PENGENALAN KARAKTER ADENIUM DAN MEKANISME PEWARISANNYA (Bagian 1)

Share on TwitterDigg ThisShare via email

Pendahuluan Dalam salah satu tayangan National Geographic Television, dipertontonkan hasil proses kawin silang antara singa dengan macan. Hibrida dari kedua species tersebut mirip dengan singa tetapi sekaligus juga mirip macan. Disebut macan tapi seperti singa, disebut singa tapi seperti macan. Mungkin daripada bingung, hibrida itu kemudian disebut LIGER (lion x tiger) dan TIGON (tiger x lion).

tanaman hiasBagaimana pula halnya dengan adenium. Akan disebut apa hibrida antara jenis obesum dengan swazicum. Padahal hampir semua tanaman adenium yang kita kenal saat ini merupakan hasil proses kawin silang. Paling aman dan mudah, disebut dengan hibrida saja. Mau disebut obesum, tapi bunganya berciri swazicum, mau disebut swazicum, tapi sosok pohon dan daunnya berciri obesum.

Namun bukan itu yang hendak kita diskusikan. Urusan pengelompokan tanaman hiasbiarlah menjadi tugas taxonomis. Yang menarik untuk dibicarakan adalah ??peristiwa pewarisan karakter? dalam suatu perkawinan. Singa akan meneruskan sifat / karakter/ ciri ??ke-singa-an?, dilain pihak macan akan meneruskan sifat / karakter / ciri ??ke-macan-an? pada turunannya.

Bagaimana dengan adenium ? Karakter macam apa yang setiap kali akan tanaman hiasdiwariskan dari induk ke generasi berikutnya ? Tulisan ini mengajak rekan-rekan semua untuk berdiskusi dan mencoba mengenali karakter pada adenium, serta mencoba memahami mekanisme pewarisannya, dengan batasan :

1. Pengamatan hanya sejauh pada adenium koleksi saya, khususnya dari hasil persilangan yang saya lakukan. Khususnya karakter yang terdapat pada bunga adenium.
2. Hanya ciri kualitatip bunga yang dibicarakan. Sifat-sifat kuantitaip seperti usia pertama berbunga, umur atau durasi bunga, jumlah bunga perkuntum, dan ukuran bunga, tidak akan dibahas. Sifat kuantitatip tersebut umumnya bersifat polygenic dan mudah terpengaruh lingkungan.

Dan seperti kebanyakan sistem statistik, tidak ada jaminan absolut bahwa kesimpulan-kesimpulan yang ditarik akan benar. Yang terjadi sebenarnya hanyalah penentuan apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak. Dalam dunia pemuliaan tanaman, nilai ketepatan intepretasi akan bertambah seiring dengan bertambahnya ukuran plot dan atau replikasi pengamatan. Untuk itu sumbang saran rekan-rekan sekalian yang jauh hari sebelumnya, telah lama bergelut serta mengamati karakter adenium, sangat saya harapkan.

Karakter (Fenotip = Genetic Trait)
Perwujudan organisme yang dapat teramati baik secara visual maupun harus dengan cara pengukuran tertentu disebut dengan fenotipe. Yang mana fenotip tersebut sebenarnya merupakan penampilan dari suatu genotipe tertentu, pada lingkungan tertentu dimana ia hidup.

Bila kita amati bunga adenium berwarna merah (fenotipe) dengan suatu mikroskup elektron, tampak pada kelopak bunga kantong-kantong berisi butiran pigmen. Butiran pigmen ini akan menyerap semua berkas cahaya, kecuali berkas cahaya warna merah. Berkas cahaya warna merah akan dipantulkan dan saat mengenai mata kita, maka bunga akan nampak berwarna merah. Pertanyaan yang berkembang selanjutnya, darimana datangnya butiran pigmen tersebut. Apakah butiran pigmen ini merupakan karakter yang diwariskan. Apakah butiran pigmen ini yang disebut dengan gen ?

Gen merupakan suatu materi pewarisan yang berisi ??kode? yang menentukan bagaimana seharusnya asam amino (protein) berfungsi secara khusus pada organisme. Dalam kasus bunga adenium warna merah, ??kode? membawa pesan agar protein beraksi sebagai katalisator reaksi kimia untuk memproduksi butiran pigmen pada kelopak bunga, berwarna merah. Jadi warna merah (fenotipe) tersebut adalah perwujudan karakter gen (genetic trait). Pigmen merah tidak diwariskan. Yang diwariskan adalah kode perintah penghasil pigmen merah. Teori ini menjelaskan mengapa pada lingkungan yang berbeda (misal nilai PH naik), bukan warna merah seperti yang seharusnya dihasilkan, tetapi justru warna merah kebiruan. Maaf agak abstrak, tetapi demikianlah kehidupan. Kadang mudah dimengerti, kadang sulit dipahami.

Mudah-mudahan ada rekan lain yang berkenan menjelaskan apa itu gen dengan lebih mudah.

Tidak perlu kuatir. Mendel yang disebut sebagai ??bapak ilmu genetika?, sampai meninggalnya juga tidak sempat mengetahui dan memahami apa itu gen. Apa yang didiskusikan disini, terilhami percobaan yang dilakukan Mendel. Menentukan kenampakan karakter guna mengenali mekanisme pewarisan. Dengan harapan, paling tidak ada suatu dasar ??ilmiah? yang akan membantu kita menjauhkan dari sekedar berintuisi, main tebak, atau sekedar berangan-angan dan berharap-harap, dalam memahami adenium.

