Info Tanaman Hias Indonesia

KEBONKEMBANG.COM

Taman TOGA (lanjutan-2) Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 06 January 2008 20:24
Addthis
Banyak media tanam yang bisa dipilih untuk tanaman kita. Meskipun begitu, sebagian besar kegiatan pertanian dan pertamanan sampai saat ini masih bergantung kepada tanah. Mahluk-mahluk hidup di dalam tanah membantu memecah materi sisa tumbuhan dan bangkai hewan menjadi zat hara, yang kemudian diserap oleh akar tumbuhan. 1) Salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam membuat Taman TOGA adalah masalah Geologis (Tanah ).

Permasalahan dalam hal ini menyangkut :
a. Permasalahan dalam ruang lingkup ilmu pengetahuan jenis-jenis tanah dan struktur tanah, dalam kaitan dengan kandungan unsur hara yang ada dalam tanah.
b.Faktor yang dipertimbangkan dalam aspek geologis (tanah) adalah :
Bagaimana perlakuan kita terhadap tanah yaitu :
-Berdaya upaya mempertahankan kelestarian tanah :
1.Kandungan organik tanah
2.Mengolah dan melindungi top soil
3.Pengendalian erosi dan aliran permukaan
4.Upaya peresapan air
-Berdaya upaya mempertimbangkan daya dukung tanah :
1.Memperhatikan jumlah tanah (jenis dan struktur)
2.Menentukan system engineering struktur dan konstruksi

Jenis tanah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam, antara lain:

1.Organosol atau Tanah Gambut atau Tanah Organik
Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik seperti dari hutan rawa atau rumput rawa, dengan ciri dan sifat: tidak terjadi deferensiasi horizon secara jelas, ketebalan lebih dari 0.5 meter, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), kandungan unsur hara rendah.

2.Aluvial
Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan, berasal dari bahan induk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur, konsistensi dalam keadaan basah lekat, pH bermacam-macam, kesuburan sedang hingga tinggi. Penyebarannya di daerah dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai dan daerah cekungan (depresi).

3.Regosol

4.Latosol
Jenis tanah ini telah berkembang atau terjadi diferensiasi horizon, kedalaman dalam, tekstur lempung, struktur remah hingga gumpal, konsistensi gembur hingga agak teguh, warna coklat merah hingga kuning. Penyebarannya di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 – 1000 meter, batuan induk dari tuf, material vulkanik, breksi batuan beku intrusi.

5.Grumosol
Tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil, agak tebal, tekstur lempung berat, struktur kersai (granular) di lapisan atas dan gumpal hingga pejal di lapisan bawah, konsistensi bila basah sangat lekat dan plastis, bila kering sangat keras dan tanah retak-retak, umumnya bersifat alkalis, kejenuhan basa, dan kapasitas absorpsi tinggi, permeabilitas lambat dan peka erosi. Jenis ini berasal dari batu kapur, mergel, batuan lempung atau tuf vulkanik bersifat basa.
Penyebarannya di daerah iklim sub humid atau sub arid, curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun.

6.Podsolik Merah Kuning
Tanah mineral telah berkembang, solum (kedalaman) dalam, tekstur lempung hingga berpasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, bersifat agak asam (pH kurang dari 5.5), kesuburan rendah hingga sedang, warna merah hingga kuning, kejenuhan basa rendah, peka erosi. Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tuf vulkanik, bersifat asam. Tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih dari 2500 mm/tahun.

7.Podsol
Jenis tanah ini telah mengalami perkembangan profil, susunan horizon terdiri dari horizon albic (A2) dan spodic (B2H) yang jelas, tekstur lempung hingga pasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, kandungan pasir kuarsanya tinggi, sangat masam, kesuburan rendah, kapasitas pertukaran kation sangat rendah, peka terhadap erosi, batuan induk batuan pasir dengan kandungan kuarsanya tinggi, batuan lempung dan tuf vulkan masam.
Penyebaran di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun tanpa bulan kering, topografi pegunungan. Daerahnya Kalimantan Tengah, Sumatra Utara dan Irian Jaya (Papua).

8.Andosol
Jenis tanah mineral yang telah mengalami perkembangan profil, solum agak tebal, warna agak coklat kekelabuan hingga hitam, kandungan organik tinggi, tekstur geluh berdebu, struktur remah, konsistensi gembur dan bersifat licin berminyak (smeary), kadang-kadang berpadas lunak, agak asam, kejenuhan basa tinggi dan daya absorpsi sedang, kelembaban tinggi, permeabilitas sedang dan peka terhadap erosi. Tanah ini berasal dari batuan induk abu atau tuf vulkanik.

9.Mediteran Merah – Kuning
Tanah mempunyai perkembangan profil, solum sedang hingga dangkal, warna coklat hingga merah, mempunyai horizon B argilik, tekstur geluh hingga lempung, struktur gumpal bersudut, konsistensi teguh dan lekat bila basah, pH netral hingga agak basa, kejenuhan basa tinggi, daya absorpsi sedang, permeabilitas sedang dan peka erosi, berasal dari batuan kapur keras (limestone) dan tuf vulkanis bersifat basa. Penyebaran di daerah beriklim sub humid, bulan kering nyata. Curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun, di daerah pegunungan lipatan, topografi Karst dan lereng vulkan ketinggian di bawah 400 m. Khusus tanah mediteran merah – kuning di daerah topografi Karst disebut terra rossa.

