Home » Budidaya Tanaman » Aglo Tetap Berkibar di Salma Shofa

Aglo Tetap Berkibar di Salma Shofa

Tuesday, December 25th 2007. | Budidaya Tanaman, Serba-serbi
Share on TwitterDigg ThisShare via email

Bursa Tanaman Hias di Salma Shofa Samarinda
5-15 Desember: Di tengah marak dan hiruk pikuknya anthurium terutama jenmanii, Salma Shofa, Pusat Tanaman Hias yang juga sarana rekreasi edukatif dan sarana edukasi yang rekreatif di Samarinda kalimantan Timur tetap mengibarkan aglaonema sebagai tanaman hias terkemuka di Indonesia.

Di tengah marak dann hiruk pikuknya anthurium terutama jenmanii, Salma Shofa, Pusat Tanaman Hias yang juga sarana rekreasi edukatif dan sarana edukasi yang rekreatif di Samarinda kalimantan Timur tetap mengibarkan aglaonema sebagai tanaman hias terkemuka di Indonesia.

Sebagai bukti berkibarnya aglaonema sebagai tanaman hias, Salma Shofa yang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang terletak di jalan Mugirejo Km 4,5 kecamatan Samarinda Utara akan menyelenggaran bursa tanaman hias dengan menjadikan aglaonema sebagai pajangan utama. Kegiatan tersebut yang sudah mulai digelar 5 Desember dan berakhir 15 Desember itu dilaksanakan untuk menandai ulang tahun pertama pusat tanaman hias ini.

Semua tanaman hias ada di sini. Mulai sansevieria, anthurium, philodendron, dan tanaman hias lainnya, Salma Shofa tetap mengedepankan aglaonema karena meyakini tanaman hias ini lebih berprospek di masa depan. Mengapa? Karena aglaonema tidak bisa diperbanyak secara massal kecuali melalui kultur jaringan. di Indonesia, cara itu belum biasa. Bahkan oleh Greg Hambali sekalipun.

Buktinya, puluhan tahun sudah Aglo hadir, harganya relatif stabil dan penghobinya semakin berkembang dan meluas ke seluruh pelosok nusantara. Aglo di Salma Shofa terbilang lengkap, mulai aglo dari bangkok seperti lady valentine, heng2, margareta, siam pearl, kaochin, lipstik silver, lipstik putih, tricolor, alexander, legacy silver, legacy green, venus, dut unyamanee, lipstik aurora, prosperity, wak meng, lu lai wan atau big roy, golden lucky, isabella, king of siam hijau, agatha, siam jade. Yang lokal juga ada seperti madame soeroyo, jatayu, camelia, amelia, bima, nina, evita, srikandi, diana, JT 2000, pride dan black
sumatera. dan sebagainya.

Menurut Pernyata, bursa ini dimaksudkan juga untuk mendukung Pemerintah dengan gerakan hijau, bersih dan sehat. Karena itu, bursa tanaman hias ini tidak semata-mata menjual tanaman hias, tapi mengenalkan salma shofa sebagai wadah edukasi yang rekreatif atau wadah rekreasi yang edukatif.

Kalau nggak beli, ya jalan-jalan hirup udara segar alam khas pedesaan kata Amin salah seorang pengelola Salma Shofa.

Mengapa terus diburu?
Menurut Amin, bagi penghobi aglo, demikian aglaonema biasa disebut, bursa kali ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pencinta aglo yang barangkali belum tahu sosok siti nurbaya, siti nurhaliza, chaopraya, golden lucky, isabela, prosperity, dsb.

Seperti diketahui, Salma shofa memang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang memiliki aglo paling lengkap. Aglo tiba-tiba diburu banyak orang. Hampir semua kios bunga yang dulu menjual tanaman hias out door melengkapi koleksinya dengan tanaman hias indoor. Selain dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau rezeki, juga karena tanaman hias ini memunculkan pesona dari keindahan corak daunnya.

Aglaonema juga biasa disebut Chinese Evergreen, karena orang yang pertama kali membudidayakan adalah orang Cina. Di Indonesia lebih dikenal sebagai Sri Rejeki. Thailand yang terkenal di bidang hortikultura berhasil mengembangkannya melalui penyilangan dan menghasilkan variasi warna daunnya dan karena itu di Thailand dikenal sebagai Siamese Rainbow atau pelangi dari Thailand.

Di Indonesia, aglaonema terkenal berkat jasa Gregori Garnadi Hambali yang berhasil dengan silangan lagendarisnya yang diberi nama Pride of Sumatera tahun 1985. Pada waktu itu, Pride dijual dengan harga 350 ribu Rupiah perdaunnya. Pencinta aglaonema pun semakin meluas, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia bahkan di Kaltim, meski harganya sangat mahal, ada yang selembar daunnya mencapai 10 juta Rupiah.

Saat ini terdapat sekitar 350-an aglaonema hibrida. Namanya pun macam-macam seperti lipstick, madame soeroyo, adelia, duut unyamanee, venus, jatayu, ruth, camellia, rorojongrang, dsb.

Aglaonema atau Aglonema – Tanaman yang disebut juga Sri Rejeki dan juga ‘Chinese Evergreen’ merupakan tanaman dari family Araceae. Genus Aglaonema terdiri dari sekitar 30 spesis.

Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, sehingga tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran yang rendah dan kelembaban tinggi.

Sekarang ini berbagai macam aglaonema hybrida telah dikembangkan, sehingga memiliki penampilan tanaman yang sangat menarik. Hybrida dari bermacam warna, bentuk, ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies-spesies alami.

Tanaman aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki corak maupun bentuk daun yang sangat menarik. Selain mudah perawatannya tanaman ini sangat cocok untuk dikoleksi karena tidak memerlukan lahan yang luas.

Saat ini, di Samarinda, penghobi aglaonema berkembang luar biasa. Yang paling banyak laku di pasar seperti Pride of Sumatra, Buterfly, Heng-heng, Lady Valentine, Northern Star.

Pada bursa kali ini, penghobi dapat melihat-lihat koleksi aglo terbaru yang belum pernah dipajang
Salma Shofa dalam pada bursa-bursa sebelumnya. Misalnya, srikandi dan diana, serta aglo lainnya.

‚?ĚKarena itu, datang saja ke bursa. Tidak bayar, kok‚?Ěkata Amin lagi.***

Related For Aglo Tetap Berkibar di Salma Shofa

Comment For Aglo Tetap Berkibar di Salma Shofa

Dapatkan inspirasi berkebun serta info dan tip tanaman hias dari kami. Masukan email anda disini:

Friend me on FacebookFollow me on TwitterAdd me to your circlesRSS Feed

Tanaman Hias Indonesia

  • Partner links