Morfologi Bunga Adenium
Sebagai anggota Apocynaceae, bentuk bunga adenium seperti terompet, tersusun oleh empat organ spesifik (ciri angiospermae) yang terangkai dalam ??lingkupan cincin konsentris? (whorls). Keempat bagian tersebut, mulai dari cincin (ring) terluar adalah sepal, petal, stamens, dan carpel. Dari ke empat organ ini, petal merupakan bagian yang secara nyata memberi dampak pada keindahan bunga

Morfologi bunga adenium berada diseputar bentuk membulat (rounded shape) dan bintang (star shape), dibangun oleh lima lembar petal (ciri tanaman dikotil). Bersama dengan keanekaragaman warna dan pola (pattern) petal, morfologi bunga dapat menghasilkan lebih dari dua ratus macam jenis bunga adenium.

Dari sekian ratus jenis bunga adenium yang ada, bila diamati dengan seksama ternyata hanya merupakan kombinasi, interaksi, dan perulangan beberapa karakter tertentu saja. Lalu macam karakter apa yang terdapat pada bunga adenium ?. Berikut di bawah ini pembahasan masing-masing karakter petal (kelopak dan corong bunga), yang meliputi bentuk, warna, dan polanya.

Bentuk Petal
Adenium yang mempunyai jumlah kromosom 2n = 22 (diploid), mempunyai kenampakan karakter yang teramati pada petal, terkait dengan karakter bangun umum, apex, tepi, dan struktur petal.

1. Bangun umum
Dua macam karakter yang teramati pada bangun umum petal adalah oblong dan obo (lihat gambar 1). Disebut oblong bila satuan komponen lebar petal lebih kecil dibanding satuan komponen panjang petal. Disebut obo bila satuan komponen lebar lebih besar atau sama dengan satuan komponen panjang petal. Lihat Gambar 1. Bangun umum petal

Segregasi fenotip turunan, aksi gen yang mempengaruhi karakter bangun umum petal, bukan hanya sekedar dominansi atau keresesifan. Untuk sementara hipotesa saya aksi gen untuk ini adalah co ?? dominansi, dengan genotipe:

Oblong : PlPl
Obo : PbPb

Namun demikian ada kemungkinan pula karakter ini lebih ditentukan oleh aksi multi gen (polygenic). Analisa dengan EF-PCA (Elliptic Fouirer-Principal Component Analysis) mungkin akan memperjelas aksi gen untuk karakter ini. Ada yang mau mencoba ?

2. Apex Petal
Dua macam karakter apex dijumpai pada bunga adenium, yaitu pointed dan rounded (lihat gambar 2). Disebut pointed, bila ujung petal (apex) runcing seperti mata tombak. Disebut rounded, bila ujung petal membulat.
Lihat Gambar 2. Karakter apex petal

Segregasi fenotip hasil test cross, menunjukkan adanya peristiwa dominansi ( 3:1 ). Pointed dominan terhadap rounded, dengan genotipe :
Pointed : RR, Rr
Rounded : rr

3. Karakter tepi petal
Dua macam karakter tepi petal bunga adenium, adalah wavy (bergelombang) dan smooth (halus), lihat gambar 3.. Disebut wavy karena tepi petal bergelombang, disebut smooth bila bila tepi petalnya halus. Lihat Gambar 3. Karakter tepi petal

Seperti halnya dengan apex, aksi dominansi terdapat pada karakter ini. Alela wavy dominan terhadap alela smooth, dengan genotipe :

Wavy : SS dan atau Ss
Smooth : ss

4. Karakter struktur petal
Dua macam karakter pada struktur petal bunga adenium, adalah quilled dan plain (lihat gambar 4). Disebut quilled bila petal melengkung ke arah bawah seperti terpilin. Disebut plain, bila struktur petal terletak pada bidang yang relatip rata. Lihat Gambar 4. Karakter struktur petal.

Dari pola segregasi fenotipe, sekilas nampak ada aksi dominansi untuk karakter ini. Flat dominan terhadap quilled. Meskipun demikian gejala aksi pautan (linkage) gen, nampak pula pada karakter ini.

Kemungkinan terpaut dengan karakter pola atau pattern bunga (akan kita bahas pada sub bab pola dan pattern bunga). Genotipe struktur petal bunga adenium :

Flat : FF, Ff
Quilled : ff

Demikian macam karakter dari bentuk petal adenium. Tabel 1 merupakan rangkuman karakter bentuk petal wild type adenium.

Sampai disini beberapa hal yang perlu digarisbawahi adalah :
1. Aksi gen tidak terbatas hanya pada dominansi dan keresesifan saja.
2. Karakter yang paling sering dijumpai (modus) tidak selalu berarti dominan. Contoh, di dunia ini ada lebih banyak orang yang berambut hitam dibanding berambut pirang atau blonde atau abu-abu dan merah.

Namun nyatanya, secara genetik justru rambut hitam bersifat co-dominan resesive terhadap rambut berwarna. Kecuali kalau ke ??salon?, seperti kebanyakan ibu-ibu jaman sekarang.

Presented by :
Thari, Omahijo.com, thari@omahijo.com

This article was translated by Google Translator. Thank you Google.

CHARACTER RECOGNITION AND MECHANISM ADENIUM inheritance (Part 1)

Leave a Reply