10.Hodmorf Kelabu (gleisol)
Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal, yaitu topografi merupakan dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air, solum tanah sedang, warna kelabu hingga kekuningan, tekstur geluh hingga lempung, struktur berlumpur hingga masif, konsistensi lekat, bersifat asam (pH 4.5 – 6.0), kandungan bahan organik. Ciri khas tanah ini adanya lapisan glei kontinu yang berwarna kelabu pucat pada kedalaman kurang dari 0.5 meter akibat dari profil tanah selalu jenuh air.
Penyebaran di daerah beriklim humid hingga sub humid, curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun.

11.Tanah sawah (paddy soil)
Tanah sawah ini diartikan tanah yang karena sudah lama (ratusan tahun) dipersawahkan memperlihatkan perkembangan profil khas, yang menyimpang dari tanah aslinya. Penyimpangan antara lain berupa terbentuknya lapisan bajak yang hampir kedap air disebut padas olah, sedalam 10 – 15 cm dari muka tanah dan setebal 2 – 5 cm. Di bawah lapisan bajak tersebut umumnya terdapat lapisan mangan dan besi, tebalnya bervariasi antara lain tergantung dari permeabilitas tanah. Lapisan tersebut dapat merupakan lapisan padas yang tak tembus perakaran, terutama bagi tanaman semusim. Lapisan bajak tersebut nampak jelas pada tanah latosol, mediteran dan regosol, samara-samar pada tanah aluvial dan grumosol. 2)

Struktur Tanah adalah susunan agregat-agregat primer tanah secara alami menjadi bentuk tertentu yang dibatasi oleh bidang-bidang.

1.Bentuk struktur tanah yang membulat (granuler, remah, gumpal membulat) menghasilkan tanah dengan daya serap tinggi sehingga air mudah meresap ke dalam tanah.

2.struktur tanah remah (tidak mantap), sangat mudah oleh pukulan air hujan, menjadi butir-butir halus sehingga menutup pori-pori tanah. Akibatnya air infiltrasi terhambat dan aliran permukaan meningkat.

Adapun unsur hara dalam tanah tersedia bagi tanaman dalam bentuk :
1.Garam yang terlarut (ion dalam larutan tanah, yaitu Karbon, Hidrogen, Nitrogen, Fosfor, Kalium, Kalsium, Magnesium, Besi, Molibden, Mangan, Tembaga, Seng, Boron, Klor)
2.Unsur yang terikat pada kompleks koloid tanah (kompleks liat humus)
Unsur hara juga tersedia di udara dalam bentuk Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. Di dalam tanah terdapat unsur-unsur lain yang berasal dari penguraian mineral-mineral dan pemupukan.

Bahan organik adalah senyawa karbon yang dibentuk dari organisme hidup.3)
Bahan organik ini mempengaruhi secara langsung dan tidak langsung terhadap tanah.
Bahan organik tanah terdapat dalam humus.
Humus adalah campuran kompleks dan agak peka terdiri dari bahan-bahan amorf (non kristalin) yang masih berwarna coklat atau coklat kelam dan koloidal yang telah mengalami perubahan dari jaringan asal oleh macam-macam organisme tanah.

Banyak manfaat yang diambil dari bahan organik yaitu :
1.Menimbulkan perubahan warna tanah
2.Memperbaiki struktur tanah
-Tata udara lebih baik
-Perembesan air lebih lancer
-Kemampuan mengikat air lebih baik
-Resistensi terhadap pengaruh air hujan (tidak mudah terkikis)
3.PH tidak cepat berubah dan pencucian unsur hara tidak mudah terjadi
4.Menjadi gudang unsur hara
5.Asam organik dan anorganik yang terjadi membantu pelapukan bahan induk
6.Sumber makanan dan energi bagi jasad-jasad hidup tanah.

Dengan mengetahui jenis tanah dan struktur tanah, kita dapat mengetahui jenis tanah yang ada di pekarangan kita, sehingga jika tanahnya tidak layak untuk ditanami, bisa kita perbaiki dengan menambah bahan organik dan juga dapat memilih sistem konstruksi yang cocok untuk lahan kita.

Semoga Bermanfaat !



Giacinta Hanna
(Arsitek Lanskap)
13 Mei 2006



____________________
1)Hidayat,Dodi,2004, Ensiklopedia Iptek Jilid 5,hal 449.
2)PUSTEKKOM,2005,Jenis-jenis Tanah Di Indonesia
3) Hidayat,Dodi,2004, Ensiklopedia Iptek Jilid 3, hal 223.
Comments
Add New Search
evan tanari  - Penelitian   |2009-06-23 04:27:24
Bsa mNta tLo, untuk penelitian saya tentang sifat fisik dan kimia tanah pada
berbagai penutupan vegetasi...
saya ingin tau lebih jelas tentang pembahasn
jenis struktur tanah remah...
Thankz ...
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
You are here  :

Resources TopOfBlogs Add to Technorati Favorites Gardening Blogs - BlogCatalog Blog Directory tanaman hias newsfeed rantop.com Joomla Topsites