia alba) dapat diperbanyak melalui pencangkokan, sedanglan alokasi seperti watsoniana dapat diperbanyak dengan mencacah umbi yang memanjang.

Sumber:
Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, Keladi dan Alokasia Hias, Penerbit Penebar Swadaya, 2006.

This article was translated by Google Translator. Thank you Google.

Alocasia

By: Abdul Kadir (www.jvflora.com): Alocasia (alokasia) is a relative of caladium (taro), who both ruled in the family Araceae. In layman, this genus often mixed up with the term taro.

Call it a rhino taro (Alocasia melo), deer taro (Alocasia lowii type), and geckos taro (Alocasia Tigrina and Tigrina 'Superba'). All three plants are actually categorized as Alocasia; not caladium.

A striking difference between the tuber and the tuber and alokasia lies in saplings. Tillers on taro tuber appears in the main, the nymphs on alokasia appear on separate small tubers with the main bulb, through the medium of a type of root.

There are several types of allocations that become coveted by collectors. Guttata 'Imperialist', reginula ('Black Velvet'), Tigrina 'Superba', reversa 'Hannah', reginae, and Silvery Dwarf are just some examples of the lure alokasia for display as an indoor plant.

Maintenance of alokasia tricky. Actually, the important thing is that the media should strive to be the pivot and the media must not be too dry. However, this plant also has its drawbacks. Temperature changes are sometimes made of leaves damaged and even then wilt. In addition, leaf growth is relatively time consuming.

Media for alokasia can be made using a mixture of chopped fern, goat manure that has been sterilized, and the husk fuel (about 2:1:1). However, in principle. composition by using other materials is possible, along the axis of the media have a nature.

Alokasia propagated by separating a small bulb on the main bulb. Then plant the tubers are small. After 2 weeks to 2 months, the young leaves will appear. Several other types (eg alokasia alba) can be propagated through grafting, such an allocation sedanglan watsoniana can be propagated by chopping elongated tubers.

Sources:
Ch Abdul Kadir & Terra. Triwahyuni, Keladi and Alokasia Ornamental, Self-Help Publishers spreader, 2006.

Leave a Reply